JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Rabu, 12 September 2018, BPTP Sulawesi Tengah melakukan pertemuan bersama dengan Kelompok Tani Penangkar Jagung Desa Kaleke Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi. Turut hadir dalam pertemuan ini Kepala Desa Kaleke (Suaib), Babinsa Desa Kaleke dan Desa Rampadende (Ronalfin), Koordinator POPT Kabupaten Sigi (Daniel, SP), PPL Kelurahan Petobo (Arjad, SP) dan Kelompok Tani Penangkar Nambo Raya Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan Kota Palu. Salah satu masalah dalam peningkatan produksi dan produktivitas jagung ialah penyediaan benih bermutu secara tepat waktu, tepat jenis dan tepat harga. Benih yang berkualitas dari varietas unggul yang tersedia di pasaran, masih didominasi oleh swasta multinasional dengan harga cukup tinggi dan tidak terjangkau oleh daya beli sebagian besar petani, sehingga dianggap perlu dilakukan terobosan dengan membina penangkar benih di tingkat kelompok dengan memanfaatkan hasil-hasil penelitian dan pengkajian yang telah dicapai antara lain sejumlah Varietas Unggul Baru (VUB) yang telah dilepas oleh Badan Litbang Pertanian melalui Unit Produksi Benih Sumber (UPBS) baik yang ada di Balai Komoditas (Balit) maupun yang ada di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang berada di seluruh Indonesia. BPTP Sulawesi Tengah melalui Kegiatan Sekolah lapang Kedaulatan pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih Jagung melakukan pembinaan kelompok tani penangkar benih dalam upaya mencapai swasembada pangan terutama sebagai unit produksi yang menyediakan kebutuhan benih varietas unggul Baru (VUB). Dimana secara total pemanfaatan benih unggul akan memberikan nilai tambah berupa terjadinya peningkatan tambahan produksi dan penerimaan usahatani. Ketersediaan benih bermutu untuk peningkatan luas layanan tidak terlepas dari peran serta masyarakat dalam penangkaran benih. Kepala Balai BPTP Sulawesi Tengah (Dr. Andi baso Lompengeng Ishak, S.Pt, MP) dalam arahannya menjelaskan bahwa kapasitas keberhasilan kelompok penangkar benih dapat dilihat dari : (1) penguasaan inovasi teknologi; (2) persiapan budidaya; (3) penerapan komponen teknologi; (4) berorientasi pemasaran hasil; (5) menjalin kemitraan; dan (6) keberlanjutan usaha. Penangkaran benih akan tetap berkesinambungan apabila ada produksi benih dan ada kejelasan pasar dari benih yang dihasilkan oleh penangkar, baik itu melalui kerjasama di dalam atau di luar kelompok itu sendiri. Sehingga Kepala BPTP mengharapkan kedepan, bagaimana kelompok penangkar bisa secara mandiri membangun kerjasama dalam hal pemasaran hasil baik melalui Pemerintah Desa (Bumdes) atau dengan membangun koperasi secara mandiri di tingkat petani penangkar dan menjalin kemitraan dengan pihak swasta. Sehingga peran kelompok penangkar benih sangat diharapkan dapat mewujudkan penyiapan cadangan benih daerah khususnya di Sulawesi Tengah. Jayalah Pertanian Indonesia