JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Infotek

Ubi kayu merupakan pangan lokal yang ada di seluruh wilayah Sulawesi Tengah, dimana di tahun 2014 luas panennya sebesar 4.074 ha dengan produksi 84.688 ton. Ubi kayu dengan besaran produksi tersebut berpotensi untuk diolah menjadi berbagai macam olahan. Umumnya ubi kayu di Sulawesi Tengah, diolah dalam bentuk rebusan ataupun gorengan. Padahal selain bentuk olahan tersebut di atas, dengan sedikit sentuhan teknologi maka ubi kayu dapat diolah ke bentuk lain sehingga terjadi diversifikasi dari olahan ubi kayu tersebut.  Penganekaragaman olahan ubi kayu selain dapat meningkatkan nilai jual ubi kayu, juga dapat mengatasi masalah hasil-hasil pertanian dalam bentuk segar, dimana secara umum pangan segar merupakan produk mudah rusak dengan daya guna terbatas dan daya simpan rendah atau tidak awet.

Salah satu olahan ubi kayu yang mudah untuk dibuat adalah tepung ubi kayu. Tepung ubi kayu merupakan produk intermediete atau antara, yang nantinya dapat diolah lebih lanjut menjadi aneka olahan pangan.  Tepung ubi kayu yang biasa dibuat tanpa adanya penambahan bahan lain selain ubi kayu menghasilkan tepung yang kurang putih dan aroma ubi kayu yang terikut cukup banyak. Untuk memperbaiki mutu tepung ubi kayu, maka muncullah teknologi pembuatan mocaf atau modified cassava flour yang merupakan hasil penelitian dari Balai Besar Pascapanen Kementerian Pertanian. Mocaf dibuat dengan menambahkan starter BIMO CF pada pembuatan tepung ubi kayu. Starter Bimo-CF berbentuk tepung dengan bahan aktif bakteri asam laktat. Penambahan BIMO CF pada pembuatan tepung ubi kayu membuat tepung yang dihasilkan lebih putih dari tepung ubi kayu biasa dan dapat mengurangi aroma ubi kayu yang terikut pada tepung.

Selengkapnya....

INOVASI TEKNOLOGI LAHAN RAWA

Masalah utama pengembangan pertanian di lahan rawa adalah : (1) kuantitas air berlebih atau kekurangan dan kualitas air buruk karena mengandung unsur atau senyawa racun, (2) kemasaman tanah tinggi, (3) keracunan besi, (4) ketersediaan hara rendah, (5) organisme pengganggu tanaman, dan (6) lain-lain. Dengan demikian maka untuk meningkatkan produktivitas lahan rawa perlu mempertimbangkan permasalahan tersebut di atas. Hingga saat ini telah banyak teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan rawa, antara lain: (1) Inpara (Inbrida Padi Rawa, (2) Sistak dan Stoplog, (3) Sistem surjan, (4) Biotara dan Biosure, (5) Ratel.

Baca lebih lanjut ...

Pesemaian merupakan salah satu tahapan penting dalam budidaya tanaman yang mengharuskan untuk itu.  Banyak cara yang biasa dilakukan dalam pesemaian, diantaranya metode sebar, menggunakan polybag, plastik es mambo, daun pisang, dan lainnya.

Saat ini telah dikembangkan metode pesemaian dengan menggunakan alat bantu yang hasilnya nanti akan menjadi blok atau kotak tanah, atau yang biasa diistilahkan soil block.  Alatnya terbuat dari aluminium, dimana terdapat kotak berbentuk segi empat dan ditengahnya diberi besi bulat yang fungsinya sebagai lubang tanam.  Daya kerjanya dibantu oleh pegas/per tekan.  Banyaknya kotak tanah tergantung dari keinginan kita, mulai 50 hingga 100 kotak tanah.  Alat ini merupakan buah karya petani Jawa Tengah Eka Mardiana.
Banyak keunggulan dari soil block, diantaranya:
1)    Hemat media tanam
2)    Hemat air untuk penyiaraman
3)   Lebih cepat dan mudah pengerjaan pesemaian dibandingkan bila menggunakan polybag
4)    Tidak membutuhkan ruang yang besar dan mudah pengangkutannya (sekali angkut bibit dapat mencapai 500 pohon
5)    Bibit tanaman tidak mengalami stres saat pindah tanam
6)    Pertumbuhannya lebih cepat
7)    Ramah lingkungan Itidak meninggalkan sampah plastik)


Bahan campuran media relatif mudah didapat.  Bahan yang dibutuhkan:
1)    1 bagian kapur pertanian
2)    1 bagian rock phosphat (phosfat alam)
3)    6 bagian pupuk kandang yang matang
4)    6 bagian cocopeat (sabut kelapa yang dihancurkan jadi serbuk).  Bahan ini dapat diganti dengan arang sekam
5)    6 bagian tanah


Cara membuat:
1.    Campurkan semua bahan di atas, pisahkan 1/3 bagian untuk bahan penutup lubang soil block
2.    Ambil air, tuang sedikit demi sedikit di atas 2/3 campuran media hingga menyerupai adonan kue.
3.    Masukkan adonan ke dalam cetakan dengan cara membalikkan alat sehingga kotaknya menghadap ke atas. Tekan-tekan adonan yang telah dimasukkan dalam kotak hingga menjadi padat.
4.    Siapkan nampan kayu dengan ukuran lebar disesuaikan dengan alat soil block.  Sedangkan panjangnya diperkirakan dapat menampung 5-10 cetakan.  Sedapat mungkin kaki alat berada di luar nampan kayu.
5.    Letakkan alat soil block yang telah berisi adonan media dengan cara membalikkan di atas nampan kayu.  Tekan 2-3 kali secara berulang pegas alat, agar medianya tercetak dengan baik
6.    Siapkan benih biji yang sebelumnya telah diberi pestisida (seed treatment)
7.    Masukkan benih dalam lubang tanam satu persatu dan tutup dengan media yang tidak dibasahi dengan air (1/3 bagian bahan yang disisihkan).
8.    Simpan ditempat teduh dan terhindar dari hewan ternak yang dapat merusak pesemaian.

Selamat mencoba...

TEKNOLOGI BRIKET ARANG SEKAM

Sekam yang hampir tidak ada harganya dapat menjadi bahan bakar alternative ditengah krisis energi. Agar mudah digunakan, arang sekam dibuat briket dengan menambahkan aci. Penambahan aci 6 % menghasilkan briket arang sekam yang kompak dengan daya bakar baik. Sulawesi Tengah ini merupakan daerah persawahan, artinya setiap panen padi akan menghasilkan sekam sebagai limbah dari proses penggilingan padi menjadi beras.  Sekam yang menumpuk dan terkadang hanya dibuang di belakang pabrik dan kemudian dibakar, agar termanfaatkan maka alangkah baiknya dijadikan alternatif bahan bakar dengan membuat briket arang sekam.

Baca lebih lanjut ...

Alat Pengering Bahan Pangan dan Pertanian Tipe Efek Rumah Kaca Skala Rumah Tangga

Komoditas pangan lokal yang cukup tersedia dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi aneka olahan pangan adalah ubi kayu. Salah satu bentuk olahan ubi kayu adalah tepung. Dengan mengolah ubi kayu menjadi tepung maka daya simpannya menjadi lebih lama, praktis dalam penyimpanan, tidak membutuhkan tempat penyimpanan yang luas dan nilai ekonominya dapat ditingkatkan. Pembuatan tepung ubi kayu cukup sederhana terdiri dari proses pembuatan chips ubi, pencucian, pengeringan, penepungan dan pengayakan.

Salah satu proses penting dalam pembuatan tepung ubi kayu adalah pengeringan chips ubi kayu. Proses pengeringan dapat mempengaruhi mutu, dimana pengeringan yang lambat dapat menimbulkan aroma yang kurang sedap pada tepung. Pada umumnya pengeringan dilakukan dengan penjemuran matahari langsung karena biaya operasionalnya yang lebih murah. Walaupun demikian, penjemuran matahari langsung masih memiliki kelemahan karena bahan pangan dapat terkontaminasi benda asing terutama debu dan sangat menyulitkan bila sewaktu-waktu terjadi hujan. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dibuat alat pengering tipe efek rumah kaca (ERK) dengan konveksi paksa menggunakan kipas aksial.

Alat pengering tipe efek rumah kaca (ERK) merupakan salah satu alat pengering hemat energi dan ramah lingkungan. Prinsip kerjanya adalah dengan memanfaatkan sumber panas gelombang pendek sinar matahari, yang terperangkap didalam ruangan plastik transparan dan berubah menjadi gelombang panjang yang tidak dapat keluar. Energi gelombang panjang tersebut akan memanaskan udara dalam ruangan. Udara yang panas inilah yang digunakan mengeringkan bahan, sedangkan air yang keluar dari bahan dikeluarkan melalui hembusan udara blower.

Beberapa keunggulan alat pengering ini adalah:

- Free energi dan ramah lingkungan

- Menjaga kebersihan bahan pangan-

- Beda suhu ruang pengering dengan suhu lingkunagan mencapai 10-12oC

- Suhu pengeringan maksimum mencapai 48-50oC

- Sangat praktis karena tidak perlu diangkat apabila sewaktu waktu turun hujan.

Untuk pengeringan chips ubi kayu (ketebalan 1-2 mm) yang telah dicuci dan ditiriskan, ubi kayu dihamparkan tipis pada rak pengering. Laju penurunan kadar air pengering ERK pada hari pertama 8,5%/jam dan pada hari kedua 1,14%/jam. Pengeringan selama 11,5 jam dapat menurunkan kadar air chips dari 71,27% menjadi 2,96%. Kapasitas pengeringan alat pengering tipe ERK adalah 50 Kg Chips ubi kayu basah.

Beberapa bahan pertanian yang dapat dikeringkan menggunakan alat pengering tipe ERK ini, diantaranya adalah temu lawak, jahe, rosela, bawang bombay, cengkeh, cabai merah dan lain sebagainya.

SIANGI GULMA DENGAN KEONG MAS

Keong mas oleh sebagian besar petani dianggap sebagai salah satu musuh utama, khususnya dipesemaian dan awal pertumbuhan vegetatif  tanaman padi sawah.  Begitu juga dengan keberadaan gulma.  Karena tingkat kepemilikan modal petani terbatas, terkadang di hamparan sawah masih sering dijumpai padatnya pertumbuhan gulma.  Inilah yang menginspirasi Dg. Man, petani koperator BPTP Sulawesi Tengah pada kegiatan Unit Perbanyak Benih Sumber (UPBS) yang menggunakan keong mas dalam menyiang gulma/rumput.  Daiman, begitu panggilan sehari-harinya tinggal di Desa Pewunu Kec. Dolo Barat Kec. Sigi Sulawesi Tengah.  Daiman tidak lagi menggunakan tenaga manusia dalam menyiang gulma di sawah.  Hanya dengan mengandalkan keong mas, masalah gulma teratasi.  Dengan menggunakan keong mas terlihat pertanaman bersih dari gulma.   Menurutnya, semakin banyak keong ditebar di sawah, semakin cepat gulma bersih. Ke depan harapan Daiman,  ada kajian tentang berapa jumlah keong yang harus ditebar dalam setiap hektarnya.  Yang perlu diperhatikan dalam penebaran keong mas adalah umur pertanaman dan ketersediaan air selama siklus hidup keong mas.  Syarat umur tanaman padi adalah di atas 28 - 30 hari setelah pindah dan ketinggian air  + 5 cm.

CARA CEPAT MENGUJI STATUS HARA DAN KEMASAMAN TANAH

Untuk mengetahui status hara tanah sawah, petani atau penyuluh kini tidak perlu lagi mendatangi laboratorium uji tanah. Dengan perangkat uji tanah sawah, pengujian dapat dilakukan di lapangan dengan cepat, mudah, murah dan hasilnya pun akurat.

Hingga saat ini, rekomendasi pemupukan untuk padi sawah di sebagian besar wilayah masih bersifat umum, baik jumlah maupun jenisnya, sehingga efisiensi pemupukan rendah dan tidak berimbang di dalam tanah. Agar pemupukan menjadi efisien dan berimbang, maka rekomendasi pemupukan harus didasarkan pada uji tanah, yaitu
metode formulasi rekomendasi pemupukan dengan memperhatikan status dan dinamika hara tanah serta kebutuhan tanaman untuk mencapai hasil yang optimal.

Baca lebih lanjut

MANFAAT COCOPOT SEBAGAI POT TANAMAN RAMAH LINGKUNGAN

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tengah Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah penghasil utama kelapa/kopra di Indonesia, dengan luas areal 173.535 ha (Disbun Provinsi Sulawesi tengah, 2010). Banyak manfaat, mulai dari akar, batang, daun, buah, hingga pelepah dan sabutnyapun bisa dimanfaatkan. Karena multi gunanya maka pohon kelapa (Cocos nucifera) disebut juga sebagai pohon kehidupan. Sabut kelapa merupakan salah satu limbah buah kelapa yang sebagian besar masyarakat hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang semestinya dapat digunakan sebagai salah satu sumber bahan organik dalam usaha pertanian lahan sempit di perkotaan.

BPTP Sulawesi Tengah dalam menginisiasi Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) mencoba berbagai alternatif bahan media tanam yang ramah lingkungan, efisien/murah dan mampu memberikan produksi yang optimal. Diciptakannya inovasi teknologi pemanfaatan sabut kelapa dalam bentuk COCOPOT sebagai pengganti polybag. COCOPOT telah diaplikasikan di seluruh lokasi M-KRPL Sulawesi Tengah termasuk di lingkungan kantor BPTP Sulawesi Tengah dan Kebun Percobaan Sidondo, yang selanjutnya dijadikan sebagai model pengembangan KRPL di Prov. Sulawesi Tengah. COCOPOT merupakan tempat untuk tanaman dibuat dari sabut kelapa sebagaimana halnya dengan pot-pot tanaman lainnya yang dibuat dari plastik, semen, tanah liat dan sebagainya. Keunggulan COCOPOT antara lain :

1. Sumber bahan organik untuk media tanam
2. Lebih mampu mempertahankan suhu dan kelembaban tanah
3. Hemat air didalam penggunaan untuk tanaman.
4. Hemat tenaga kerja
5. Ramah lingkungan, 100% dapat didaur ulang dan mempermudah proses pemindahan tanaman.
6. Lebih murah, ekonomis dan efisien.

Penggunaan COCOPOT sebagai media tanam sangat baik diaplikasikan pada lahan sempit dan kritis sekalipun. Sifat cocopot yang mudah terurai sehingga mampu menjaga kesuburan tanah, menambah unsur hara. Bentuknya yang spesifik membuat COCOPOT menjadi alternatif untuk menyelamatkan bumi dari pencemaran bahan limbah yang berbahaya dan dampak perubahan iklim.

DETASSELING PADA TANAMAN JAGUNG

Salah satu kegiatan penting dalam proses produksi benih jagung hibrida adalah pelaksanaan kastrasi atau detasseling. Detasseling merupakan kegiatan pembuangan bunga jantan dari pohon induk tanaman betina. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyerbukan sendiri, karena jagung merupakan tanaman berumah satu. BPTP Sulawesi Tengah pada kegiatan desa mandiri benih dilokasi kawasan nasional tanaman pangan melatih petani untuk menghasilkan benih jagung hibrida F1. Pelaksanaan pembuangan bunga jantan pada tanaman induk betina dilaksanakan sebelum bunga jantan mekar. Bunga jantan siap dibuang pada saat tanaman sudah bunting, pada umur 47-49 hari, dimana daun bendera tidak terbuka (sudah bulat dan berdiri tegak).

Teknik pemotongan bunga jantan adalah sebagai berikut :

  1. Membuangan bunga jantan pada tanaman induk betina saat daun bendera belum terbuka bunga jantan belum pecah.
  2. Cabut bunga bunga jantan pada induk betina dengan menggunakan tangan dan hendaknya dilakukan pada pagi hari.
  3. 3. Lakukan pencabutan bunga jantan pada semua tanaman betina secara selektip, jangan sampai ada yang tertinggal agar serbuk sarinya tidak membuahi tanaman betina lain.