JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Penyelenggaraan penyuluhan pertanian pada dasarnya mempunyai tujuan langsung yang berbeda pada berbagai tingkatan dan kategori untuk petani dan nelayan. Untuk memudahkan dalam penyuluhan untuk merubah perilaku (Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan), maka perlu disusun Programa penyuluhan. Programa Penyuluhan Pertanian adalah pernyataan tertulis yang disusun secara sistematis tentang Rencana Kegiatan Penyuluhan Pertanian, yang menggambarkan keadaan sekarang, tujuan yang akan dicapai, masalah yang dihadapi, dan rencana kegiatan penyuluhan yang dilakukan secara partisipatif, guna mendukung pencapaian tujuan Program Pembangunan Pertanian. Programa Penyuluhan adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian penyuluhan.

Untuk itu pada Kamis, 15 Juli 2021, dilaksanakan Ekspose Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Tingkata Kecamatan Tahun 2022 di BPP Model Kostratani Gumbasa. Kegiatan ini dihadiri Koordinator penyuluh Kabupaten Sigi, Penyuluh BPTP Sulawesi Tengah, Penyuluh Wilayah Kerja BPP Gumbasa dan Perwakilan Kelompoktani dari setiap desa di Kecamatan Gumbasa dan Tanambulava, Kabupaten Sigi. Koordinator Penyuluh Kabupaten Sigi (Nurhidayat, SP.,MP), menyampaikan bahwa Programa Penyuluhan Pertanian adalah rencana kegiatan pembelajaran bagi petani dan keluarganya serta pelaku usaha pertanian lainnya yang terdiri dari berbagai kegiatan penyuluhan pertanian yang disusun oleh penyuluh pertanian bersama petani di suatu desa guna mengembangkan usaha pertanian keluarga kelompok dan desa kearah yang lebih produktif, lebih menguntungkan dan berkelanjutan yang disusun secara realita di lapangan yang disusun sesuai dengan keadaan sebenarnya, harus memberikan nilai manfaat bagi perubahan perilaku untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan pelaku utama dan pelaku usaha, dan juga dapat dilaksanakan oleh penyuluh.

Kepala BPP Gumbasa (Seprianto, SP), menghimbau pada petani dalam penyusunan programa ini tidak perlu terlalu banyak, meskipun sedikit, tetapi yang mampu untuk direalisasikan atau dikerjakan, terutama untuk mendukung peningkatan produksi dan produktivitas baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan.

Selanjutnya dilanjutkan penyusunan programa penyuluhan tingkat Kecamatan Gumbasa dan Tanambulava yang dipandu oleh penyuluh (Vaizin Rupa,SP). Dalam proses penyusunan Programa, anggota kelompok tani diminta untuk menginventaris keadaan, permasalahan dan kebutuhan mereka pada berbagai aspek kegiatan pertanian. Mulai dari aspek budidaya, pengolahan, pemasaran sampai dengan kelembagaan petani. Hasil dari proses inventarisasi tersebut dirangkum dan diurutkan berdasarkan prioritas oleh Penyuluh Pertanian Setempat, untuk kemudian diwujudkan dalam satu dokumen Programa Penyuluhan Pertanian Kecamatan Gumbasa dan Tanambulava. Besar harapan kiranya programa ini dapat berjalan dengan baik sesuai yang direncanakan, sehingga meningkatkan produktivitas petani, yang pada akhirnya dapt meningkatkan pendapatan petani. Jayalah Pertanian Indonesia