JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan Pelatihan Penyegaran Manajemen Rantai Nilai (Value Chain) Produk Pertanian Bagi Penyuluh Pertanian Pendamping READSI Angkatan III Tahun 2021 pada tanggal 20 – 26 September 2021 dengan pelaksana kegiatan UPT Pendidikan dan Pelatihan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah di Sidera. Kegiatan ini diikuti oleh 56 orang penyuluh lapangan yang berasal dari Kabupaten Banggai, Buol dan Toli-toli. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah (Ir Trie Iriany Lamakampali, MM). Pelaksanaan kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan penyuluh pertanian pendamping READSI agar mampu membuat peta rantai nilai untuk komoditas pertanian.

BPTP Sulawesi Tengah ikut berperan sebagai tim fasilitator materi kegiatan (Dr Herawati SP, MSi) dan fasilitator pendamping (Sri Kayatin, SP). Adapun materi yang disampaikan sebagai tim fasilitator pada kegiatan pelatihan adalah (1) Konsep Rantai Nilai; (2) Pemetaan Rantai Nilai; (3) Validasi Ranta Nilai; dan (4) Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Rantai Nilai dan (5) Pembuatan Peta Rantai Nilai Komoditas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan. Untuk memberikan pemahaman, kemampuan dan keterampilan kepada peserta, menggunakan metode pembelajaran pendekatan belajar orang dewasa (andragogy) dimana peserta pelatihan berpartisipasi aktif untuk mengalami, mengemukakan, mengolah, menyimpulkan dan mengaplikasikan. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan kegiatan dilakukan tatap muka langsung penyampaian materi dengan metode ceramah, kemudian dilanjutkan dengan diskusi/tanya jawab dan praktek.

Praktek kegiatan dilaksanakan ke petani, pelaku usaha (gilingan, toko saprodi, pengumpul/pedagang hasil bumi) dan pasar Biromaru. Hasil ini memberikan pemahaman pada peserta tentang alur pelaksanaan Pemetaan Awal Rantai Nilai, melakukan validasi sesuai kenyataan di lapangan, dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Setelah diperoleh hasil dari wawancara kemudian memaparkan hasil diskusi di depan untuk mendapatkan tanggapan dari peserta lain dan narasumber. Pelatihan ini menghasilkan pembuatan peta rantai nilai untuk komoditas tanaman pangan (padi), tanaman hortikultura (Tomat) dan tanaman perkebunan (kakao). #Jayalah Pertanian Indonesia