JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Jagung (Zea mays) merupakan salah satu serealia yang strategis dan bernilai ekonomis serta mempunyai peluang untuk dikembangkan karena kedudukannya sebagai sumber utama karbohidrat dan protein setelah beras. Hampir seluruh bagian tanaman jagung dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Harganya cukup menarik seiring dengan kenaikan harga bahan baku kertas berupa pulp. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus berupaya dalam peningkatan produksi dan produktivitas, untuk memenuhi permintaan jagung dalam negeri. Dalam upaya mensukseskan program pemerintah Badan Litbang Pertanian mengambil peran dalam hal penyediaan varietas unggul baru yang berpotensi tinggi.

Guna peningkatan adopsi VUB ditingkat petani, BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah menyelenggarakan panen jagung hibrida varietas HJ 21 Agritan pada Senin (19 Juli 2021) di Desa Lambara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi. Acara ini dihadiri oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Plh. Kepala BPTP Sulawesi Tengah, Kepala Desa Lambara, Penyuluh Wilayah Kerja Gumbasa, Peneliti dan Penyuluh BPTP Sulawesi Tengah, dan Kelompoktani Politani Makmur.

Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (Dr. Ir. Fery Fahrudin Munier, M.Sc., IPU), dalam sambutannya menyampaikan jagung hibrida varietas HJ 21 Agritan yang yang dipanen saat ini merupakan produk anak bangsa dari Badan Litbang Pertanian yang memiliki keunggulan, antara lain umur tanaman genjah (± 82 hari setelah tanam) dengan potensi hasil 12,2 ton/ha, rata-rata hasil ± 11,4 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian bahwa jagung ini juga tahan penyakit bulai, hawar daun dan karat daun. Keunggulan lainnya adalah bersifat stay green (warna batang dan daun masih hijau saat tongkol dipanen, sehingga brangkasan dapat dijadikan pakan ternak), adaptif pada lahan ketinggian 5 - 650 meter di atas permukaan laut, sehingga cocok untuk wilayah di Kabupaten Sigi. Beliau juga menyampaikan dalam upaya peningkatan produksi jagung diarahkan untuk mencapai swasembada jagung secara bekelanjutan melalui sistem Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) secara penuh dan utuh di kalangan petani jagung. Beliau menghimbau agar BPTP Sulawesi Tengah, tetap menderaskan inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian.

Plh. Kepala BPTP Sulawesi Tengah (Rudi Aksono, SP), menyampaikan bahwa sebagai lembaga riset Kementerian Pertanian yang ada di daerah, BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah senantiasa siap mendampingi kebutuhan teknologi para petani, termasuk budidaya jagung di lahan kering guna mencapai swasembada pangan di Kabupaten Sigi pada khususnya dan diwilayah Sulawesi Tengah pada umumnya.

Kepala Desa Lambara (Azis), mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian bersama tim. Dan beliau juga merasa bangga karena dipilihnya Desa Lambara sebagai tempat untuk gerakan panen yang dilaksanakan hari ini. Selanjutnya Kepala BPP Gumbasa (Seprianto,SP), melaporkan bahwa BPP Gumbasa bersama BPTP Sulawesi Tengah melakukan safari penyuluhan yang dilaksanakan setiap minggu sekali. Semoga kedepan kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan, dan petani dapat menerapkan teknologi yang telah disampaikan, sehingga upaya peningkatan produksi dan produktivitas dapat terwujud dan pendapatan petani meningkat. Jayalah Pertanian Indonesia