JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

SAMBO - Kelompok tani membutuhkan pembinaan dan pemberdayaan lebih lanjut agar dapat berkembang secara optimal. Pemberdayaan dan penguatan kelembagaan petani merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan membangun sistem dan usaha agribisnis di satu wilayah. Sistem dan usaha agribisnis dapat tumbuh dan berkembang dengan baik apabila kelembagaan petaninya kuat. Dalam rangka kegiatan Hilirisasi Inovasi Teknologi Mendukung Food Estate di Desa Sambo Kec. Dolo Selatan, Tim BPTP Sulawesi Tengah melakukan kegiatan penguatan kelembagaan kelompok tani Kooperator, guna mendukung inovasi teknologi dan kemandirian kelompok tani (08/09/21).

Pada Pertemuan ini sebagai Narasumber Ibu Dr. Herawati Sp,M.Si salah seorang penyuluh BPTP Sulteng dan Ibu Tina Febrianti, SP, M.Sc sebagai salah satu peneliti bidang Sosiologi Pedesaan memberikan pemahaman tentang konsep berkelompok tani dan pengembangan kelompok tani menjadi kelompok tani mandiri.

Penguatan kelembagaan kelompok tani perlu dilakukan beberapa upaya, antara lain; (1) mendorong dan membimbing petani agar mampu bekerjasama di bidang ekonomi secara berkelompok, (2) menumbuh-kembangkan kelompok tani melalui peningkatan fasilitasi bantuan dan akses permodalan, posisi tawar, peningkatan fasilitasi dan pembinaan kepada organisasi kelompok, dan peningkatan efisiensi dan efektivitas usahatani, serta (3) meningkatkan kapasitas SDM petani melalui berbagai kegiatan pendampingan dan latihan yang dirancang secara khusus bagi pengurus dan anggota. Pemberdayaan kelembagaan kelompok tani merupakan serangkaian upaya yang sistematis, konsisten dan berkelanjutan untuk meningkatkan daya adaptasi dan inovasi petani guna memanfaatkan teknologi secara optimal dalam bingkai aturan main yang ada untuk mencapai tujuan bersama secara lebih efisien. Jayalah Pertanian Indonesia