JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 Bertempat di IP2TP Sidondo pada hari Senin, 3 Oktober 2022 dilakukan gerakan tanam jagung komposit varietas Jakarin di lahan seluas 1,5 ha. Kegitan ini dihadiri Kepala BPTP Sulteng, Sub Koordinator KSPP, Koordinator Program dan Evaluasi, Kepala IP2TP Sidondo, Peneliti, Penyuluh dan Siswa Prakerin SMKN 1 Bambalamutu dan SMKN 1 Dondo.  

Mengawali kegiatan gerakan tanam, Peneliti BPTP Sulteng (Muh. Afif Juradi, S.P.,M.P) yang juga penanggung jawab kegiatan UPBS Jagung tahun 2022 berkesempatan memberikan materi tentang Teknologi Perbenihan Jagung kepada seluruh Siswa Prakerin. Afif Juradi dihadapan para Siswa Prakerin menjelaskan secara umum tentang teknologi budidaya jagung seperti pengolahan lahan, perlakuan benih sebelum di tanam, jarak tanam, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, dan prosesing benih.

“Khusus budidaya jagung untuk menghasilkan benih, ada hal-hal penting untuk diperhatian dan wajib harus dilakukan, yakni pada saat di lahan pertanaman harus ada seleksi tanaman dan roughing, serta seleksi/sortir biji pada saat tahapan prosesing”, jelas Afif Juradi. “Ketika hasil jagung yang ditanam nantinya kita harapkan akan dijadikan benih, maka sejak awal kegiatan kita wajib melapor kepada pengawas benih dalam hal ini adalah BPSB setempat, ini sudah menjadi SOP perbenihan”, pungkas Afif Juradi.

Kepala BPTP Sulteng (Dr. Abdul Wahab, SP.,MP) didampingi Sub Koordinator KSPP, Koordinator Program dan Evaluasi serta Kepala IP2TP Sidondo melakukan penanaman dengan menggunakan alat tanam Landak, diikuti seluruh Siswa Prakerin dengan cara tanam manual untuk mempercepat penanaman dan juga karena keterbatasan alat tanam landak yang dimilik. Adapun jarak tanam yang dipakai adalah 75 x 20  dengan 1 biji per lubang tanam dan 75 x 40 dengan 2 biji per  lubang.

#Jayalah_Pertanian_Indonesia.

Rangkaian kegiatan pendampingan pada Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu dimana BPTP Sulteng sebagai narasumber, masih terus berlanjut di Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di Kota Palu. Keberlanjutan kegiatan tersebut seperti terlihat pada hari Kamis (29 September 2022), dimana BPTP Sulteng kembali memberikan materi pada Pelatihan Tematik Kegiatan P2L di KWT Nenas Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. Pelatihan yang berlangsung sehari itu dihadiri Lurah Palupi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Kota Palu bersama staf, Penyuluh BPTP Sulawesi Tengah, Mahasiswa Magang dan pengurus beserta seluruh anggota KWT.

Dihadapan Lurah Palupi dan seluruh peserta yang hadir, Andi Dalapati, S.TP, MP (Penyuluh BPTP Sulawesi Tengah) yang menjadi narasumber menyampaikan materi dengan judul Inovasi Teknologi Mendukung Pemanfaatan Pekarangan. Kepada kelompok tani, dituturkan, pemanfaatan lahan pekarangan diperkotaan bisa mendukung ketahanan pangan dengan memberdayakan potensi pangan lokal yang dimiliki. Kegiatan P2L dilaksanakan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas dan pemanfaatan pangan dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga, serta mendukung program pemerintah dalam penanganan stunting. Kegiatan itu dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif sebagai penghasil pangan demi memenuhi pangan dan gizi rumah tangga. Yang juga tidak kalah pentingnya adalah kegiatan yang berorientasi pasar agar dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Diakhir materinya, BPTP Sulawesi Tengah mengajak seluruh anggota KWT untuk memanfaatkan dan memperindah pekarangan rumah, dengan menanam bermacam-macam tanaman yang bisa menunjang kebutuhan keluarga. “Harapan kami, dengan adanya pendampingan ini anggota KWT lebih giat lagi mengoptimalkan sumberdaya yang telah dimiliki seperti pekarangan para anggota dan rumah bibit, agar nanti dapat meningkatkan hasil sayuran dari para anggota, baik itu untuk pemenuhan kebutuhan keluarga maupun untuk meningkatkan tambahan pendapatan bagi para anggota”.

Secara keseluruhan rangkaian pelatihan hari itu diakhiri dengan sesi diskusi dan kunjungan ke kebun bibit milik anggota KWT Nenas Kelurahan Palupi.

#Jayalah Pertanian Indonesia

Swasembada pangan menjadi program pembangunan pertanian yang strategis karena memiliki dampak luas. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah salah satunya dengan meningkatkan dan mempertahankan luas tambah tanam. Untuk pada 28 September 2022 Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Sulawesi Tengah melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) peningkatan produksi tanaman pangan, yang di ikuti oleh kepala Bidang Tanaman Pangan se Propinsi Sulawesi Tengah. Kepala BPTP Sulawesi Tengah (Dr. Abdul Wahab, SP.,MP) hadir sebagai undangan pada kegiatan tersebut.

Rakor dibuka oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Sulawesi Tengah (Nelson Metubun, SP). Dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan program peningkatan produksi tanaman memang menghadapi beberapa kendala baik secara administrasi, teknis maupun SDM. Namun semua dapat diatasi dengan Kerjasama dan semangat untuk mensukseskan program menuju swasembada pangan berkelanjutan melalui peningkatan produksi tanaman pangan. Upaya yang dapat dilakukan dengan meningkatkan dan mempertahan Luas Tambah Tanam (LTT) Pajale melalui identifikasi lahan-lahan yang telah panen/bero/lahan tidur untuk segera diolah dan ditanami, percepatan pemetaan lahan sawah (poligon) dan percepatan CPCL (poligon)  program bantuan pemerintah tahun 2022, mengoptimalkan pemanfaatan alsintan (brigade) untuk percepatan pengolahan lahan/panen, mengaktifkan pencatatan dan pelaporan LTT, luas panen dan produksi oleh KCD/KUPT/MTK ke dinas kab/kota (Dinas kab/kota ke BPS Kab/Kota dan Dinas TPH Provinsi), mendorong reporter melakukan penginputan luas tanam/panen dan produktivitas melalui aplikasi  Si PDPS & BANPEM, dengan melampirkan foto open camera hamparan pertanaman (komoditas tanaman pangan). Beliau juga memohon agar BPTP Sulawesi Tengah dapat terus mendampingi dan bersinergi dalam mensukseskan program swasembada pangan di Sulawesi Tengah.

Selain itu dalam rakor tersebut disampaikan pula mengenai rencana kegiatan serealia tahun 2023, antara lain produksi jagung komposit, padi bifortifikasi, perbenihan jagung dan padi, pengembangan shorgum, jagung hibrida dan kedelai serta optimalisasi peningkatan indeks pertanaman (OPIP) sehingga diharapkan dinas dari setiap Kabupaten/Kota untuk segera melakukan pendataan CPCL untuk program-program tersebut. Dalam kesempatan Rakor tersebut, sehubungan dengan pengembangan benih padi, BPTP Sulteng menyediakan benih padi biofortifikasi Varietas Inpari IR Nutrizinc dan benih padi umur genjah Varietas Cakrabuana Agritan dalam mendukung program pengembangan padi IP 400 di Sulawesi Tengah, yang merupakan kerjasama antar Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan dengan Badan Litbang Pertanian. Untuk memperoleh benih bantuan tersebut, pihak BPTP akan menyalurkan sesuai dengan prosedur CPCL yang disetujui Dinas TPH Provinsi sebagimana yang sudah terdistribusi pada beberapa Kabupaten di Sulteng.

Semoga dengan koordinasi dan Kerjasama yang baik dapat mensukseskan program peningkatan produksi tanaman pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Jayalah Pertanian Indonesia.

Jum’at (23/09/2022) sebanyak 44 orang siswa Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) di IP2TP Sidondo diajarkan materi tentang Teknologi Pengolahan Limbah Pertanian untuk Pakan Ternak.  

Arif Cahyono, SST (Penyuluh BPTP Sulteng) didampingi instruktur lapangan I Putu Wirawan (staf IP2TP Sidondo) mengajar dan memandu para siswa prakerin, mulai dari cara panen jagung saat di lahan, hingga praktek pengolahan limbah hasil panen jagung menjadi silase untuk pakan ternak. Dalam hal ini limbah yang digunakan adalah berangkasan/batang jagung.

Dihadapan para siswa Prakerin, Arif Cahyono secara rinci menjelaskan latar belakang, tujuan dan keuntungan dari pemanfaatan limbah untuk pakan ternak. Menurutnya, tujuan pengolahan limbah sisa hasil panen, baik pertanian maupun perkebunan diantaranya adalah untuk mempertahankan/meningkatkan kandungan gizi, memperpanjang masa simpan, meningkatkan kesukaan ternak dan bisa digunakan sebagai cadangan pakan.

Usai penyampaian materi, para siswa langsung melakukan praktek di bawah arahan dan bimbingan pengajar dan istruktur. Total bahan utama yang digunakan saat praktek sebanyak 200 kg batang jagung, serta bahan-bahan tambahan lainnya yakni dedak padi, molasses (tetes tebu), probiotik dan air bersih.

Adapun tahapan pembuatan silase batang jagung yang praktekan adalah; batang jagung yang sudah di cacah menggunakan mesin pencacah pakan (copper) ditebar di atas terpal, lalu ditaburkan dedak sedikit demi sedikit di atasnya. Setelah itu molasess dan probiotik yang masing-masing sudah dilarutkan dengan air bersih disiramkan di atas bahan tersebut, kemudian diaduk sampai semua bahan tercampur secara merata. Terakhir, seluruh bahan yang sudah tercampur dimasukkan dalam bak lalu ditutup rapat untuk proses fermentasi secara an-aerob (tanpa udara) selama 21 hari.

Terhadap materi yang diajarkan dan praktek yang dilaksanakan hari itu, nampak antusias siswa prakerin sangat tinggi untuk mengetahui lebih mendalam terkait pembuatan silase batang jagung untuk pakan ternak. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang bertanya, terutama bertanya tentang bahan-bahan yang digunakan ataupun metode dan tempat penyimpanan. “Bagaimana jika di tempat kami tidak ada tetes tebu, apakah bisa pakai bahan lain ?” tanya Zaldi, salah satu siswa SMKN 1 Bambalamutu. Lain halnya dengan Farel, siswa prakerin dari SMKN 1 Dondo. Dia bertanya tentang metode dan cara penyimpanan. “Selain disimpan dalam bak, apa boleh menggunakan karung selama proses penyimpanan/fermentasi ?”.

Menanggapi pertanyaan para siswa, Arif Cahyono selaku pengajar menjawab pertanyaan siswa satu per satu secara detail sampai akhirnya seluruh siswa menjadi tahu, lebih paham dan merasa puas dengan jawaban dan penjelasan yang diberikan.

#Jayalah_Pertanian_Indonesia