JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Infotek

Penggunaan pupuk anorganik diyakini dapat meningkatkan produktifitas tanaman namun penggunaan dalam jangka panjang dapat menurunkan kesuburan tanah. Beberapa pengaruh negatif pupuk anorganik terhadap tanah adalah tanah menjadi masam, tekstur tanah menjadi keras dan padat, kapasitas penyimpanan air menjadi berkurang, kandungan unsur hara akan menurun, mikroorganisme tanah menjadi berkurang dan mati, dapat mencemari dan mengganggu keseimbangan lingkungan. Salah satu usaha untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik adalah dengan pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan sebagai pupuk organik.


Beberapa keuntungan atau kelebihan pupuk organik adalah bahwa pupuk organik mempunyai kandungan unsur hara yang lengkap baik hara makro maupun mikro. Kandungan bahan organik yang tinggi sehingga dapat memperbaiki struktur maupun sifat fisik tanah sehingga mampu mengikat air. Selain itu pupuk organik mengandung asam-asam organik seperti asam humic, asam fulic, dan hormon yang sangat baik untuk tumbuhan. Pupuk organik juga dapat menjadi penyangga pH tanah sehingga unsur hara tanah berada dalam kondisi tersedia bagi tanaman. Dan yang terakhir, bahwa pupuk organik aman digunakan dalam jumlah yang besar, aman bagi manusia, tumbuhan maupun aman bagi lingkungan


Limbah pertanian dan peternakan yang banyak berlimpah disekitar kita adalah kotoran ternak sapi dan dedak padi. Limbah tersebut dapat menjadi produk yang benilai tinggi bila diolah menjadi pupuk organik. Adapun cara pembuatan pupuk organik dari limbah kotoran ternak sapi dan dedak padi diuraikan sebagai berikut :

Bahan yang digunakan :
• Kotoran ternak sapi 500 kg
• Dedak padi 25 kg
• Tetes tebu (molasses) 1 liter
• Probiotik lokal (prolog) 1 liter
Peralatan yang digunakan :
• Drum plastik 100 ltr 5 buah
• Ember 2 buah
• Sekop 2 buah

Cara Pembuatan
• Campurkan tetes tebu dan probiotik ke dalam ember dan tambahkan air secukupnya
• Hamparkan kotoran ternak secara bertahap (per 100 kg) kemudian taburkan dedak padi secara merata, setelah itu semprotkan campuran probiotik dan molasses secara merata. Perlakuan tersebut dilakukan hingga kotoran ternak sebanyak 500 kg habis.
• Kemudian campuran kotoran ternak diaduk menggunakan sekop/cangkul hingga merata sampai pada kondisi kotoran yang siap di fermentasi (dapat menyatu bila dikepal dengan tangan). Jika kotoran ternak dalam kondisi kering maka saat pencampuran ditambahkan air secukupnya.
• Selanjutnya masukkan capuran ke dalam drum plastik dan dipadatkan hingga penuh.
• Tutup rapat drum sehingga proses fermentasinya dalam kondisi kedap udara (anaorob)
• Kemudian simpan ditempat yang aman dan tidak terkena sinar matahari langsung selama 2-3 minggu dan amati perubahan suhunya.
• Puncak perubahan suhu terjadi pada minggu kedua hingga pertengahan minggu ketiga dengan kisaran suhu antara 40 - 60 oC
• Menjelang akhir proses fermentasi pada minggu ketiga suhu mulai menurun hingga mencapai suhu normal 36 – 37 oC.
• Sebelum dikemas atau digunakan sebaiknya pupuk organik yang telah jadi diangina-anginkan untuk menghilangkan gas methane yang tersisa setelah proses fermentasi
• Setelah diangin-anginkan pupuk organik dapat dikemas atau langsung dapat diaplikasikan ke tanaman

 

INOVASI TEKNOLOGI LAHAN RAWA

Masalah utama pengembangan pertanian di lahan rawa adalah : (1) kuantitas air berlebih atau kekurangan dan kualitas air buruk karena mengandung unsur atau senyawa racun, (2) kemasaman tanah tinggi, (3) keracunan besi, (4) ketersediaan hara rendah, (5) organisme pengganggu tanaman, dan (6) lain-lain. Dengan demikian maka untuk meningkatkan produktivitas lahan rawa perlu mempertimbangkan permasalahan tersebut di atas. Hingga saat ini telah banyak teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan rawa, antara lain: (1) Inpara (Inbrida Padi Rawa, (2) Sistak dan Stoplog, (3) Sistem surjan, (4) Biotara dan Biosure, (5) Ratel.

Baca lebih lanjut ...

Ubi kayu merupakan pangan lokal yang ada di seluruh wilayah Sulawesi Tengah, dimana di tahun 2014 luas panennya sebesar 4.074 ha dengan produksi 84.688 ton. Ubi kayu dengan besaran produksi tersebut berpotensi untuk diolah menjadi berbagai macam olahan. Umumnya ubi kayu di Sulawesi Tengah, diolah dalam bentuk rebusan ataupun gorengan. Padahal selain bentuk olahan tersebut di atas, dengan sedikit sentuhan teknologi maka ubi kayu dapat diolah ke bentuk lain sehingga terjadi diversifikasi dari olahan ubi kayu tersebut.  Penganekaragaman olahan ubi kayu selain dapat meningkatkan nilai jual ubi kayu, juga dapat mengatasi masalah hasil-hasil pertanian dalam bentuk segar, dimana secara umum pangan segar merupakan produk mudah rusak dengan daya guna terbatas dan daya simpan rendah atau tidak awet.

Salah satu olahan ubi kayu yang mudah untuk dibuat adalah tepung ubi kayu. Tepung ubi kayu merupakan produk intermediete atau antara, yang nantinya dapat diolah lebih lanjut menjadi aneka olahan pangan.  Tepung ubi kayu yang biasa dibuat tanpa adanya penambahan bahan lain selain ubi kayu menghasilkan tepung yang kurang putih dan aroma ubi kayu yang terikut cukup banyak. Untuk memperbaiki mutu tepung ubi kayu, maka muncullah teknologi pembuatan mocaf atau modified cassava flour yang merupakan hasil penelitian dari Balai Besar Pascapanen Kementerian Pertanian. Mocaf dibuat dengan menambahkan starter BIMO CF pada pembuatan tepung ubi kayu. Starter Bimo-CF berbentuk tepung dengan bahan aktif bakteri asam laktat. Penambahan BIMO CF pada pembuatan tepung ubi kayu membuat tepung yang dihasilkan lebih putih dari tepung ubi kayu biasa dan dapat mengurangi aroma ubi kayu yang terikut pada tepung.

Selengkapnya....

TEKNOLOGI BRIKET ARANG SEKAM

Sekam yang hampir tidak ada harganya dapat menjadi bahan bakar alternative ditengah krisis energi. Agar mudah digunakan, arang sekam dibuat briket dengan menambahkan aci. Penambahan aci 6 % menghasilkan briket arang sekam yang kompak dengan daya bakar baik. Sulawesi Tengah ini merupakan daerah persawahan, artinya setiap panen padi akan menghasilkan sekam sebagai limbah dari proses penggilingan padi menjadi beras.  Sekam yang menumpuk dan terkadang hanya dibuang di belakang pabrik dan kemudian dibakar, agar termanfaatkan maka alangkah baiknya dijadikan alternatif bahan bakar dengan membuat briket arang sekam.

Baca lebih lanjut ...

Pesemaian merupakan salah satu tahapan penting dalam budidaya tanaman yang mengharuskan untuk itu.  Banyak cara yang biasa dilakukan dalam pesemaian, diantaranya metode sebar, menggunakan polybag, plastik es mambo, daun pisang, dan lainnya.

Saat ini telah dikembangkan metode pesemaian dengan menggunakan alat bantu yang hasilnya nanti akan menjadi blok atau kotak tanah, atau yang biasa diistilahkan soil block.  Alatnya terbuat dari aluminium, dimana terdapat kotak berbentuk segi empat dan ditengahnya diberi besi bulat yang fungsinya sebagai lubang tanam.  Daya kerjanya dibantu oleh pegas/per tekan.  Banyaknya kotak tanah tergantung dari keinginan kita, mulai 50 hingga 100 kotak tanah.  Alat ini merupakan buah karya petani Jawa Tengah Eka Mardiana.
Banyak keunggulan dari soil block, diantaranya:
1)    Hemat media tanam
2)    Hemat air untuk penyiaraman
3)   Lebih cepat dan mudah pengerjaan pesemaian dibandingkan bila menggunakan polybag
4)    Tidak membutuhkan ruang yang besar dan mudah pengangkutannya (sekali angkut bibit dapat mencapai 500 pohon
5)    Bibit tanaman tidak mengalami stres saat pindah tanam
6)    Pertumbuhannya lebih cepat
7)    Ramah lingkungan Itidak meninggalkan sampah plastik)


Bahan campuran media relatif mudah didapat.  Bahan yang dibutuhkan:
1)    1 bagian kapur pertanian
2)    1 bagian rock phosphat (phosfat alam)
3)    6 bagian pupuk kandang yang matang
4)    6 bagian cocopeat (sabut kelapa yang dihancurkan jadi serbuk).  Bahan ini dapat diganti dengan arang sekam
5)    6 bagian tanah


Cara membuat:
1.    Campurkan semua bahan di atas, pisahkan 1/3 bagian untuk bahan penutup lubang soil block
2.    Ambil air, tuang sedikit demi sedikit di atas 2/3 campuran media hingga menyerupai adonan kue.
3.    Masukkan adonan ke dalam cetakan dengan cara membalikkan alat sehingga kotaknya menghadap ke atas. Tekan-tekan adonan yang telah dimasukkan dalam kotak hingga menjadi padat.
4.    Siapkan nampan kayu dengan ukuran lebar disesuaikan dengan alat soil block.  Sedangkan panjangnya diperkirakan dapat menampung 5-10 cetakan.  Sedapat mungkin kaki alat berada di luar nampan kayu.
5.    Letakkan alat soil block yang telah berisi adonan media dengan cara membalikkan di atas nampan kayu.  Tekan 2-3 kali secara berulang pegas alat, agar medianya tercetak dengan baik
6.    Siapkan benih biji yang sebelumnya telah diberi pestisida (seed treatment)
7.    Masukkan benih dalam lubang tanam satu persatu dan tutup dengan media yang tidak dibasahi dengan air (1/3 bagian bahan yang disisihkan).
8.    Simpan ditempat teduh dan terhindar dari hewan ternak yang dapat merusak pesemaian.

Selamat mencoba...

SIANGI GULMA DENGAN KEONG MAS

Keong mas oleh sebagian besar petani dianggap sebagai salah satu musuh utama, khususnya dipesemaian dan awal pertumbuhan vegetatif  tanaman padi sawah.  Begitu juga dengan keberadaan gulma.  Karena tingkat kepemilikan modal petani terbatas, terkadang di hamparan sawah masih sering dijumpai padatnya pertumbuhan gulma.  Inilah yang menginspirasi Dg. Man, petani koperator BPTP Sulawesi Tengah pada kegiatan Unit Perbanyak Benih Sumber (UPBS) yang menggunakan keong mas dalam menyiang gulma/rumput.  Daiman, begitu panggilan sehari-harinya tinggal di Desa Pewunu Kec. Dolo Barat Kec. Sigi Sulawesi Tengah.  Daiman tidak lagi menggunakan tenaga manusia dalam menyiang gulma di sawah.  Hanya dengan mengandalkan keong mas, masalah gulma teratasi.  Dengan menggunakan keong mas terlihat pertanaman bersih dari gulma.   Menurutnya, semakin banyak keong ditebar di sawah, semakin cepat gulma bersih. Ke depan harapan Daiman,  ada kajian tentang berapa jumlah keong yang harus ditebar dalam setiap hektarnya.  Yang perlu diperhatikan dalam penebaran keong mas adalah umur pertanaman dan ketersediaan air selama siklus hidup keong mas.  Syarat umur tanaman padi adalah di atas 28 - 30 hari setelah pindah dan ketinggian air  + 5 cm.

CARA CEPAT MENGUJI STATUS HARA DAN KEMASAMAN TANAH

Untuk mengetahui status hara tanah sawah, petani atau penyuluh kini tidak perlu lagi mendatangi laboratorium uji tanah. Dengan perangkat uji tanah sawah, pengujian dapat dilakukan di lapangan dengan cepat, mudah, murah dan hasilnya pun akurat.

Hingga saat ini, rekomendasi pemupukan untuk padi sawah di sebagian besar wilayah masih bersifat umum, baik jumlah maupun jenisnya, sehingga efisiensi pemupukan rendah dan tidak berimbang di dalam tanah. Agar pemupukan menjadi efisien dan berimbang, maka rekomendasi pemupukan harus didasarkan pada uji tanah, yaitu
metode formulasi rekomendasi pemupukan dengan memperhatikan status dan dinamika hara tanah serta kebutuhan tanaman untuk mencapai hasil yang optimal.

Baca lebih lanjut

MANFAAT COCOPOT SEBAGAI POT TANAMAN RAMAH LINGKUNGAN

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tengah Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah penghasil utama kelapa/kopra di Indonesia, dengan luas areal 173.535 ha (Disbun Provinsi Sulawesi tengah, 2010). Banyak manfaat, mulai dari akar, batang, daun, buah, hingga pelepah dan sabutnyapun bisa dimanfaatkan. Karena multi gunanya maka pohon kelapa (Cocos nucifera) disebut juga sebagai pohon kehidupan. Sabut kelapa merupakan salah satu limbah buah kelapa yang sebagian besar masyarakat hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang semestinya dapat digunakan sebagai salah satu sumber bahan organik dalam usaha pertanian lahan sempit di perkotaan.

BPTP Sulawesi Tengah dalam menginisiasi Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) mencoba berbagai alternatif bahan media tanam yang ramah lingkungan, efisien/murah dan mampu memberikan produksi yang optimal. Diciptakannya inovasi teknologi pemanfaatan sabut kelapa dalam bentuk COCOPOT sebagai pengganti polybag. COCOPOT telah diaplikasikan di seluruh lokasi M-KRPL Sulawesi Tengah termasuk di lingkungan kantor BPTP Sulawesi Tengah dan Kebun Percobaan Sidondo, yang selanjutnya dijadikan sebagai model pengembangan KRPL di Prov. Sulawesi Tengah. COCOPOT merupakan tempat untuk tanaman dibuat dari sabut kelapa sebagaimana halnya dengan pot-pot tanaman lainnya yang dibuat dari plastik, semen, tanah liat dan sebagainya. Keunggulan COCOPOT antara lain :

1. Sumber bahan organik untuk media tanam
2. Lebih mampu mempertahankan suhu dan kelembaban tanah
3. Hemat air didalam penggunaan untuk tanaman.
4. Hemat tenaga kerja
5. Ramah lingkungan, 100% dapat didaur ulang dan mempermudah proses pemindahan tanaman.
6. Lebih murah, ekonomis dan efisien.

Penggunaan COCOPOT sebagai media tanam sangat baik diaplikasikan pada lahan sempit dan kritis sekalipun. Sifat cocopot yang mudah terurai sehingga mampu menjaga kesuburan tanah, menambah unsur hara. Bentuknya yang spesifik membuat COCOPOT menjadi alternatif untuk menyelamatkan bumi dari pencemaran bahan limbah yang berbahaya dan dampak perubahan iklim.

DETASSELING PADA TANAMAN JAGUNG

Salah satu kegiatan penting dalam proses produksi benih jagung hibrida adalah pelaksanaan kastrasi atau detasseling. Detasseling merupakan kegiatan pembuangan bunga jantan dari pohon induk tanaman betina. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyerbukan sendiri, karena jagung merupakan tanaman berumah satu. BPTP Sulawesi Tengah pada kegiatan desa mandiri benih dilokasi kawasan nasional tanaman pangan melatih petani untuk menghasilkan benih jagung hibrida F1. Pelaksanaan pembuangan bunga jantan pada tanaman induk betina dilaksanakan sebelum bunga jantan mekar. Bunga jantan siap dibuang pada saat tanaman sudah bunting, pada umur 47-49 hari, dimana daun bendera tidak terbuka (sudah bulat dan berdiri tegak).

Teknik pemotongan bunga jantan adalah sebagai berikut :

  1. Membuangan bunga jantan pada tanaman induk betina saat daun bendera belum terbuka bunga jantan belum pecah.
  2. Cabut bunga bunga jantan pada induk betina dengan menggunakan tangan dan hendaknya dilakukan pada pagi hari.
  3. 3. Lakukan pencabutan bunga jantan pada semua tanaman betina secara selektip, jangan sampai ada yang tertinggal agar serbuk sarinya tidak membuahi tanaman betina lain.