JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Dalam upaya menambah wawasan dan pengetahuan petani dalam berusaha tani modern dan berwawasan lingkungan yang baik. Pada hari selas 8 Mei 2018 dengan rombongan berjumlah sekitar 20 orang, yang terdiri dari Penyuluh Pertanian Lapang (PPL),dan anggota kelompok tani Sinar Ternak desa Labuan Toposo Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala berkunjung ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tengah.


Secara khusus, kunjungan tersebut bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai pengembangan bidang pertanian dan Usaha Peternakan dan hasil ikutannya yang telah dilaksanakan oleh BPTP Sulawesi Tengah. Pada kesempatan tatap muka di Agrimart sharing informasi dua arah terjadi dalam diskusi yang dinamis mulai dari konsep pertanian berkelanjutan, peran pertanian hingga persoalan yang dihadapi petani pada umumnya. Beberapa masukan dan solusi terkait dengan permasalahan yang diangkat menjadi point penting dalam diskusi tersebut. Setelah pemaparan dilanjutkan melihat pertanian ramah lingkungan, diantaranya pertanaman di Agrimart BPTP yang mengedepankan Kawasan Rumah Pangan Lestari, yang berbasis kawasan sayuran organic dan pemanfaatan lahan pekarangan.


Kunjungan dilanjutkan di kelopok tani Natural di UPT Bulupountu Jaya, dimana kawasan tersebut merupakan binaan BPTP Sulteng serta telah menerapkan pertanian organic dengan memanfaatkan kotoran dan urin ternak. Sharing informasi dua arah tentang budidaya sapi potong lokal secara intensif sangat menarik anggota karena pola pemeliharaan sapi di Lokasi Klp. Tani Sinar Ternak secara umum masih dilaksanakan secara semi intensif dimana siang digembalakan pada waktu malam dikandangkan.
Kunjungan dilanjutkan ke Taman Saint Pertanian (TSP) Sidondo. Dalam kunjungan tersebut petani sangat tertarik dengan pertanaman hijauan pakan ternak unggul dibawah tegakan kelapa, hal ini dikarenakan potensi lahan yang sama tetapi belum dimaksimalkan dengan pertanaman HMT guna mendukung usaha ternak sapi. Dalam kunjungan tersebut juga diperkenalkan pengolahan pupuk organic dari kotoran ternak dengan pengkayaan arang tongkol jagung atau biasa disebut Biocar, penggunakan pupuk biocar sangat dibutuhkan di propinsi Sulawesi tengah yang merupakan daerah katulistiwa dan mempunyai daerah kering dan tipe iklim kering. Potensi tongkol jagung juga mendukung di kawasan kec. Labuan kab. Donggala.