JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah kembali melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang (SL) dalam rangka percepatan diseminasi Inovasi Teknologi Balitbangtan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu lalu (08/09/2018), bertempat di Desa Labuan Panimba Kec. Labuan Kab. Donggala. Sekolah Lapang dengan materi Inovasi Teknologi Pakan Ternak tersebut berkaitan dengan kegiatan Kajian Pengembangan Model Usaha Perbibitan Sapi Potong Lokal Terintegrasi di Bawah Tegakan Kelapa pada Peternakan Rakyat yang dilaksanakan oleh BPTP Balitbangtan Sulteng tahun 2018. Peserta SL terdiri dari petani/peternak anggota kelompok ternak Kasosoka Jaya Sehati dan Bulu Antoli Desa Labuan Panimba, petugas teknis peternakan yakni inseminator, petugas Pemeriksa Kebuntingan (PKB), Asisten Teknis Reproduksi (ATR) serta sejumlah staf Puskeswan Kec. Labuan.  Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak, S.Pt., MP selaku Kepala BPTP Balitbangtan Sulteng turut hadir dan menyampaikan sambutan sekaligus materi mengenai Inovasi Teknologi Balitbangtan Mendukung Upsus SIWAB dan Perbibitan Sapi Potong. Dalam materinya, Kepala BPTP Sulteng menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian saat ini telah menghasilkan beberapa produk inovasi teknologi bidang peternakan yang siap untuk di diseminasikan, antara lain pakan Minoxvit, Bioplus Pedet, Hormon Estrunak dan Tes Kit untuk deteksi kebuntingan. Selain memperkenalkan produk inovasi teknologi Balitbangtan, Dr. Andi Baso juga menyinggung mengenai upaya pemurnian Sapi Donggala. Dikatakannya, Sapi Donggala adalah sapi lokal/asli Sulawesi Tengah yang telah di sahkan sebagai salah satu rumpun sapi Nasional melalui SK Menteri Pertanian. “Oleh karena sapi Donggala telah diakui sebagai sapi lokal/asli Sulteng, maka sangat perlu ada upaya untuk memurnikan kembali sapi Donggala ini, agar populasinya bertambah, tidak malah semakin berkurang”, ujarnya. “Kegiatan kajian yang dilaksanakan oleh BPTP Sulteng di Desa Labuan Panimba ini, merupakan langkah awal untuk tujuan itu”, demikian penjelasan Kepala BPTP Sulteng, Dr. Andi Baso disela-sela materi yang disampaikannya. Selain materi yang disampaikan Kepala BPTP Sulteng, pada kesempatan itu peserta SL juga diberikan dua materi lainnya yang disampaiakan oleh Peneliti/Penyuluh BPTP Sulteng, masing-masing tentang pengembangan hijauan pakan ternak (HPT) unggul di bawah pertanaman kelapa oleh Moh. Takdir, S.Pt., M.Sc (Peneliti Peternakan) dan pengolahan limbah pertanian (tanaman jagung) untuk pakan ternak oleh Pujo Haryono, S.ST (Penyuluh Peternakan). Di akhir kegiatan SL hari itu (Sabtu, 08/09/2018) dilakukan praktek pengolahan limbah tanaman jagung untuk pakan ternak dengan metode fermentasi menggunakan Mikro Organisme Lokal (MOL). Kegiatan SL di Desa Labuan Panimba pada kelompok Ternak Kasosoka Jaya Sehati dan Bulu Antoli merupakan rangkaian dari kegiatan Kajian Pengembangan Model Usaha Perbibitan Sapi Potong Lokal Terintegrasi di Bawah Tegakan Kelapa pada Peternakan Rakyat yang dilaksanakan oleh BPTP Balitbangtan Sulteng tahun 2018. Sekolah Lapang dilaksanakan terjadwal setiap dua minggu sekali dengan materi yang berbeda. Rencananya, pada kegiatan SL dua minggu mendatang materi yang diberikan adalah tentang Peningkatan Kinerja Reproduksi Sapi Betina.