JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It

Food Estate merupakan salah satu program strategis pembangunan pertanian nasional yang menjadi solusi cerdas dalam meningkatkan kedaulatan pangan. Adapun proses pengembangannya melibatkan peran serta kementerian dan lembaga terkait, salah satunya adalah Kementerian Pertanian.

Di antara banyak manfaat dari pengembangan Food Estate, maka tugas Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tengah selaku Unit Pelaksana Teknis Badan Litbang Pertanian dalam Food Estate adalah menyiapkan ketersediaan inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi dan nilai tambah komoditas pertanian. Kegiatan hilirisasi teknologi mendukung food estate bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi Badan Litbang Pertanian melalu pendekatan food estate, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan peningkatan produktivitas hasil pertanian dan menopang ketersediaan pangan di daerah tersebut.

Salah satu kegiatan hilirisasi teknologi yang dilaksanakan oleh BPTP Sulawesi Tengah untuk mendukung kegiatan food estate ialah pelaksanaan demplot penanaman padi Inpari 30 di Kelompok Tani Jaya Baru Desa Bambapun Kec. Dondo Kab. Toli toli. Penanaman dilakukan di lahan sawah seluas 3 ha, dengan menerapkan berbagai komponen inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian, antara lain inovasi teknologi jajar legowo dengan system tanam Tabela (Tanam Benih Langsung) dan inovasi VUB Inpari 30.

Keuntungan sistem tanam Tabela umur panen lebih cepat 10-15 hari dari tanam pindah (Tapin), penanaman mudah dan praktis, hemat biaya, hemat tenaga, dan jumlah anakan tidak produktif menurun dan hemat benih. Konsekuensi dari Tabela adalah lahan memerlukan pengolahan tanah dan pengaturan air yang lebih intensif dibanding sistem tanam pindah.

Selain keunggulan system tanam Tabela, Varietas Unggul Baru (VUB) Inpari 30 juga memiliki berbagai keunggulan seperti potensi hasil yang dapat sampai 9,6 ton/ha, memiliki beras yang pulen dan merupakan hasil persilangan ciherang dan IR 64, tanaman padi memiliki umur 111 hari setelah semai, tinggi tanaman 101 cm, dan memiliki daun bendera yang tegak yang meminimalisir serangan burung pada pertanaman padi.

Setelah pengawalan dan pendampingan selama kurang lebih 3 bulan, pada Selasa (12/10/21) dilaksanakan kegiatan panen. Kegiatan yang dilakukan pengawalan khusus oleh Peneliti, Penyuluh dan Litkayasa BPTP Sulawesi Tengah, berhasil menunjukan hasil yang memuaskan terlihat hasil ubinan sebesar 9,12 ton/ha. Mengingat potensi hasil VUB Inpari 30 ini 9,6 ton/ha maka hasil yang didapatkan cukup memuaskan karena telah berhasil mendekati potensi hasil.

Melihat hasil yang memuaskan Bupati Toli-toli Amran Hi. Yahya, dalam pembukaannya menjelaskan bahwa sektor pertanian merupakan satu sektor unggulan di Kabupaten Toli-toli, maka dalam proses penyelenggaraan pembangunan daerah kabupaten sektor pertanian menjadi sektor andalan dan penggerak utama pembangunan, maka tentu saja diperlukan inovasi teknologi pertanian yang tepat guna untuk meningkatan produktivitas dan kualitas produk pertanian di Kabupaten Toli-toli.

Pada sambutan Kepala BPTP Sulawesi Tengah Dr. Abdul Wahab, SP, MP, menekankan bahwa tugas BPTP selaku Unit Pelaksana Teknis Badan Litbang Pertanian dalam Food Estate adalah menyiapkan ketersediaan inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi dan nilai tambah komoditas pertanian.

Abdul Wahab juga menambahkan untuk terus berusaha menerapkan berbagai inovasi teknologi pertanian untuk terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas di Sulawesi Tengah.

Jayalah Pertanian Indonesia