JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Rabu,15 Agustus 2018, bertempat di Desa Wani I Kec. Tanantovea Kab. Donggala, Gubernur Sulawesi Tengah Drs. Hi Longki Djanggola M.Si melakukan Gerakan Tanam Cabe mendukung program strategis Kementerian Pertanian. Acara yang digelar di lahan kelompok tani Kelapa Sakti tersebut diawali dengan laporan Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah selaku pelaksana kegiatan juga hadiri beberapa unsur pimpinan daerah Provinsi dan Kabupaten Donggala antara lain Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Sulawesi Tengah, Bupati Donggala, Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kab. Donggala, Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Danrem 132 Tadulako, Dandim 1306, Camat Tanantovea dan masyarakat Desa Wani I Kec. Tanantovea.


Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak, S.Pt, MP selaku Kepala BPTP Sulawesi Tengah, dalam laporanya dihadapan Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa di beberapa tempat, TP-PKK Provinsi dan Kabupaten terus menggerakan jajarannya untuk bersama sama dan bahu membahu untuk menanam Cabe di tingkat Rumah Tangga, maka dari itu hasilnya sangat Luar biasa. Lebih lanjut Andi Baso mengungkapkan bahwa menurut laporan Kepala Perwakilan Bank Indonesia, salah satu komoditas yang mempengaruhi Inflasi adalah Cabe, dan walaupun beberapa waktu lalu Provinsi Sulawesi Tengah secara Nasional berada dalam kondisi genting, namun Sulawesi Tengah tetap bisa mengirim Cabe ke beberapa tempat diantaranya Pulau Batam, Jawa Timur, Sulawesi Utara dan Gorontalo. Dikatakannya pula keberhasilan ini merupakan hasil yang sangat positif, sehingga kita tentunya akan selalu bersama sama dan terus bahu membahu meningkatkan hasil yang sudah dicapai saat ini. “Nantinya bukan hanya pekarangan rumah yang akan dimanfaatkaan, tetapi juga semua pekarangan Koramil sesuai dengan amanat Asisten Teritorial Staf Angkatan Darat di Kabupaten Tojo Una Una beberapa waktu lalu” harap Kepala BPTP Sulteng.


Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Donggala dalam sambutannya yang di bacakan oleh Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kab. Donggala. “Komoditas Cabe merupakan salah satu komoditas strategis karna bisa mempengaruhi inflasi, oleh karena itu masyarakat harus terus menggalakkannya guna mendukung kemandirian ekonomi yang diamanatkan dalam Nawacita”. Bupati Donggala menekankan bahwa menanam cabe harus terus dilakukan, dimana setiap rumah tangga wajib menanam tanaman cabe minimal lima pohon. Jadi, yang di pekarangan rumah untuk di konsumsi sendiri, sedangkan yang di kebun untuk di jual.
Sementara itu Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Ketua Dua menyampaikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada BPTP Balitbangtan yang sudah menjalin Kemitraan dengan PKK melalui kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Melalui penanaman cabe di pekarangan rumah telah mampu mendukung ketahanan pangan di setiap rumah tangga.


Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Hj. Tri Iriani Lamakampali, M.Si juga membenarkan hal yang disampaikan Ketua TP-PKK Sulteng. Dikatakannya bahwa, “Alhamdulilah perkembangan UPSUS di Sulawesi Tengah cukup memberikan dampak positif, dan untuk itu kedepanya nanti pihaknya akan terus berupaya meningkatkan hasil yang sudah di peroleh saat ini.


Dalam sambutannya, Gubernur Longki Djanggola, sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan gerakan tanam cabe, karena sangat disadari betapa pentingnya tanaman cabe, terlebih lagi bagi masyarakat Sulawesi Tengah. “Tanaman Cabe ini bisa mempengaruhi inflasi, sehingga menanam cabe ini sangatlah penting”, kata Longki Djanggola. Gubernur Sulawesi Tengah juga berharap kegiatan gerakan tanam cabe hari ini harus menjadi motifasi kepada seluruh masyarakat untuk terus menggalakkan aktivitas menanam cabe, minimal untuk di konsumsi sendiri. Untuk memudahkan menanam cabe maka kita dapat membuat bibit cabe sendiri dengan benar, berikut inovasi sederhana yang dapat diterapkan yaitu :
1. Induk Tanaman
Biji atau bibit cabai yang akan digunakan merupakan buah yang dipetik dari induk tanaman. Induk tanaman harus memiliki ketentuan khusus agar buah dan biji cabe yang dihasilkan juga berkualitas baik, yaitu:
 Tanaman induk harus tumbuh dengan baik, sehat dan tidak terserang penyakit, misalnya batang lurus meninggi, daun tidak keriting dan tidak layu.
 Tanaman yang dijadikan induk harus memiliki keseragaman pertumbuhan di lapangan
 Rawat dengan baik tanaman yang akan digunakan sebagai bahan pembibitan
 Umurnya membutuhkan waktu 7 – 8 bulan untuk menghasilkan buah cabai yang maksimal
 Sebaiknya pilih pohon yang buah cabenya lebat
 Setelah memasuki fase berbuah, petk cabe yang benar-benar tua dan kulit luarnya terlihat merah mengkilap.
Setelah mendapatkan induk tanaman cabai yang akan dijadikan bibit, tanaman induk dirawat dengan baik agar pertumbuhannya maksimal dan buah cabai yang dihasilkan juga dapat berkualitas unggul. Kegiatan perawatan tanaman induk cabai meliputi penyiraman yang tepat, pemupukan yang tepat, perempelan, penyiangan, pemberantasan hama dan sebagainya.
2. Ambil biji pada Induk Cabai
Setelah induk cabai tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah, kemudian buah cabai dipetik untuk diambil bijinya dan dijadikan sebagai bibit. Sebelumnya sortir cabai, hanya gunakan buah cabai yang kondisinya bagus, seragam, kulit luarnya bagus dan tidak cacat. Setelah diperoleh biah cabai kualitas baik, buah cabai kita sayat menjadi dua bagian. Hati-hati saat melakukan proses penyayatan karena dapat melukai biji cabe di dalamnya. Setelah buah cabai terbelah menjadi dua keluarkan biji-biji cabai yang ada di dalamnya. Selanjutnya biji-biji cabai tersebut di jemur dibawah sinar matahari dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Saat proses pengeringan biji cabai rawit ini, kita dapat menggunakan nampan. Saat biji cabai akan disemai, seleksi lagi biji cabai yang bagus dan tidak bagusPenyeleksian biji ini wajib dilakukan, dengan tujuan agar biji yang digunakan sebagai bibit akan memiliki daya tumbuh hingga 80% saat ditanam.
3. Seleksi biji cabai
Biji-bijian yang telah kita seleksi secara fisik (tampilan luarnya dalam keadaan bagus), selanjutnya diseleksi lagi agar biji cabai dapat benar-benar digunakan sebagai bibit. Cara menyeleksi biji cabai cukup mudah dilakukan. Siap ember yang telah diisi oleh air dan masukkan biji cabai dalam ember, jika terdapat biji dalam ember yang mengapung atau mengambang maka biji tersebut harus dibuang karena tidak bagus untuk dijadikan bibit. Sebaliknya, biji cabai yang tenggelammerupakan biji yang bagus untuk dijadikan bibit cabai. Biji cabai yang tenggelam dapat langsung disemai.
Demikianlah cara membuat bibit cabai sendiri dengan baik dan benar, untuk skala rumahan atau pekarangan. Namun yang perlu diketahui bahwa pada tingkat kualitas akan jauh lebih baik dan lebih tinggi hasil dari bibit unggul Badan Litbang dan bibit cabai hibrida dengan menggunakan inovasi teknologi Badan Litbang untuk memperoleh prduksi maksimal. Untuk lebih jelasnya silahkan mengunjungi BPTP Sulawesi Tengah.