JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) sebagai salah satu unsur kelembagaan dalam Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi memiliki misi: 1) Menghasilkan, mengembangkan, dan mendiseminasikan inovasi teknologi, sistem, dan model, serta rekomendasi kebijakan di bidang pertanian yang berwawasan lingkungan dan berbasis sumber daya lokal guna mendukung terwujudnya pertanian industrial unggul berkelanjutan; 2) Meningkatkan kualitas sumber daya penelitian dan pengembangan pertanian serta efisiensi dan efektivitas pemanfaatannya; 3) Mengembangkan jejaring kerjasama nasional dan internasional dalam rangka penguasaan iptek dan peningkatan peran Balitbangtan dalam pembangunan pertanian. Dalam melakukan tugas dan fungsinya, manajemen Balitbangtan yang terdiri dari berbagai Pusat Penelitian didukung oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang berada di setiap propinsi. BPTP Balitbangtan, sesuai dengan Permentan Nomor 19/Permentan/OT.020/5/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengkajian Teknologi Pertanian mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, perakitan, dan pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. BPTP juga menyelenggarakan fungsi diantaranya adalah pelaksanaan pengembangan tekonologi, diseminasi hasil pengkajian serta perakitan materi penyuluhan, dan pelaksanaan bimbingan teknis materi penyuluhan, serta diseminasi hasil penelitan dan pengkajian teknologi pertanian spesifik lokasi. Proses percepatan diseminasi oleh BPTP Sulawesi Tengah perlu didukung oleh tenaga penyuluh pertanian daerah di tingkat kabupaten hingga tingkat kecamatan. Oleh karena itu diperlukan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi penyuluh daerah baik dari segi aspek kognitif, afektif, dan motorik. Perubahan kemampuan penyuluh ke arah yang lebih baik akan mendorong terlaksananya tugas penyuluhan baik dari proses maupun mutu kegiatan, selain itu diseminasi inovasi teknologi diharapkan akan lebih berkembang dengan pesat sehingga laju penyebarannya lebih cepat dan teraplikasi di tingkat petani. Upaya untuk meningkatkan kompetensi profesional penyuluh dapat difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam perencanaan, pelaksanaan, dan mengevaluasi berbagai kegiatan penyuluhan melalui pelatihan. Dari kegiatan tersebut penyuluh diharapkan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tentang materi yang berkaitan dengan tugas mereka sebagai penyuluh.
Berkaitan dengan hal tersebut maka pada Rabu hingga Kamis, 2 s/d 3 Mei 2018, BPTP Balitabangtan Sulawesi Tengah mengadakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Daerah dipusatkan di Desa Wanga Kecamatan Lore Peore Kabupaten Poso. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Ketua Program BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah Dr. Ir. Syafruddin, MP., dihadiri oleh Pemulia Balai Penelitian Serealia, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang diwakili oleh Kasie. Penyuluhan Bahri Edy Yasin, Camat Lore Peore Sam Lautawa, SE., Kepala Desa Wanga Kristovel Sampali, Babinsa, Kepala Polisi Masyarakat, Peneliti dan Penyuluh BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah, Penyuluh Petanian (ASN dan THL) dan Penyuluh Swadaya pada empat kecamatan yaitu Kecamatan Lore Tengah, Lore Peore, Lore Utara, dan Lore Timur, Gapoktan, dan anggota kelompok tani yang berada di Desa Wanga dan Wuasa. Pada kegiatan yang diaksanakan selama dua hari tersebut, peserta diberikan materi dalam bentuk tatap muka dan praktek. Adapun materi dalam bentuk tatap muka yaitu Arah dan Kebijakan Pengkajian dan Diseminasi BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, Inovasi Teknologi Perbenihan Jagung Hibrida NASA 29, dan Sinergitas BPTP dan Penyuluh Daerah dalam Percepatan Pendayagunaan Inovasi Pertanian. Para penyuluh juga dibekali dengan praktek guna meningkatkan keterampilan dalam Perbenihan Jagung Hibrida NASA 29, dan praktek peningkatan kompetensi penyuluh dari aspek soft skill, antara lain kemampuan untuk merencanakan, melaksanakan, mengembangkan dan mengevaluasi kegiatan penyuluhannya. Pemberian materi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja penyuluh dalam mendukung peningkatan produktivitas di daerah masing-masing.