JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Taman Teknologi Pertanian (TTP) Batui Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah

Pin It

Taman Teknologi Pertanian (TTP) Batui Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah

Dr. Ir. Syafruddin, MP

Sektor pertanian memiliki peranan penting dalam struktur perekonomian di Provinsi Sulawesi Tengah dan menjadi salah satu komoditi unggulan yang cukup memberikan kontribusi kepada perekonomian Nasional.  Pertanian mampu penyumbang terbesar yaitu sekitar 48,79% bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).  Tanaman pangan menempati posisi kedua (14,74% dari PDRB) setelah perkebunan (24,09%). Untuk itu, diperlukan suatu terobosan agar sektor ini tetap menjadi sumber Produk Domestik Regional Bruto. Kementerian Pertanian, mendapat tugas dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) untuk membangunan Taman Teknologi  Pertanian  (TTP)  sebagai sarana  untuk mengakselerasi  inovasi pertanian, sekaligus terobosan untuk memperderas arus inovasi pertanian.  TTP merupakan pusat kajian dan pengembangan  inovasi skala luas,  pusat diseminasi dan pelatihan,  yang secara pararel akan dikembangkan di beberapa lokasi dan pengembangan ekonomi melalui pembinaan  pengusaha baru/mudah (star up) sektor pertanian.TTP Batui  merupakan salah satu TTP yang dimulai pelaksanaannya pada tahun 2015. Tujuan Pembangunan TTP adalah : 1. Pengembangan Taman Teknologi Pertanian  (TTP)   berbasis inovasi dan kelembagaan pertanian  melalui optimalisasi sumberdaya lokal secara terpadu ramah lingkungan dan berkelanjutan mendukung Swasembada dan Kedaulatan Pangan, 2. Pengembangan inovasi dan informasi  teknologi berbasis sumberdaya pertanian spesifik lokasi, terpadu, efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan  dan 3. Pengembangan sistem agribisnis berbasis sumberdaya pertanian spesifik lokasi dengan implementasi inovasi teknologi dan  management yang efektif, serta sistem diseminasi secara terintegrasi mendukung Swasembada dan Kedaulatan Pangan. Pengembangan TTP  dirancang untuk memperkuat program pembangunan pertanian secara berkelanjutan, sebagai media akselerasi penemuan dan penerapan inovasi, promosi/show window hasil penelitian Badan Litbang Pertanian, perguruan tinggi dan lembaga penelitian lainnya, peningkatan capacity building bagi pelaku dan kelembagaan, dan advokasi teknologi pertanian bagi para pemangku kebijakan. Inovasi teknologi pertanian yang diterapkan dalam TTP merupakan teknologi matang dan siap digunakan pada skala pengembangan, serta mempunyai potensi dampak terhadap penggunaan sumberdaya yang lebih optimal untuk memaksimalkan produksi dan pendapatan masyarakat petani. Hasil Kegiatan terdiri atas :  1. Kordinasi Dengan Pemda dan Stake Holders Lainnya  bahwa TTP merupakan pusat informasi dan rujukan  Dinas Tanmaan pangan, hortikulturan Propinsi dan Kabupaten, Dinas Peternakan dan Perkebunan Propinsi dan Kabupaten serta penyelesaian permasalahan lahan. Hasil kordinasi juga telah disepakati bahwa Bappeda dan Dinas Tanaman Pangan, hortikulturan dan Perkebunan Kabupaten banggai merencanakan mengalokasikan kegiatan tahun 2018. Pengembangan dan pemanfaatan alsintan dan gedung yang dibangun di TTP belum optimal.  Unit usaha (star up) yang dibangun tahun 2016, telah mulai berkembang terutama: pengolahan hasil tanaman pangan, hortikulturan dan perkebunan, unit usaha jasa alsintan terintegrasi perbenihan dan unit perbenihan jagung sudah mulai berkembangan. Hasil panen pada implementasi teknologi Jarwo super dan peningkatan kapasitas petani, poktan  dan gapoktan, dan petugas lapangan dapat meningkatkan produktivita antara 1, 5 t/ha sampai 2, 5 t/ha baik yang dilakukan pada lahan sawah iirigasi maupun sawah salin. Pengembangan peternakan juga belum  optimal.