JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengembangan Taman Sains Pertanian (TSP) Sidondo Di Sulawesi Tengah

Pin It

Pengembangan Taman Sains Pertanian (TSP) Sidondo Di Sulawesi Tengah

Ir. Saidah, MP

Laju pembangunan pertanian yang semakin dinamis dan tuntutan percepatan diseminasi karena perubahan lingkungan strategis Kementerian Pertanian, memerlukan model pembangunan pertanian berupa ASP dan ATP sebagai sarana untuk mengakselerasi inovasi pertanian, sekaligus terobosan untuk memperderas arus inovasi pertanian.  Meskipun ASP/ TSP merupakan ranah diseminasi, namun tetap berbasis science dan pengembangannya dilakukan melalui jalinan kerjasama (network) dengan kelembagaan pendidikan, pelatihan dan penyuluhan (diklatluh) sebagai refleksi penggunaan Spectrum Diseminasi Multi Channel (SDMC) sehingga mampu mempercepat penerapan (adopsi) inovasi. Dengan demikian, SCIENCE. INNOVATION. NETWORK yang menjadi tagline Badan Litbang Pertanian menjadi landasan kuat penyelenggaraan ASP dan dalam operasionalnya merefleksikan terjadinya jalinan sinkronisasi LITKAJIBANGDIKLATLUHRAP. Tujuan : 1) Membangun model diseminasi inovasi  teknologi pertanian  berproduksi tinggi, efisien dan  berkelanjutan sebagai acuan penerapan inovasi pertanian  yang efisien, berdaya saing dan ramah lingkungan berbasis agroekosistem dan sumberdaya manusia berkompeten di Provinsi Sulawesi Tengah secara mandiri. 2) Membangun pusat penciptaan inovasi dan model penyebaran inovasi berbasis agroekosistem dan sumber daya menusia yang berkompeten. Pengembangan sistem agribisnis berbasis sumberdaya pertanian spesifik lokasi dengan implementasi inovasi teknologi dan management yang efektif, serta sistem diseminasi secara terintegrasi. Kedua tujuan tersebut dijabarkan dalam road map kegiatan pengembangan TSP Sidondo mulai tahun 2015 sampai 2017.  Pendekatan Pengembangan TSP dirancang untuk memperkuat program pembangunan pertanian secara berkelanjutan, sebagai media akselerasi penerapan inovasi, promosi/show window hasil penelitian Balitbangtan, capacity building bagi pelaku dan kelembagaan, dan advokasi teknologi pertanian bagi para pemangku kebijakan. Tahapan kegiatan 2017: 1). Membangun dan melanjutkan pengembangan model TSP Sidondo yang berbasis Litkajibangdiklaluhrap; 2) Meningkatkan implementasi model TSP pada intinya adalah mengimplementasikan secara utuh inovasi teknis dan inovasi kelembagaan agribisnis; 3) Monitoring, evaluasi dan pelaporan dimaksudkan untuk menilai kemajuan dan konsistensi pelaksanaan kegiatan pengembangan TSP Sidondo, antara aspek perencanaan dan implementasi di lapangan.  Sesuai dengan road map yang telah disusun, ada 9 item kegiatan yang seharusnya dilaksanakan, yaitu (1) Memperbaiki Infrastruktur Jalan Usahatani ke Lokasi Kebun Kakao; (2) Pengadaan Mobiler dan Peralatan Lainnya; (3) Membangun Gudang Peralatan dan Mesin serta Kandang Jepit Ternak sapi; (4) Mengadakan Peralatan IT untuk Showroom dan Gedung Pertemuan; (5) Mengembangkan Ekonomi Kreatif Mendukung TSP yang Mandiri; (6) Optimalisasi Pemanfaatan & Pendayagunaan Sarana Infrastruktur dan Peralatan Alsintan untuk Keperluan Iptek dan Terapan; (7) Merakit dan Menerapkan Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi; (8) perasionalisasi Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi (Diklatluh-Inkubasi); (9) Promosi-Pemasaran & Kerjasama dengan Stakeholder Terkait.  Dari 9 item yang direncanakan, ada 2 item yang belum terlaksana, yaitu (1) Memperbaiki Infrastruktur Jalan Usahatani ke Lokasi Kebun Kakao dan (2) Mengadakan Peralatan IT untuk Showroom dan Gedung Pertemuan.  Penyebabnya adalah anggaran belum tersedia (terbatas).