JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Semakin tingginya tuntutan kepada penyuluh pertanian dalam mendukung program pembangunan pertanian, mendorong para penyuluh untuk lebih profesional. Selain penyuluh harus memiliki kualitas dan kualifikasi yang terstandar, meruka juga harus mampu bekerjasama dan menjalin keterpaduan dengan berbagai pihak. Keterpaduan tersebut termasuk dengan lembaga penelitian dan pengembangan, sebab dapat dikatakan bahwa seorang penyuluh merupakan perpanjangan tangan dari peneliti yang akan mendiseminasikan inovasi kepada pengguna teknologi. Berkaitan dengan itu, maka pada hari Jumat (6 Juli 2018) para penyuluh di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah melakukan silaturahmi, yang bertujuan semakin meningkatkan sinergitas dalam pengawalan program pembangunan pertanian saat ini, yang akan mendukung tugas-tugas kepenyuluhannya.  Penyuluh Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah saat ini terdiri atas penyuluh BPTP Sulawesi Tengah (10 orang), Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (10 orang) dan Dinas Perkebunan dan Peternakan (10 orang).  Hadir pada kesempatan tersebut sebanyak 16 orang penyuluh dan Kasie. KSPP BPTP Sulawesi Tengah. Pertemuan dipimpin oleh  koordinator Penyuluh BPTP Sulawesi Tengah (Ir. Yakob Bunga). Pertemuan yang diisi dengan diskusi diakhiri dengan kesepakatan antara lain bahwa sinergitas harus terjalin dan berlangsung dua arah dan saling menguntungkan. BPTP perlu didukung oleh penyuluh di dinas tingkat provinsi, serta di daerah.  Penyuluh di dinas terkait dapat turut serta pada setiap tahapan kegiatan inovasi teknologi, sebaliknya penyuluh BPTP juga akan dilibatkan pada kegiatan penyuluhan di daerah.  Selama ini proses keterlibatan penyuluh dari berbagai kegiatan penyuluhan di instansi masing-masing telah berjalann, namun dirasakan masih rendah dan terkadang belum menyeluruh. Disepakati bahwa BPTP Sulawesi Tengah menjadi sekretariat bagi para penyuluh provinsi dengan menjadwalkan pertemuan pada setiap bulan dan dapat saling mengisi informasi tentang perkembangan penyuluhan di Sulawesi Tengah.

 

Kegiatan Kajian Pengembangan Usaha Perbibitan Sapi Potong Lokal Terintegrasi di Pertanaman Kelapa pada Peternakan Rakyat memasuki tahap identifikasi karakteristik peternak dan Kajian Kebutuhan dan Peluang (KKP). Kegiatan ini telah di laksanakan pada tanggal 28-29 Juni 2018 bertempat di Desa Labuan Panimba Kec. Labuan Kab. Donggala.
Identifikasi karakteristik peternak serta kegiatan Kajian Kebutuhan dan Peluang (KKP) oleh tim pengkaji BPTP Balitbangtan Sulteng antara lain; Moh. Takdir, S.Pt, M.Sc, Wardi, S.Pt dan Arianti Bakrie, S.Pt tersebut dilakukan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner pada anggota kelompok peternak Kasosoka Jaya Sehati selaku pelaksana utama kegiatan.
Identifikasi dan KKP dimaksudkan untuk menggali infromasi dan memperoleh data-data awal terkait kegiatan perbibitan sapi potong pada peternakan rakyat, khususnya di Desa Labuan Panimba Kec. Labuan Kab. Donggala.

Komoditas tanaman pangan termasuk jagung memiliki peranan penting dalam pemenuhan pangan, pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya kian meningkat dan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan serta berkembangnya industri pangan dan pakan, sehingga dari sisi ketahanan pangan fungsinya menjadi amat penting dan strategis. Terkait hal tersebut dibutuhkan pencapaian ketersedian pangan, pakan, industri guna mengimbangi laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi terutama di wilayah perkotaan. Peran Balitbangtan berperan penting dalam pendampingan dan pengawalan teknologi pertanian. Hal ini tentunya dapat mendukung peningkatan produksi dan produktivitas terhadap komoditi tanaman pangan khususnya komoditi jagung dalam rangka pencapaian swasembada berkelanjutan. Dukungan Inovasi Teknologi Badan Litbang Pertanian melalui demfarm perbenihan jagung NASA 29 yang salah satu wilayahnya dilakukan di Kota Palu Sulawesi Tengah. Varietas unggul Jagung NASA 29 merupakan salah satu keberhasilan nyata yang dihasilkan oleh Balitbangtan Kementerian Pertanian, jagung hibrida ini memiliki keunggulan dengan tongkol ganda, warna batang dan daun di atas tongkol masih hijau saat biji sudah masak/waktu untuk panen sehingga dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Umur panen 100 hst dengan potensi hasil mencapai 13,5 t/ha dengan pengisian biji pada tongkol penuh dan kelobot tertutup sempurna, memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai, karat dan hawar. Inovasi teknologi alsintan berpeluang dapat mengatasi kelangkaan tenaga kerja terutama bagi petani yang berusaha tani yang masih berada di wilayah perkotaan. Sehubungan dengan hal ini, Kelompok tani Namboraya dengan mayoritas usahatani yang dilakukan adalah usahatani jagung dengan luas hamparan seluas 25 hektar, biasanya digunakan untuk usahatani jagung yang pada umumnya untuk tujuan konsumsi lokal dan untuk kebutuhan pakan ternak.  Namun saat ini telah dilakukan pengolahan lahan dengan menggunakan hand traktor seluas 5 hektar termasuk untuk usahatani perbenihan jagung varietas Badan Litbang Pertanian yaitu NASA 29 seluas 1 hektar yang bertujuan untuk memperkenalkan dan memasyarakatkan varietas jagung Badan Litbang yang tentunya dapat meningkatkan produktivitas jagung seperti yang telah dilakukan di willayah perbenihan lain di Sulawesi Tengah. Keberhasilan peningkatan produktivitas usahatani jagung juga tentunya ditunjang oleh sarana pendukung usahatani yaitu alsintan. Kehadiran teknologi alsintan seperti traktor ini akan membantu petani terutama saat pengolahan lahan untuk mengawali kegiatan usahatani terutama dalam kegiatan yang dulunya sebagian besar hanya dilakukan oleh tenaga kerja manusia ataupun ternak sapi, hal ini tentunya juga dapat menghemat waktu kerja bila dibandingkan dengan cara manual. Selain dilakukan persiapan lahan untuk perbenihan jagung NASA 29 juga dilakukan identifikasi kebutuhan teknologi yang dibutuhkan oleh petani dikawasan pertanaman jagung tersebut yang selama ini di duga belum menerapkan inovasi teknologi khususnya perbenihan jagung. Hal ini ditunjukkan dari hasil kegiatan identifikasi bahwa para petani jagung belum mengetahui usahatani perbenihan jagung yang sesuai dengan anjuran teknologi mulai dari tahap persiapan lahan hingga panen/pasca panen. Peran BPTP Sulawesi Tengah beserta stakeholder sangat dibutuhkan agar produktivitas jagung dapat meningkat.

Jum'at 29 Juni 2018 di TSP Sidondo, acara pelepasan siswa prakerin SMKN I Toribulu Kab. Parigi sebanyak 31 siswa Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Penerimaan Siswa Prakerin SMKN I Galang kab. Toli Toli sebanyak 40 siswa Jurusan Agribisnis Perkebunan. Mereka telah melaksanakan prakerin selama 3 bulan bagi SMK Negeri I Toribulu dan yang akan melaksanakan prakerin selama 3 bulan bagi siswa SMKN I Galang di KP Sidondo. Pisah dan terima ini langsung dipimpin oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Sulawesi Tengah. Dalam sambutan dan pesan yang diberikan dari Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah untuk siswa yang telah melaksanakan Prakerin diharapkan bisa menerapkan ilmu yang didapat dari KP Sidondo, serta dapat mendukung program strategis Kementerian Pertanian dalam peningkatan produksi tanaman pangan. Bagi siswa yang baru diterima di KP Sidondo diharapkan mampu menerapkan kedisiplinan,kerja keras, serta menyerap ilmu yang akan didapatkan selama prakerin di KP Sidondo BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah.