JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Palu 26 Juli 2018 telah dilaksanakan Bimbingan Teknis terhadap penyuluh BPP Petobo dalam upaya pengawalan demplot kegiatan Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan bertempat di BPP Petobo dihadiri oleh penyuluh-penyuluh BPP Petobo dan 1 penyuluh Dinas Pertanian Kota Palu bersama penyuluh BPTP (Ir Yakob Bunga, Mardiana SP, MSi dan Dr Herawati SP, MSi) sebagai narasumber. Tujuan kegiatan sebagai upaya mengoptimalkan potensi sumberdaya manusia dalam mendukung pengembangan kawasan tanaman pangan melalui diseminasi inovasi teknologi. Penyuluh sebagai pendamping petani di wilayah kerjanya perlu terus memperoleh tambahan kemampuan soft skill competency maupun hardskill competency, untuk ilmu dan teknologi yang berkembang setiap saat. Penanggung jawab kegiatan Mardiana SP, MSi menyatakan bahwa akan dilakukan proses pembelajaran secara intensif baik kepada penyuluh maupun petani pelaksana dan anggota kelompoktani. Selanjutnya dikatakan bahwa tujuan bimbingan teknis penyuluh di BPP ini yakni peningkatan pengetahuan, wawasan serta keterampilan penyuluh lapangan tentang tata penyuluhan pertanian dan inovasi teknologi tanaman pangan dalam hal ini pengembangan jagung, agar para penyuluh lapangan dapat melaksanakan penyebaran teknologi yang diperoleh di demplot ke wilayah binaan (wibi) masing-masing penyuluh secara optimal dengan motivasi tinggi. Adapun materi bimbingan yang disampaikan adalah (1) Manajemen Pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM) dan Perubahan, kemudian diberikan isian untuk mengenal dan memahami diri sendiri serta (2) Teknik Produksi Benih Jagung Hibrida. Tindak lanjut kegiatan adalah pembelajaran secara intensif oleh penyuluh-penyuluh BPP Petobo, penyuluh Dinas Pertanian Kota Palu, penyuluh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, beserta kelompoktani pelaksana kegiatan Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Sulawesi Tengah.

1. Pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM)
• Sumber Daya Manusia (SDM) adalah manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi (disebut juga personil, tenaga kerja, pegawai atau karyawan)
• SDM adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.
• SDM adalah potensi yang merupakan asset dan berfungsi sebagai modal (non material/non finansial) di dalam organisasi, yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata (real) secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi.

Proses belajar dan indikator SDM berkualitas dapat dilihat sebagai berikut:
1. Sesuai kodratnya, setiap individu memiliki daya-daya dan kemampuan yang berbeda dgn orang-orang lain.
2. Kata “belajar” disini lebih bermakna kearah yg lebih baik dan berperilaku lebih berkapasitas
3. Individu-individu terdorong ut melakukan perubahan positif bagi dirinya dan bermaslahat bagi sesama dan lingkungannya

Jadi individu yang bercita-cita memiliki modal manusia berkapasitas perlu bersemangat, berkreatifitas dan senantiasa terdorong untuk berubah ke arah lebih positif melalui proses belajar. Oleh sebab itu perlu terus dikembangkan daya-daya yang dimiliki manusia.

DAYA-DAYA YANG PERLU DIKEMBANGKAN
1. Daya Fisiologikal
2. Daya Psikologikal
3. Daya Sosiologikal

Unsur SDM yg utama

Berkapasitas, ditandai oleh

1. Daya Fisiologikal

Keragaan: secara lahiriah sehat, tdk mudah sakit/lelah, memiliki daya tahan tubuh yg tinggi, tubuh proporsional (berat dan tinggi badan seimbang), kemampuan intelektual/daya pikir yang tinggi, ia selalu bergembira, memiliki reaksi fisik yang cepat dan cermat, kadar Hb baik, bebas dari berbagai penyakit degeneratif.

2. Daya Psikologikal

Ia pandai mengendalikan emosi/ tidak emosional, mampu berpersepsi positif ttg orang lain/hidup/lingkungan, berjiwa pemaaf dan mudah minta maaf jika khilaf, terbuka menerima kritik, tidak pendendam, selalu inovatif, cermat dan efisien dgn waktu, serta selalu jujur pada diri sendiri dan orang lain.

3. Daya Sosiologikal

Sebagai makhluk sosial; mampu berkomunikasi dan berinteraksi dgn baik, menjadi pendengar yg baik, memiliki kepekaan dan kepedulian tinggi pd penderitaan & kesusahan orang lain, pandai memberikan penghargaan dan pengakuan bagi siapa saja yg telah berbuat baik, silaturahmi, terdorong memberi contoh baik dst

 

2. Teknik Produksi Benih Jagung Hibrida Badan Litbang
Penangkaran benih jagung hibrida yang dilakukan petani masih terus memerlukan pembinaan dari Balitsereal, Balai Benih, BPTP dan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Sinergisitas instansi ini dimaksudkan agar benih yang dihasilkan oleh kelompoktani atau penangkar dapat bermutu dan bersertifikasi (berlabel). Beberapa hal yang perlu diketahui yaitu spesifikasi persyratan mutu di lapangan yaitu:

No

Jenis Pemeriksaan

Persyaratan Lapangan

1.

Campuran varietas lain dan tipe simpang

- Induk betina

- Induk jantan

Maksimum 3%

Tidak ada

2.

Jumlah bunga jantan pada induk betina yang mengeluarkan tepung sari:

- Yang tertinggal setiap kali pemeriksaan

- Yang tertinggal dalam 3 x pemeriksaan

 

 

Maks. 1 %

Maks. 2 %

3.

Isolasi jarak

Isolasi waktu

Min. 200 meter

Min. 30 hari

 

 

Untuk spesifikasi persyaratan mutu laboratorium adalah sebagai berikut:

No

Jenis analisa

Persyaratan

1.

Kadar air

Maks. 12 %

2.

Benih murni

Min. 98 %

3.

Daya berkecambah

Min. 85 %

4.

Kotoran benih

Maks. 2 %

 

Kegiatan-kegiatan yang terdapat dalam penangkaran benih jagung hibrida yaitu :

Persiapan Lahan

Olah tanah minimal (OTM), olah tanah sempurna (OTS), isolasi jarak 300 meter, waktu 21 – 30 hari

Sumber benih/persiapan

Tetua betina dan jantan – Balitsereal

Rendam – tiriskan – saromyl

Penanaman

70 x 20 cm, 1 tanaman/lubang; 1:3, 1:4 atau 1:5

Detaselling

Sebelum bunga jantan terbuka/muncul dari daun terakhir (daun pembungkus mulai membuka tetapi malai belum keluar dari gulungan daun tetapi sudah hampir tersembul dari gulungan daun)

Roguing I

7 – 15 hst dengan mengecek: warna batang, dan tanaman yang tumbuh di luar barisan tanaman yang dikehendaki, bentuk daun, tinggi tanaman dll

Roguing II

32 – 35 hst periode vegetatif: warna batang, bentuk daun, tekstur daun, bentuk lidah daun

Roguing III

45 – 52 hst untuk mengecek warna bunga betina/jantan, bentuk malai, posisi tongkol dan warna rambut yang tidak dikehendaki

 

Gambar 1. Tanaman jagung yang siap di detaselling

 

Gambar 2. Cara pencabutan atau melakukan detaselling