JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Rabu (8/8/2018) bertempat di Desa Kalawara Kec. Gumbasa Kab. Sigi telah dilaksanakan Panen Raya dan Temu Lapang Jagung Varietas Unggul Baru (VUB) NASA 29 sebagai bentuk Diseminasi VUB Badan Litbang Pertanian. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Kaji Terap Inovasi Pertanian yang dilaksanakan oleh BPTP Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2018 bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kab. Sigi dan BP3K Kec. Gumbasa

Acara Panen Raya dan Temu Lapang dihadiri oleh Bupati Sigi, Kepala BBSDLP (selaku Penanggung Jawab UPSUS Sulteng), Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Kepala Balitseraeal Maros, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kab. Sigi, Kepala Bidang Pemasaran Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi, Kepala BPTP Sulteng, Peneliti, Penyuluh dan beberapa pejabat  daerah, antara lain Camat Gumbasa, Kepala Desa Kalawara, KCD/KUPTD Kec. Gumbasa, dan Tanambulava, Babinsa, Polres Sigi, Penyuluh Pendamping dan para Kelompok Tani se Kec. Gumbasa dan Tanambulava. Kegiatan ini diawali dengan Panen Raya Jagung VUB NASA 29 dan dilanjutkan dengan Temu Lapang.

Prof. Dr. Dedi Nursyamsi., M.Agr mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian dalam sambutannya memberikan apresiasi oleh karena hasil ubinan yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kab. Sigi mencapai 10.73 ton/ha. “Hasil ubinan yang diperoleh ini termasuk sangat luar biasa”, ujarnya.

Menurut Dedi Nursyamsi, yang juga Penanggung Jawab UPSUS Sulteng yang baru bahwa Kabupaten Sigi memiliki potensi yang sangat tinggi sehingga termasuk salah satu daerah yang menjadi sentra produksi pengembangan padi, jagung dan kedele. Upaya untuk meningkatkan produksi PAJALA di Sigi antara lain melalui program UPSUS dengan menggenjot LTT (Luas Tambah Tanam). Dikatakannya, Sigi juga sangat potensi dengan ketersediaan air, dimana dengan adanya sumber daya air memadai dan dimanfaatkan secara maksimal, tadinya tanam 1 kali sekarang bisa tanam 2 - 3 kali.

Badan Litbang Pertanian melalui BPTP Sulteng bekerjasama dengan pemerintah Kab. Sigi telah  berupaya mengembangkan jagung. Sulawesi Tengah termasuk respon paling banyak terhadap jagung terutama dalam hal permintaan benih. Di akhir sambutannya Dedi Nursyamsi mengucapkan terima kasih kepada jajaran pemerintah Kab. Sigi atas dukungan yang luar biasa, lebih khusus terutama kepada kelompok tani yang merupakan ujung tombak pelaksanaan pembangunan pertanian di lapangan.

  Sementara itu Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Dr. Mat Syukur pada saat sambutan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kab. Sigi yang selama ini sangat mendukung keberhasilan UPSUS di Sulteng. NASA 29 adalah nama yang diberikan oleh Bapak Presiden Jokowi. Hasil ubinan 10,73 per hektar dua kali lipat dari yang rata-rata Nasional 5,3 ini merupakan sebuah tantangan yang besar. Oleh karena itu, Presiden dan Menteri Pertanian selalu menyampaikan bahwa saatnya sekarang ini mendorong ekspor.

Menurut Mat Syukur, ekspor hanya bisa dilakukan jika produktivitas dan produksi dalam negeri meningkat secara pesat dan itulah fungsi dari suatu teknologi, dalam hal ini dalam bentuk benih. Hari ini kita saksikan produksi benih, tidak hanya sampai disini tapi bisa diperluas di tempat-tempat lain dengan  memanfatkan air yang ada. Kabupaten Sigi bisa menjadi sentra jagung di Sulawesi Tengah, oleh karena itu produksi jagung harus  terus di dorong dengan memanfaatkan Sumber Daya Air, Benih dan teknologi agar kita dapat bersaing dipasar internasional”, harap Mat Syukur yang pada kesempatan itu sekaligus berpamitan akan kembali  ke Badan litbang Pertanian sebagai peneliti utama setelah hampir dua tahun lebih mengawal kegiatan Upsus di Sulawesi Tengah.

Bupati Sigi Moh Irwan Lapatta S.Sos., M.Si menyampaikan ucapan Terima Kasih Kepada seluruh pihak yang terlibat pada kegiatan yang di laksanakan pada hari ini sehingga kegiatan berjalan sukses dengan hasil ubinan mencapai 10,73 ton. Pada kesempatan yang sama Bupati Sigi memberikan bantuan Alsintan berupa Hand traktor kepada beberapa kelompok yang berada di Kec. Gumbasa dan Tanambulava. “Kepada semua kelompok yang menerima bantuan kiranya bisa memanfaatkan bantuan alsintan dengan baik, jangan sampai bantuan yang di berikan pemerintah  tidak dimanfaatkan karena tujuan pemerintah tentunya untuk peningkatan Ekonomi kesejahteraan masyarakat”, harap Bupati Sigi.

Kepada Staf Ahli Mentan Dr. Mat Syukur, Bupati Sigi menyampaikan ucapan terima kasih yang sudah Intens melakukan pengawalan Upsus di Sulawesi Tengah, sekaligus juga mengucapkan selamat datang kepada bapak Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr, sebagai pengganti Bapak Dr. Mat Syukur  penanggung jawab Upsus di Sulteng. Bupati Sigi menegaskan bahwa pemda Sigi akan selalu berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kab. Sigi tentunya dengan dukungan semua pihak terlebih lagi kepada Badan Litbang Pertanian dalam hal ini BPTP yang sudah banyak memberikan inovasi-inovasi teknologi pertanian.