JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Mendukung upaya Kementerian Pertanian membuktikan bahwa pasokan jagung masih melimpah, maka pada Kamis (30 September 2021) BPP Model kostratani Gumbasa melakukan panen perdana jagung varietas Nasa 29. Panen dilaksanakan secara bersama  di Kelompoktani Tunas Harapan, Desa Sibowi, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, yang dihadiri oleh BPTP Sulawesi Tengah, Dinas Tanaman Pangan, Hortikutura dan Perkebunan,  Pemerintah Kecamatan Tanambulava,Pemerintah Desa Sibowi,Peneliti dan Penyuluh BPTP Sulawesi Tengah, Penyuluh WK BPP Gumbasa,  Perwakilan Kelompoktani se Kecamatan Tanambulava.

Plh. Kepala BPTP Sulawesi Tengah (Rudi Aksono,SP), menyampaikan apresiasi pada petani yang hadir dalam acara panen perdana jagung varietas Nasa 29 tersebut, hal itu disampaikan karena petani sebagai pelaku utama dalam menggerakkan roda pertanian. Selanjutnya dijelaskan bahwa BPTP Sulawesi Tengah sebagai UPT Badan Litbang Pertanian yang ada di daerah yang akan mendampingi petani dalam hal penerapan inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi dan produktivitas. Apabila ada kendala dalam penerapan inovasi teknologi untuk segera disampaikan ke BPTP Sulawesi Tengah untuk dilakukan pendampingan, baik tanaman pangan, hotikutura perkebunan maupun peternakan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas TPHP Kabupaten Sigi ( Nasikah, SP), menyampaikan bahwa jagung hibrida Nasa 29 cocok untuk dikembangkan, karena para petani biasanya menyukai jagung yang memiliki tongkol lebih dari satu, sehingga Nasa 29 ini merupakan salah satu varietas yang dapat menjadi pilihan untuk dikembangkan. Kepada seluruh kelompoktani dihimbau untuk segera menanam semua benih bantuan yang telah disalurkan, dan disampaikan kepada penyuluh agar dilaporkan melalui laporan utama Kementerian Pertanian. Ditambahkan juga bahwa semua varietas hibrida pada prinsipnya sama dapat memberikan hasil yang optimal bila dilakukan pemeliharaan dengan baik atau menerapkan inovasi  teknologi yang telah disampaikan oleh BPTP Sulawesi Tengah maupun Penyuluh WK BPP Gumbasa.

Peneliti BPTP Sulawesi Tengah (Muh. Afif Juradi, SP.,MP) menyampaikan beberapa keunggulan jagung hibrida tongkol ganda NASA 29, yakni stay green, yaitu warna batang dan daun di atas tongkol masih hijau saat biji sudah masak/waktu untuk panen, sehingga batang dan daun tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pakan, selain itu rendemennya tinggi serta janggelnya keras.. Varietas NASA 29 memiliki umur panen 100 hari setelah tanam dengan warna biji kuning-oranye. Potensi hasil yang tinggi mencapai 13,5 ton/ha. Selain potensi hasil yang tinggi, jagung ini memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai, karat, dan hawar.

Kepala BPP Gumbasa (Seprianto,SP) mengucapkan terima kasih kepada BPTP Sulawesi Tengah atas pendampingannya dan sekaligus melaporkan hasil ubinan sebanyak 8 ton/ha. Semoga kedepan teknik budidaya dapat diperbaiki dengan pendampingan dari BPTP Sulawesi Tengah, sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas. Jayalah Pertanian Indonesia