JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Sobat tani tentu tidak asing lagi dengan yang namanya tanaman kelor (Moringa oliefera L.). Hampir sebagian besar masyarakat Sulawesi Tengah mengkonsumsi tumbuhan ini. Tumbuhan ini juga merupakan jenis tanaman tropis yang sejak lama telah dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional. Menurut laporan Medical News Today, daun kelor atau the drumstick tree mengandung senyawa yang bersifat antijamur, antivirus, antidepresan, serta antiinflamasi. Tumbuhan yang berasal dari India ini sudah banyak ditemui di Afrika, Amerika Selatan, hingga Asia, termasuk Indonesia. Daun kelor juga memiliki kandungan penting lainnya seperti kalsium, kalium, zat besi, magnesium, fosfor, seng, serta rendah kalori. Semua senyawa tersebut sangat diperlukan bagi kesehatan tubuh.

Pada hari Senin, 11 Oktober 2021 bertempat di Kebun Kelor Kelompok Tani Kelorta, Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, BPTP Sulawesi Tengah menghadiri undangan gerakan Panen Kelor Merah Khatulistiwa yang diselenggarakan oleh Balai Karantina Kelas II Palu. Kegiatan ini dirangkaikan hari jadi Karantina Pertanian yang ke-144 tahun. Acara ini dihadiri oleh Kepala Balai Karantina Kelas II Palu dan tim, Kepala BPTP Sulawesi Tengah dan tim, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah,  Lurah Kayumalue Ngapa,  Kepala BPP Kayumalue, dan Anggota Kelompok Tani Kelorta.

Gerakan panen ini merupakan bentuk wujud dukungan Kementerian Pertanian dalam melakukan eksport ke beberapa negara. Eksport yang dilakukan dalam bentuk daun kelor yang dikeringkan dan biji buah kelor yang sudah kering, sehingga peningkatan taraf ekonomi di kalangan petani khususnya petani kelor. Dalam sambutannya Kapala BPTP Sulawesi Tengah (Dr. Abdul Wahab, SP. MP) menyatakan daun kelor memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang bagus dan dibutuhkan oleh tubuh sehinga sangat baik untuk dikembangkan. Dan perlu juga dilakukan diversifikasi olahan untuk tanaman kelor, dimana teknologinya akan didukung oleh BPTP Sulawesi Tengah. Selain itu Kepala Balai Karantina Kelas II Palu (Amril, S.Sos. MM) menyatakan Kelor Merah Khatulistiwa merupakan salah satu tanaman spesifik yang tumbuh di Sulawesi Tengah, dimana ciri khasnya terdapat rantingnya yang berwarna merah, berbeda dengan kelor biasanya dengan ranting berwarna hijau. Kelor Merah Khatulistiwa ini diharapkan dapat menjadi brand produk Sulawesi Tengah. Beliau juga menyatakan kedepannya Kelor Merah Khatulistiwa akan diintegrasikan dengan tanaman ternak dan akan menjadi tempat wisata Kebun Kelor yang ada di Sulawesi Tengah. Kelompoktani Kelorta menurut ketua kelompok (Dahlan, SP) sudah merintis pasar dan telah mendapat bantuan alat mesin, akan tetapi masih membutuhkan bahan baku daun kelor yang cukup, sehingga ke depan masih perlu pengembangan luasan tanaman kelor tersebut. Adapun harga per kg daun kelor petik tanpa ranting di tingkat petani adalah Rp. 3000. Jayalah Pertanian Indonesia.