JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Selasa, 18 September 2018. BPTP Sulawesi Tengah melakukan kegiatan Sinkronisasi Materi Hasil Litkaji dan Programa Penyuluhan Tingkat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan dibuka oleh Ka. BPTP Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Kasubag. Tata Usaha BPTP Sulawesi Tengah, Rudi Aksono, SP. Dalam sambutannya beliau berharap kegiatan ini akan menghasilkan programa penyuluhan yang dapat menjadi pedoman bagi penyuluh dalam menjalankan tugasnya dan dapat menjadi bahan evaluasi kegiatan penyuluhan.
Kegiatan ini bertujuan untuk :
1) Meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar lembaga pengkajian (BPTP) dengan lembaga penyuluhan di pusat dan daerah terutama dalam hal keselarasan materi inovasi teknologi sebagai bahan diseminsi kepada stakeholder,
2) Menyusun rumusan sinkronisasi materi hasil litkaji dan programa di pusat dan daerah dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani terutama menuju swasembada pangan.
Kegiatan ini dihadiri oleh penyuluh dan peneliti BPTP Sulawesi Tengah, Kabid program dan perencanaan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Kabid program dan perencanaan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Kabid program dan perencanaan Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua Komisi Penyuluhan, Ketua KTNA Provinsi Sulawesi Tengah, dan penyuluh provinsi lingkup lingkup Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta Dinas Pangan Daerah.
Kegiatan berupa pemaparan program kegiatan tahun 2019 dari masing-masing dinas, BPTP Sulawesi Tengah, dan matrik program penyuluhan tingkat daerah. Matrik program penyuluhan tingkat daerah, disinkronkan dengan hasil litkaji BPTP Sulawesi Tengah dan program kegiatan 2019 pada ketiga dinas terkait. Hasil dari kegiatan ini berupa Rumusan Sinkronisasi Materi Hasil Litkaji dan Programa Penyuluhan di Pusat dan Daerah.

Rabu, 12 September 2018, BPTP Sulawesi Tengah melakukan pertemuan bersama dengan Kelompok Tani Penangkar Jagung Desa Kaleke Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi. Turut hadir dalam pertemuan ini Kepala Desa Kaleke (Suaib), Babinsa Desa Kaleke dan Desa Rampadende (Ronalfin), Koordinator POPT Kabupaten Sigi (Daniel, SP), PPL Kelurahan Petobo (Arjad, SP) dan Kelompok Tani Penangkar Nambo Raya Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan Kota Palu. Salah satu masalah dalam peningkatan produksi dan produktivitas jagung ialah penyediaan benih bermutu secara tepat waktu, tepat jenis dan tepat harga. Benih yang berkualitas dari varietas unggul yang tersedia di pasaran, masih didominasi oleh swasta multinasional dengan harga cukup tinggi dan tidak terjangkau oleh daya beli sebagian besar petani, sehingga dianggap perlu dilakukan terobosan dengan membina penangkar benih di tingkat kelompok dengan memanfaatkan hasil-hasil penelitian dan pengkajian yang telah dicapai antara lain sejumlah Varietas Unggul Baru (VUB) yang telah dilepas oleh Badan Litbang Pertanian melalui Unit Produksi Benih Sumber (UPBS) baik yang ada di Balai Komoditas (Balit) maupun yang ada di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang berada di seluruh Indonesia. BPTP Sulawesi Tengah melalui Kegiatan Sekolah lapang Kedaulatan pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih Jagung melakukan pembinaan kelompok tani penangkar benih dalam upaya mencapai swasembada pangan terutama sebagai unit produksi yang menyediakan kebutuhan benih varietas unggul Baru (VUB). Dimana secara total pemanfaatan benih unggul akan memberikan nilai tambah berupa terjadinya peningkatan tambahan produksi dan penerimaan usahatani. Ketersediaan benih bermutu untuk peningkatan luas layanan tidak terlepas dari peran serta masyarakat dalam penangkaran benih. Kepala Balai BPTP Sulawesi Tengah (Dr. Andi baso Lompengeng Ishak, S.Pt, MP) dalam arahannya menjelaskan bahwa kapasitas keberhasilan kelompok penangkar benih dapat dilihat dari : (1) penguasaan inovasi teknologi; (2) persiapan budidaya; (3) penerapan komponen teknologi; (4) berorientasi pemasaran hasil; (5) menjalin kemitraan; dan (6) keberlanjutan usaha. Penangkaran benih akan tetap berkesinambungan apabila ada produksi benih dan ada kejelasan pasar dari benih yang dihasilkan oleh penangkar, baik itu melalui kerjasama di dalam atau di luar kelompok itu sendiri. Sehingga Kepala BPTP mengharapkan kedepan, bagaimana kelompok penangkar bisa secara mandiri membangun kerjasama dalam hal pemasaran hasil baik melalui Pemerintah Desa (Bumdes) atau dengan membangun koperasi secara mandiri di tingkat petani penangkar dan menjalin kemitraan dengan pihak swasta. Sehingga peran kelompok penangkar benih sangat diharapkan dapat mewujudkan penyiapan cadangan benih daerah khususnya di Sulawesi Tengah. Jayalah Pertanian Indonesia

Menyikapi perkembangan kegiatan pembangunan pertanian yang sangat pesat pada saat ini tentunya membutuhkan tenaga penyuluh yang handal guna pelaksanaan tugas dan pencapaian program pembangunan pertanian. Di sisi lain semakin meningkatnya pengetahuan dan pendapatan petani menjadikan semakin meningkat pula tuntutan petani atas kebutuhan informasi mengenai teknologi untuk peningkatan usahataninya. Sehingga diperlukan upaya mendorong dan menjadikan penyuluh semakin professional dalam mendiseminasikan teknologi yang mendukung usahatani petani dan mengawal pelaksanaannya di lapangan.


Upaya meningkatkan profesionalisme penyuluh dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah peningkatan kapasitas penyuluh melalui pelatihan yang berkaitan dengan kegiatan penyuluhan, mulai dari perencanaan hingga pengembangannya. Oleh karena itu pada hari Senin, 17 September 2018, BPTP Sulawesi Tengah melakukan kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyuluh BPTP.


Kegiatan ini dibuka oleh Kasubag. Tata Usaha BPTP Sulawesi Tengah, Rudi Aksono, SP mewakili Ka. Balai BPTP Sulawesi Tengah. Dalam arahannya, beliau mengharapkan penyuluh dapat mencermati dengan baik materi yang disampaikan, sehingga nantinya dapat diteruskan ke tingkat lapangan atau kepada petani yang membutuhkan informasi teknologi tersebut. Peserta kegiatan ini terdiri dari Penyuluh dan Peneliti BPTP Sulawesi Tengah, Penyuluh Provinsi Sulawesi Tengah lingkup Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta Dinas Pangan Daerah.


Adapun materi dan narasumber dari kegiatan ini adalah : 1. Teknologi Largo Super oleh Ir. Agus Guswara, MM Peneliti dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi; 2. Teknik Penyusunan Programa Penyuluhan oleh Ir. Inang Sariati, MM yang merupakan penyuluh dari Pusat Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian; 3. Teknologi Budidaya Bawang Merah Menggunakan True Seed of Shallot (TSS) oleh Ir. Saidah, MP Peneliti BPTP Sulawesi Tengah; 4. Teknologi Biochar oleh Muchtar, SP. MP. Peneliti BPTP Sulawesi Tengah; 5. Teknik Identifikasi Kajian Kebutuhan dan Peluang oleh Dr. Herawati, SP. MSi Penyuluh BPTP Sulawesi Tengah.


Kegiatan pelatihan berupa pemberian materi, diskusi dan dilanjutkan dengan kunjungan ke lapangan. Kunjungan lapangan dilakukan ke lokasi budidaya bawang merah menggunakan TSS di Desa Kotarindau, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Pada kunjungan lapangan ini, peneliti BPTP Sulawesi Tengah yang juga menjadi narasumber pada kegiatan pelatihan Ir. Saidah, MP, memperlihatkan kepada peserta performa tanaman bawang dari biji (TSS); perkembangan pertanaman bawang; pengendalian OPT menggunakan likat kuning, perangkap feromon exi, tanaman perangkap berupa bunga matahari dan tagetes; disertai penjelasan dari petani kooperator mengenai pengalamannya dalam budidaya bawang merah menggunakan TSS.

BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah kembali melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang (SL) dalam rangka percepatan diseminasi Inovasi Teknologi Balitbangtan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu lalu (08/09/2018), bertempat di Desa Labuan Panimba Kec. Labuan Kab. Donggala. Sekolah Lapang dengan materi Inovasi Teknologi Pakan Ternak tersebut berkaitan dengan kegiatan Kajian Pengembangan Model Usaha Perbibitan Sapi Potong Lokal Terintegrasi di Bawah Tegakan Kelapa pada Peternakan Rakyat yang dilaksanakan oleh BPTP Balitbangtan Sulteng tahun 2018. Peserta SL terdiri dari petani/peternak anggota kelompok ternak Kasosoka Jaya Sehati dan Bulu Antoli Desa Labuan Panimba, petugas teknis peternakan yakni inseminator, petugas Pemeriksa Kebuntingan (PKB), Asisten Teknis Reproduksi (ATR) serta sejumlah staf Puskeswan Kec. Labuan.  Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak, S.Pt., MP selaku Kepala BPTP Balitbangtan Sulteng turut hadir dan menyampaikan sambutan sekaligus materi mengenai Inovasi Teknologi Balitbangtan Mendukung Upsus SIWAB dan Perbibitan Sapi Potong. Dalam materinya, Kepala BPTP Sulteng menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian saat ini telah menghasilkan beberapa produk inovasi teknologi bidang peternakan yang siap untuk di diseminasikan, antara lain pakan Minoxvit, Bioplus Pedet, Hormon Estrunak dan Tes Kit untuk deteksi kebuntingan. Selain memperkenalkan produk inovasi teknologi Balitbangtan, Dr. Andi Baso juga menyinggung mengenai upaya pemurnian Sapi Donggala. Dikatakannya, Sapi Donggala adalah sapi lokal/asli Sulawesi Tengah yang telah di sahkan sebagai salah satu rumpun sapi Nasional melalui SK Menteri Pertanian. “Oleh karena sapi Donggala telah diakui sebagai sapi lokal/asli Sulteng, maka sangat perlu ada upaya untuk memurnikan kembali sapi Donggala ini, agar populasinya bertambah, tidak malah semakin berkurang”, ujarnya. “Kegiatan kajian yang dilaksanakan oleh BPTP Sulteng di Desa Labuan Panimba ini, merupakan langkah awal untuk tujuan itu”, demikian penjelasan Kepala BPTP Sulteng, Dr. Andi Baso disela-sela materi yang disampaikannya. Selain materi yang disampaikan Kepala BPTP Sulteng, pada kesempatan itu peserta SL juga diberikan dua materi lainnya yang disampaiakan oleh Peneliti/Penyuluh BPTP Sulteng, masing-masing tentang pengembangan hijauan pakan ternak (HPT) unggul di bawah pertanaman kelapa oleh Moh. Takdir, S.Pt., M.Sc (Peneliti Peternakan) dan pengolahan limbah pertanian (tanaman jagung) untuk pakan ternak oleh Pujo Haryono, S.ST (Penyuluh Peternakan). Di akhir kegiatan SL hari itu (Sabtu, 08/09/2018) dilakukan praktek pengolahan limbah tanaman jagung untuk pakan ternak dengan metode fermentasi menggunakan Mikro Organisme Lokal (MOL). Kegiatan SL di Desa Labuan Panimba pada kelompok Ternak Kasosoka Jaya Sehati dan Bulu Antoli merupakan rangkaian dari kegiatan Kajian Pengembangan Model Usaha Perbibitan Sapi Potong Lokal Terintegrasi di Bawah Tegakan Kelapa pada Peternakan Rakyat yang dilaksanakan oleh BPTP Balitbangtan Sulteng tahun 2018. Sekolah Lapang dilaksanakan terjadwal setiap dua minggu sekali dengan materi yang berbeda. Rencananya, pada kegiatan SL dua minggu mendatang materi yang diberikan adalah tentang Peningkatan Kinerja Reproduksi Sapi Betina.