Written by Herawati, Heni dan Asnidar Hits: 111

Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengupayakan peningkatan produksi pertanian, salah satunya melalui penerapan pola tanam dengan Indeks Pertanaman (IP) 400 yaitu cara tanam dan panen empat kali dalam satu tahun pada lahan yang sama. Kegiatan Hilirisasi Inovasi Teknologi Mendukung IP400 dilaksanakan di Wera Desa Kaleke Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi di Kelompok Tani Langgeng dengan pola tanam padi-jagung-jagung-padi. Idealnya, IP400 dikembangkan di sawah irigasi teknis dengan ketersediaan air sepanjang tahun, bukan daerah endemis hama dan pada hamparan sawah yang cukup seragam. Untuk mendukung upaya penderasan inovasi teknologi ini, maka perlu penguatan kelompoktani agar dapat terus memacu produksi pangan di daerahnya.

Jumat, 19 November 2021, dilaksanakan pertemuan Kelompok Tani Langgeng untuk membahas permasalahan dan potensi kelompok dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD) tanaman padi dan jagung. Hadir pada pertemuan ini Kepala BPP Mantikole Kecamatan Dolo Barat, Kepala Dusun Wera, Ketua Gapoktan Desa Kaleke, tim peneliti dan penyuluh BPTP Sulawesi Tengah, penyuluh Desa Kaleke dan penyuluh Desa Pesaku beserta anggota Kelompok Tani Langgeng. Pengenalan model IP400 telah dilakukan dengan metode demplot di lahan salah seorang anggota Kelompok Tani Langgeng dengan pola tanam padi-jagung-jagung-padi dan penderasan inovasi teknologinya dilakukan melalui Sekolah Lapang (SL). Dari hasil pertemuan ini menghimpun informasi bahwa pola tanam yang eksisting dilakukan petani umumnya IP200 dan juga ada yang IP300 dengan pola tanam padi-jagung, padi-jagung-jagung, dan padi-jagung-kacang tanah. Adapun varietas padi yang sering ditanam adalah Mekongga, Cisantana dan pulut lokal serta bantuan pemerintah. Untuk tanaman jagung umumnya menggunakan varietas Hibrida Swasta dan jagung lokal, sedangkan benih kacang tanah menggunakan benih turun temurun atau membeli di pasar kemudian dilakukan pemilihan untuk dijadikan benih. Potensi sumberdaya berupa ketersediaan air dan jumlah tenaga kerja memadai. Namun demikian untuk saat ini menurut Kepala BPP Mantikole (Muhammad Arsyad SST) akan dilakukan penataan pertanaman padi dan jagung ataupun kacang tanah serta palawija agar ketersediaan air dapat dimanfaatkan lebih optimal menuju penerapan IP400. Oleh sebab itu akan dilakukan rapat atau pertemuan desa dan kecamatan untuk mendukung ke arah rencana penataan pertanaman tersebut. Semoga dengan adanya kegiatan penguatan kelompoktani ini dapat memotivasi anggota untuk meningkatkan pengetahuan dan penerapan teknologi di lahan usahataninya. Jayalah Pertanian Indonesia.