JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Pengembangan Sistem Tanam Jarwo Super pada pelaksanaan Demfarm mendukung UPSUS PAJALA yang dilaksanakan oleh BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah di Kabupaten Donggala pada hari Jumat (31/08/2018), ditandai dengan Kegiatan Panen Raya dan Temu Lapang di Desa Balentuma, Kecamatan Sirenja. Hadir pada acara tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Sulawesi Tengah, Komandan Korem 132 Tadulako, Komandan Kodim 1306 Donggala, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hotikultura dan Perkebunan Kabupaten Donggala, KUPTD Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Benih, KUPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kepala Kantor Wilayah Kecamatan Sirenja, Kepala UPTD Sirenja, seluruh Kades Wilayah Kecamatan Sirenja, para Peneliti dan Penyuluh BPTP Sulawesi Tengah, serta para Kelompok Tani yang ada di Kecamatan Sirenja.

Kepala Seksi Kerjasama Pelayanan Pengkajian BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah, Syamsyiah Gafur, SP, M.Si dalam sambutannya usai melakukan panen bersama unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala dan Provinsi Sulawesi Tengah, mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah yang sudah mendukung kegiatan ini, karena tanpa dukungan kegiatan ini tidak ada artinya, hasil yang diperoleh terus dipelihara karena dengan teknologi, hasil yang rendah bisa meningkat. Badan Litbang Pertanian selalu berusaha menggali teknologi untuk meningkatkan usahatani. Varietas Unggul Baru seperti Inpari 36 dan Inpari 30 tahan terhadap tungro dan dapat memberikan hasil yang lebih banyak, Percontohan atau Demfam ini adalah untuk penyedia benih dan dapat mengatasi masalah benih yang ada di desa ini. Kepada para petani untuk terus melanjutkan apa yang sudah didapatkan selama kegiatan ini ” jelas Syamsyiah dalam sambutannya.

Pemerintah Daerah setempat menyampaikan kegiatan Demfarm perbenihan VUB Inpari 30, Inpari 36 dan introduksi penerapan jajar legowo dilaksanakan oleh dua kelompok tani yakni Tovea 1 dan Tovea 2 dengan luasan masing-masing 2 ha, yang dalam pelaksanaan selama ini telah banyak menerima bimbingan teknis dari peneliti penyuluh BPTP, Penyuluh BP3K Lompio, Pengawas Benih, POPT, dan tentunya dengan bantuan dan pengawalan TNI (Babinsa). Melalui bimbingan teknis peneliti, penyuluh kami melakukan tahap-tahap kegiatan penerapan komponen inovasi teknologi berupa, penggunaan bibit unggul inpari 30 dan inpari 36, teknologi pembuatan pesemaian system dapog pada lahan basah, aplikasi biodekomposer pada pengolahan tanah, aplikasi pupuk hayati sebagai seed treatment dan pemupukan berimbang berdasarkan perangkat uji tanah sawah, pengendalian organisme pengganggu tanaman menggunakan pestisida nabati dan pestisida anorganik berdasarkan ambang kendali, serta alat dan mesin pertanian, khususnya untuk tanam (rice transplanter) dan panen (combine harvester). Selaku petani sekaligus aparat desa mengucapkan terima kasih atas dukungan bantuan dan partisipasi semua pihak yang terkait dalam mensukseskan kegiatan ini terutama teknologi jajar legowo super. Bantuan alsintan dan sarana prasarana pertanian lainnya. kegiatan ini merupakan awal kebangkitan bagi kami terutama masyarakat desa Balentuma untuk lebih giat dalam berusaha mengikuti petunjuk yang telah ditetapkan dari peneliti, penyuluh sehingga dapat meningkatkan luas tambah tanam dan dapat mengatasi kebutuhan benih pada musim tanam Okmar “Saya selaku pemerintah Desa mewakili kelompok tani berterima kasih kepada BPTP Sulteng yang telah melakukan pendampingan dan penerapan teknologi jarwo super di desa kami, dulu kami bertani secara tradisional dengan hasil 3-4 ton sekarang dengan masuknya program ini hasil yang kami dapatkan 7-8 ton, hasil tahun ini meningkat dari sebelumnya. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut di desa kami dan kembali bersama-sama berteknologi,”harap Nizar.

Sementara itu, Agus Sasmita selaku Komandan Korem 132 Tadulako yang baru sangat mendukung kegiatan ini. Bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bahwa TNI berasal dari rakyat dan berjuang untuk rakyat. Salah satu tugas pokok membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kerjasama yang sudah terjalin banyak dukungan pihak-pihak TNI antara lain cetak sawah, LTT, TNI terlibat langsung di dalamnya. Hasil 7,5 ton – 7,8 ton per hektar peningkatan yang signifikan yang kita harapkan. Peningkatan hasil ini tidak lepas dari peran teknologi. Teknologi ini harus dikuasai oleh petani. Selama ini petani selalu dibimbing, didampingi, saya berharap petani bisa mandiri tanpa harus di dampingi lagi. Petani lebih semangat lagi, lebih giat lagi mengolah lahan menjadi lebih produktif lagi, dengan kerja keras hasilnya bisa kita rasakan, kepada para petani untuk melibatkan generasi penerus untuk berkarya di lahan usahatani agar terhindar dari narkoba dan desa Balentuma menjadi desa percontohan.” Harap Agus Sasmita di akhir sambutannya.

Peningkatan hasil Produksi pertanian dengan pemanfaatan teknologi seperti Jajar Legowo oleh BPTP Sulawesi Tengah diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Donggala. Kegiatan Demfarm mendukung UPSUS PAJALA di Sulteng yang dilaksanakan oleh BPTP Sulawesi Tengah merupakan kegiatan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).