JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Konsumsi daging dan telur ayam kampung di Provinsi Sulawesi Tengah dari tahun ketahun mengalami peningkatan, sedangkan produksinya belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan budidaya ayam kampung yang memiliki nilai produksi telur tinggi serta penghasil daging. Untuk itu BPTP Sulawesi Tengah membuat inti plasma Ayam KUB Balitbangtan di Desa Bulubente, Kec. Dolo Selatan, Kab. Sigi. Diharapkan hal ini bisa memenuhi ketersedian pangan asal ternak yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Ayam KUB merupakan jenis ayam kampung dengan galur baru yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian. Budidaya ayam KUB bertujuan untuk meningkatkan produksi telur ayam kampung agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.


Minggu 24 Juni 2018, Kepala BPTP Sulawesi Tengah Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak, S.Pt, MP secara simbolis menyerahkan DOC Ayam KUB kepada Inti Plasma dalam rangka diseminasi produk unggulan dari Balibangtan Kementerian Pertanian di Desa Bolubente, Kec. Dolo Selatan, Kab. Sigi Prov. Sulawesi Tengah sebayak 500 ekor DOC. Penyerahan DOC juga dihadiri oleh beberapa peneliti dan penyuluh di lingkungan BPTP Sulawesi Tengah diantaranya Mardiana Dewi, S.Pt, Arif Cahyono, S.ST, Wardi, S.Pt dan Anti, S.Pt. Diharapkan dengan diseminasi ini bisa memberikan Transfer of Knowledge kepada masyarakat serta bisa mendukung kegiatan program unggulan Pemerintah Daerah dan program unggulan dari Kementerian Pertanian yaitu program bedah kemiskinan untuk kesejahteraan rakyat, disisi lain juga mendukung percepatan pemenuhan protein berupa pangan asal ternak yang berkualitas serta murah kepada masyarakat. Selain itu juga diharapkan dengan keberadaan Inti Plasma Ayam KUB ini bisa menjadi grand desain perkembangan ayam KUB di Sulawesi Tengah sehingga Ayam KUB Balitbangtan ini bisa diterima dan menyebar di masyarakat , dimana suatu saat akan menjadi Primadona di Sulawesi Tengah. Keterkaitan dengan ini diharapkan bisa secara tidak langsung dapat memenuhi percepatan menuju Lumbung Pangan Dunia yang dicita-citakan yang  ditargetkan terwujud di tahun 2045 sesuai dengan visi misi Kementerian Pertanian.