JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Upaya mendorong dan mempercepat keberhasilan pelaksanaan UPSUS Pajale mencapai peningkatan produksi tanaman pangan, pemerintah memfasilitasi penyediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan). Alsintan merupakan kebutuhan yang substantial mengingat sekitar 40% dari biaya produksi merupakan biaya tenaga kerja yang dapat diefisienkan. Lebih lanjut ketersediaan tenaga kerja di beberapa wilayah saat ini tidak bisa memenuhi kebutuhan sehingga ketersediaan alsintan sangat diperlukan. Namun demikian beberapa masalah terjadi di lapangan sehingga perlu upaya optimalisasi alsintan. Oleh karena itu pada Hari Selasa 8 Mei 2018 dilaksanakan Rapat Koordinasi Optimalisasi Alsintan Mendukung Program Upaya Khusus Propinsi Sulawesi Tengah. Pada kesempatan tersebut dihadiri Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasinal selaku Penanggung jawab Upsus Sulawesi Tengah, Kepala BBSDLP, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan Propinsi Sulawesi Tengah, Danrem 132/Tadulako, Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah, Peneliti/penyuluh BPTP Sulawesi Tengah. Dr. Ir. Mat syukur, MS selaku  Penanggungjawab UPSUS wilayah Sulawesi Tengah dalam arahannya menyampaikan bahwa Menteri Pertanian memperhatikan pada permasalahan petani pada level bawah terutama pada dua hal yiatu irigasi dan alsintan. Guna mengatasi permasalahan optimalisasi alsintan di lapangan, perlu inisiasi  berupa mapping jenis dan lokasi serta berapa kebutuhan untuk mengetahui konsentrasi penggunaan alsintan. Kuesioner kebutuhan alsintan diperlukan untuk mendapatkan data yang detil sehingga pengadaan alsintan ke depan menyesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi petani. Sejalan dengan itu Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr selaku Penanggungjawab Optimalisasi Penggunaan Alsintan Sulawesi Tengah menyatakan Menteri Pertanian berpesan agar alsintan baik dari DAK Kementan, APBD Propinsi maupun swasta diefektifkan untuk meningkatkan produksi pertanian, mempercepat luas tambah tanam, dan panen pajale yang selanjutnya akan terindikasi pada laporan KCD ke BPS. Kekurangan tenaga kerja khususnya di luar Pulau Jawa bisa diantisipasi menggunakan alsintan selain dapat menghemat biaya tenaga kerja sampai dengan 20%. Salah satu upaya optimalisasi kegiatan penyediaan alsintan  adalah mengekfektifkan penggunaan alsintan yang mangkrak dan mengetahui permasalahan di lapangan seperti ketrampilan dalam pengoperasian dan perawatan. Dibutuhkan informasi/data lokasi alsintan yang mangkrak dan penyebab mangkraknya alsintan tersebut. Di sisi lain Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah (Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak, S.Pt.,MP), menyatakan bahwa rapat koordinasi optimalisasi alsintan dimaksudkan untuk mempercepat dan mendukung pencapaian potensi panen di bulan Mei dimana ditarik dari waktu tanam pada Bulan Mei potensi panen sebesar 25.496 hektar. Seiiring dengan itu Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Sulawesi Tengah (Ir. Retno Erningtyas, MSi.) menyatakan bahwa upaya Penambahan Areal Tanam Baru (PATB) saat ini diprioritaskan di lahan kering, karena lahan padi sawah terkendala pada irigasi. Data di lapangan terjadi kekurangan alsintan di beberapa lokasi antara lain kekurangan alat tanam di Desa Simpang Raya Kabupaten Banggai, sehingga memerlukan pendataan kembali kebutuhan alsintan. Combine harvester ukuran kecil belum dimanfaatkan secara optimal karena tidak efektif untuk lahan sawah dan lebih diprioritaskan pada lahan kering. Kebutuhan alsintan lain yaitu alat panen jagung dan kedelai yang lebih modern, serta dryer untuk mempercepat pengeringan dan mengantisipasi curah hujan yang tinggi.Sementara itu Danrem 132/Tadulako (Letkol Inf. Sampang Sihotang), mengharapkan adanya sinergi untuk mengefektifkan kerja brigade alsintan dalam mensukseskan target-target Kementan. Rakor ini menghasilkan kesepakatan untuk melakukan pendataan alsintan di setiap kabupaten dan membuat laporan pemanfaatannya. Selanjutnya untuk memanfaatkan alsintan tersebut perlu dilakukan pelatihan dalam operasionalisasi di lapangan/lahan pertanian yang disesuaikan dengan musim tanam dan musim panen, serta dikoordinasikan kepada BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah.