JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Program UPSUS Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) guna mewujudkan kemandirian pangan dan meningkatkankesejahteraan petani di Sulawesi Tengah dilaksanakan antara lain melalui percepatan luas tambah tanam (LTT) dan meningkatkan produksi dan produktivitas setiap komoditi. Menyikapi laporan LTT Sulawesi Tengah yang menunjukkan capaian yang masih rendah, maka dilakukan konsolidasi melalui Rakor UPSUS Sulawesi Tengah.

Hingga Bulan April 2018, realisasi tanam Sulawesi Tengah masih rendah dibandingkan dengan realisasi yang dicapai pada bulan yang sama pada tahun sebelumnya, dimana pada April 2018 realisasi tanam baru mencapai 13.520 ha dari target tanam April 2018 sebesar 26.000 ha.

Rakor UPSUS ini sebagai wahana untuk mengevaluasi pelaksanaan program UPSUS Pajale-Babe di Sulawesi Tengah periode Oktober 2017-Maret 2018 dan pelaksanaan April-September 2018. Kegiatan koordinasi yang dilangsungkan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah berlangsung di Auditorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Sulawesi Tengah yang dihadiri oleh para pelaksana UPSUS di wilayah ini pada hari Kamis, 26 April 2018. Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Dr. Ir. Mat Syukur, MS. (Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional sekaligus sebagai Penanggungjawab UPSUS Sulawesi Tengah), Dinas Tanaman Pangan dan Hortikutura Propinsi Sulawesi Tengah, Bulog ,TNI AD (Korem 132/ Tadulako, Kodim 1306 /Donggala, Kodim 1307/Poso, Kodim 1308/Toli-toli) Kepala Dinas yang membidangi Tanaman Pangan dan Hortikultura se-Sulawesi Tengah, Peneliti/penyuluh BPTP Sulawesi Tengah.

Dr. Ir. Mat syukur, MS. dalam arahannya mengharapkan untuk setiap kabupaten agar melakukan sinkronisasi pencatatan, pelaporan dan pengawalan data LTT agar dapat tercatat dan sesuai dengan data yang ada di BPS. Selain itu data LTT harus dibuktikan dengan dokumentasi melalui open camera, agar dapat dipertanggungjawabkan. Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk menambah realisasi tanam perlu dikawal program PATB padi dan harus dilaporkan ke BPS sekaligus menjadi data laporan LTT Provinsi.

Sementara itu, Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah (Dr.Andi Baso Lompengeng Ishak, S.Pt,MP.), menjelaskan bahwa upaya mensukseskan program swasembada pangan nasional, BPTP Sulawesi Tengah terus mendorong percepatan tanam melalui Luas Tambah Tanam yang didukung dengan inovasi teknologi. Kegiatan percepatan LTT tersebut dilakukan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Sejalan dengan itu Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah (Ir.Trie Iriany Lamakampali, MM) menyampaikan bahwa LTT untuk musim tanam (MT) Okmar 2017/2018 tercapai, akan tetapi LTT padi bulan April 2018 baru mencapai 52% dari target 26.000 hektar. Sehingga selisih 12.480 hektar harus segera dikejar hingga akhir bulan ini, agar MT ASEP 2018 dapat tercapai. Diharapkan juga pengawalan percepatan LTT dan mengoptimalkan alat serta mesin pertanian melalui brigade pengolahan lahan dan tanam dapat bekerjasama dengan pihak terkait seperti TNI.

Kasrem 132/Tadulako (Letkol Inf. Sampang Sihotang), mengajak semua pihak terkait untuk terus meningkatkan kerjasama dan komunikasi, baik sebagai pengambil kebijakan maupun operasional dilapangan, seperti penyuluh dan Babinsa, dalam melaporkan LTT sehingga tercatat dengan baik di BPS, agar program swasembada pangan dapat tercapai.

Disisi lain Kepala Perum Bulog Sulawesi Tengah (Khozim, SH), menyampaikan realisasi serapan gabah Bulan April tahun 2018 mengalami penurunan dibandingkan April 2017 (April 2017 sebesar 3.750 ton menjadi 1.100 ton pada April 2018). Ini disebabkan permintaan dari luar cukup tinggi meskipun di wilayah kabupaten menunjukkan potensi padi telah mulai panen namun harga masih cukup tinggi.

Upaya mengejar target LTT dan menghadapi musim kering di Sulawesi Tengah adalah dengan membangun damparit guna menjamin ketersediaan air yang dapat dimanfaatkan untuk luasan lahan sekitar 100 hektar, sebagaimana direkomendasikan oleh Kepala Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Litbang Pertanian (Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr.).

Rakor ini menghasilkan kesepakatan dan solusi atas beberapa masalah yang dihadapi dalam mencapai LTT antara lain target yang belum tercapai dari setiap kabupaten akan diperbaiki dan dilaporkan untuk dicatat di BPS. Peran Kabid, LO, dan KCD setiap wilayah untuk meningkatkan disiplin dan memperjuangkan selisih angka tersebut agar dapat tercatat di BPS. Masalah ketersediaan gudang dibeberapa wilayah saat ini telah diupayakan, namun ketersediaan tenaga masih dikoordinasikan dengan Bulog Pusat.