JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

PALU - Melestarikan lingkungan merupakan salah satu kegiatan untuk merawat sumber daya alam yang ada. Salah satu cara untuk mewujudkannya yaitu memanfaatkan sampah rumah tangga. Selain untuk melestarikan lingkungan pemanfaatan sampah rumah tangga juga merupakan bentuk dukungan terhadap program kerja pemerintah yaitu menerapkan pangan organik.

Untuk mendukung pelaksanaan dilapangan tim BPTP Sulawesi Tengah melalui kegitan Hilirisasi Pemanfaatan Pekarangan mengadakan pendampingan pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Pada hari Senin, 13 September 2021, BPTP Sulawesi Tengah melakukan pendampingan pembuatan kompos dengan memanfaatkan sampah rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan Kelompok Wanita Tani Sedap Malam kota Palu dan dihadiri oleh anggota kelompok KWT Sedap Malam, Penyuluh BPP Duyu, dan Peneliti, Penyuluh, dan Litkayasa BPTP Sulawesi Tengah.

Dimana diketahui sampah rumah tangga terdiri dari dua jenis yatu sampah organik dan sampah non organik. Sampah organik adalah sampah rumah tangga yang berupa sisa makanan seperti sayuran atau buah-buahan. Selain itu, bisa juga berupa bumbu dapur yang sudah tidak terpakai ataupun dedaunan yang rontok. Sementara itu, sampah non-organik adalah sampah yang tidak bisa diolah menjadi pupuk kompos, seperti plastik, besih, kertas, dll.

Kompos merupakan salah satu jenis pupuk organik yang sudah mengalami proses pelapukan karena terjadi interaksi antara mikroorganisme atau bakteri pembusuk yang bekerja di dalam bahan organik tersebut. Bahan organik yang dimaksud pada pengertian kompos adalah sisa sayuran, rumput, jerami, sisa ranting dan dahan, kotoran hewan, bunga yang rontok, air kencing hewan ternak, serta bahan organik lainnya. Semua bahan organik tersebut akan mengalami pelapukan yang diakibatkan oleh mikroorganisme yang tumbuh subur pada lingkungan lembap dan basah.

Kompos juga berguna untuk meningkatkan daya ikat tanah terhadap air sehingga dapat menyimpan air tanah lebih lama. Ketersediaan air di dalam tanah dapat mencegah lapisan kering pada tanah. Penggunaan kompos bermanfaat untuk menjaga kesehatan akar serta membuat akar tanaman mudah tumbuh. Kandungan hara pada kompos memang terbilang lebih sedikit dibandingkan pupuk anorganik. Oleh karena itu, penggunaannya harus dilakukan dengan volume yang banyak untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman. Selain itu pembuatan kompos relatif murah dan kompos juga memberikan keuntungan jangka panjang untuk kesuburan tanah. Oleh karena itu, tidak salahkan kalau kita beralih ke pupuk organik Selain tubuh kita sehat karna tidak mengkonsumsi residu yang berlebih, kita juga ikut serta menjaga kesuburan tanah dan alam.

Petani Cerdas, Pertanian Organik.

Jayalah Pertanian Indonesia