JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Program peningkatan dan percepatan produksi tanaman pangan utama (padi, jagung, dan kedelai) bertujuan untuk mewujudkan kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Tujuan tersebut memerlukan usaha keras yaitu melalui program Upaya Khusus (UPSUS) Pajale yang melibatkan kerjasama semua pihak mulai dari stakeholder Kementerian Pertanian, TNI, petani, dan semua pihak terkait. Program UPSUS Pajale salah satunya dilaksanakan melalui percepatan luas tambah tanam (LTT), serta meningkatkan produksi dan produktivitas, yang juga dilaksanakan di Sulawesi Tengah. Saat ini realisasi tanam Sulawesi Tengah bulan April 2018 baru mencapai 13.520 ha masih jauh dari target tanam bulan April 2018 sebesar 26.000 ha. Angka ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan realisasi tanam yang telah dicapai pada April 2017 yang lalu. Sehingga diperlukan gerakan untuk mendorong percepatan tanam di semua wilayah Sulawesi Tengah, salah satunya melalui gerakan tanam Varietas Unggul Baru (VUB) Balitbangtan untuk komoditi padi lahan sawah dengan mengintroduksi Inpari 30 dan Inpari 36 yang memiliki keunggulan masing-masing pada demfarm perbenihan yang dilaksanakan pada Jumat 27 April 2018 di Desa Balentuma, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala. Acara tersebut merupakan kolaborasi antara BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah bersama dengan penyuluh pertanian, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Donggala serta TNI. Gerakan tanam dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Kepala BPTP Sulawesi Tengah beserta staf Peneliti/Penyuluh Balitbangtan Sulawesi Tengah, Danrem 132 Tadulako, Dandim 1306 Donggala, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Donggala, Camat Sirenja, Kepala BPP Lompio, Kades Balentuma, penyuluh dan anggota kelompok tani se Kecamatan Sirenja. Lokasi gerakan tanam ini merupakan Demonstrasi Farming (Demfarm) perbenihan BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah. Komponen teknologi yang akan diintroduksi penerapan jajar legowo (jarwo) super. Teknologi jarwo super adalah teknologi budidaya terpadu padi sawah irigasi berbasis tanam jajar legowo 2:1, yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) setelah melalui penelitian dan pengkajian pada  berbagai lokasi di Indonesia. Selain menggunakan sistem tanam jajar legowo 2:1 sebagai basis penerapan di lapangan, bagian penting dari teknologi Jajar Legowo Super adalah:
1.    Varietas Unggul Baru (VUB) potensi hasil tinggi
2.    Biodekomposer, diberikan sebelum pengolahan tanah
3.    Pupuk hayati sebagai seed treatment dan pemupukan berimbang berdasarkan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS)
4.    Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menggunakan pestisida nabati dan pestisida anorganik berdasarkan ambang kendali, serta
5.    Alat dan mesin pertanian, khususnya untuk tanam (jarwo transplanter) dan panen (combine harvester)
Dr. Mat Syukur selaku penanggung jawab UPSUS Pajale di Sulawesi Tengah dalam arahannya menyampaikan bahwa pentingnya penerapan teknologi yang maju untuk meningkatkan provitas padi diharapkan kehadiran BPTP yang sudah banyak di kenal dalam pengawalan teknologi secara terus menerus melakukan pengawalan teknologi yang ketat dalam kelangsungan kegiatan tersebut. Demontrasi teknologi yang diperkenalkan langsung kepada petani ini diharapkan akan mempercepat adopsi teknologi oleh petani sehingga akan mendongkrak produksi dan produktivitas. Hasil demfarm diharapkan akan mempercepat penyebaran VUB padi di Kabupaten Donggala terutama memenuhi kebutuhan benih padi di musim tanam berikutnya sehingga luas tambah tanam dapat terus meningkat, dan swasembada pangan tercapai dan berkelanjutan.