JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Sebanyak tiga unit rumah kompos (Rukom) dari Program Livelihood Yayasan Pusaka Indonesia (YPI), hari ini Rabu (28/7/2021) telah diresmikan penggunaannya oleh pemerintah Kabupaten Sigi. Rukom yang merupakan bantuan Caritas Swiss bertujuan untuk memberdayakan para petani terdampak gempa bumi dan memperbaiki perekonomian mereka pasca gempa bumi 2018. Hadir pada acara tersebut Asisiten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dinas Peternakan Kabupaten Sigi, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi, Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi, BPTP Sulawesi Tengah, Camat Dolo Selatan, Kepala BPP Baluase, tokoh masyarakat dan tokoh adat, kelompoktani pelaksana rumah kompos dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pembangunan rumah kompos berlokasi di Desa Jono, Sambo dan Baluase, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi masing-masing satu unit. Kegiatan ini kerjasama Yayasan Pusaka Indonesia dengan berbagai pihak, antara lain BPTP Sulawesi Tengah yang berperan dalam pendampingan teknologi pengolahan pupuk kompos dan pestisida nabati. BPTP Sulawesi Tengah membantu membimbing petani dalam pemanfaatan dan pengolahan limbah pertanian menjadi kompos dan memproduksi pestisida nabati dari bahan lokal berbasis teknologi.

Program Manager Yayasan Pusaka Indonesia (Kristina Peranginangin) melaporkan bahwa pembangunan rumah kompos terintegrasi selaras dengan visi pemerintah Kabupaten Sigi untuk menjadikan “Kabupaten Sigi Berdaya Saing dan Berbasis Agribisnis”. Sarana tersebut tidak hanya dilengkapi dengan peralatan mesin pengolah bahan kompos, tetapi termasuk juga perlengkapan administrasi. Sementara untuk lahan bangunan merupakan dukungan dari pemerintah desa.

Perwakilan dari CARITAS SWISS (Leyn Gantare) menyampaikan bahwa bantuan tersebut patut disyukuri dengan memanfaatkan peralatan sebaik mungkin, sehingga kedepan rumah kompos dapat dioperasikan sesuai dengan fungsinya dan dapat memulihkan perekonomian kelompoktani pasca bencana dua tahun lalu. Ke depan kelompok pengelola rumah kompos dapat bekerjasama dengan pemerintah desa dalam hal pemasaran dari produk yang dihasilkan baik pupuk kompos maupun pestisida nabati. Dengan fasilitas tersebut diharapkan dapat dikelola dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar.

Plh. Kepala BPTP Sulawesi Tengah (Rudi Aksono,SP) menyambut baik adanya kegiatan dan pembangunan sarana tersebut, serta mengapresiasi kepada semua pihak, terutama kepada YPI, Pemerintah Kabupaten Sigi serta masyarakat. BPTP Sulawesi Tengah terus mengupayakan pendampingan kepada stakeholders terkait tugas dan fungsinya dalam mendiseminasikan inovasi teknologi, sebagaimana teknologi pembuatan kompos dan pestisida nabati yang telah diaplikasikan oleh masyarakat di Kabupaten Sigi, khususnya di Desa Sambo, Jono dan Baluase. Melalui penerapan teknologi tersebut akan melengkapi aktivitas di rumah kompos dan akan mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. BPTP Sulawesi Tengah selalu terbuka untuk memberikan pelayanan teknologi kepada seluruh stakeholders.

Bupati Sigi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Andi Ilham, S.Sos, MM.) juga mengapresiasi serta menyambut baik atas terselenggaranya peeresmian rumah kompos tersebut. Dikatakan bahwa peresmian rumah kompos ini sebagai bentuk sosialisasi dan pencanangan gerakan masyarakat pilah sampah dan mengolah sampah sebagai pupuk organik. Pengolahan pupuk organik merupakan upaya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan.oleh karena itu bantuan peralatan rumah kompos yang diterima hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya guna mendukung kegiatan usahatani agar mandiri, maju dan berkembang. Dengan adanya rumah pupuk kompos masalah sampah yang ada saat ini dapat teratasi, dimana sampah bernilai layaknya emas, tidak hanya mensejahterakan, juga menjadikan desa bersih, warga sehat dan sampah menjadi penghasilan.

Semoga dengan adanya rumah kompos ini akan memotivasi petani menuju pertanian organik, sehingga menghasilkan produk yang sehat yang pada akhirnya meningkatkan nilai jual dan pendapatan petani. Jayalah Pertanian Indonesia