JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Poso telah melaksanakan Pemetaan Awal Rantai Nilai (Value Chain Mapping) kegiatan Pengembangan dan Manajemen Irigasi Partisipatif Terintegrasi (IPDMIP) pada tanggal 9 September 2021 bertempat di RM. Citra Moengko Poso. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas (Suratno SP, MSi) yang diikuti oleh Penyuluh Lapangan, staf lapangan dan penyuluh swadaya dari 8 Daerah Irigasi (DI) Toinasa, Pongge’e, Pendolo Atas, Mayoa, Tamadue, Halulai dan Wuasa. Dalam sambutannya beliau meminta agar dalam pelaksanaan kegiatan ini tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan mengharapkan agar peserta mengikuti dengan seksama. Kondisi di lapangan saat ini harus diperhatikan serta rantai pemasaran   IPDMIP meningkatkan nilai pertanian irigasi berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan sumber kehidupan di pedesaan.

BPTP Sulawesi Tengah ikut berperan sebagai pemateri kegiatan (Dr Herawati SP, MSi), untuk memberikan pemahaman, kemampuan dan keterampilan  tentang Pemetaan Awal Rantai Nilai. Materi ini memberikan pemahaman tentang alur pelaksanaan Pemetaan Awal Rantai Nilai dan diskusi serta praktek pengumpulan data menggunakan kuesioner. Setelah diperoleh hasil dari wawancara kemudian memaparkan hasil diskusi di depan untuk mendapatkan tanggapan dari peserta lain dan narasumber.

Pemateri menyampaikan bahwa pada pemetaan rantai nilai ini berarti pengumpulan data dan informasi tentang kegiatan yang dilakukan oleh berbagai pelaku (produsen utama, pengolah pedagang, penyedia jasa) untuk membawa bahan baku melalui suatu rantai hingga produk akhir, yang divisualisasikan dalam bentuk gambar, simbol, matriks dan sebagainya. Adapun yang dipetakan dalam rantai nilai adalah proses inti dalam rantai nilai, pelaku yang terlibat dalam rantai, alur produk, alur informasi dalam rantai nilai, nilai pada berbagai tingkatan dalam rantai nilai serta hambatan dan potensi solusinya.

# Jayalah Pertanian Indonesia.

Upaya mendukung program utama Kementerian Pertanian melalui kegiatan pendampingan KOSTRATANI (Komando Strategi Pembangunan Pertanian) tetap terus di galakkan BPTP Sulawesi Tengah. Hal itu terlihat pada hari Kamis (16/09/2021) dimana BPTP Sulawesi Tengah melakukan diseminasi inovasi teknologi Budidaya Kedelai di BPP Gumbasa sebagai salah satu BPP Model Kostratani di Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut diikuti para penyuluh di wilayah kerja BPP Gumbasa dan perwakilan kelompoktani penerima bantuan kedelai di Kecamatan Gumbasa, serta penyuluh BPTP Sulawesi Tengah.

Diseminasi inovasi teknologi Budidaya Kedelai dilakukan untuk mendukung percepatan peningkatan produksi kedelai di Kabupaten Sigi. Karena sebagaimana diketahui bahwa terkait upaya peningkatan produksi kedelai masih banyak faktor pembatas yang dihadapi petani pelaksana khususnya di wilayah kerja BPP Gumbasa.

Dr. Ir. Syafruddin, MP, Peneliti BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam budidaya kedelai dapat dicapai dengan menerapkan teknologi spesifik lokasi. Khusus pada lahan sawah, kedelai biasa di tanam pada musim kemarau, namun adapula yang di tanam pada awal musim hujan. Menurutnya, pada setiap musim varietas yang akan ditanam harus disesuaikan. “Varietas yang dianjurkan pada awal musim penghujan antara lain Agromulyo, Baluran, Grobogan, Malabar, Gepak Ijo dan Gepak Kuning, sedangkan pada kemarau atau kondisi air susah tersedia sebaiknya menanam varietas seperti Mallika, Gema dan Dering”, ungkap Syafruddin.

Lebih lanjut Syafruddin juga menjelaskan, bahwa secara teknis perlakuan benih sebelum penanaman dengan pupuk hayati sumber rhizobium dengan dosis 20 gram/kg benih. Benih yang telah dicampur rhizobium sebaiknya tidak terkena sinar matahari langsung, dan harus tertanam tidak lebih dari 6 jam setelah dicampur rhizobium. Jenis dan takaran pupuk disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah berdasarkan analisis tanah. Waktu pemupukan NPK sebaiknya umur 7-15 HST dengan cara pupuk dibenam dalam tanah lebih kurang 5 cm dari tanaman, bila tersedia pupuk kandang atau kompos sebaiknya diaplikasikan.

Lebih jauh Syafrudin menekankan, pemberian air diperlukan saat kelembaban tanah tidak mencukupi terutama pada stadium pertumbuhan awal, berbunga dan pengisian polong. Sebaiknya dilahan penanaman kedelai dibuatkan drainase untuk menghindari tergenangnya air. Sementara terkait pengendalian gulma dapat dilakukan secara mekanis maupun kimia menggunakan herbisida pra atau pasca tumbuh. Penyemprotan pra tumbuh dilakukan seminggu sebelum tanam, sedangkan untuk pasca tumbuh dilakukan secara hati-hati agar tidak mengenai daun kedelai.

Seprianto, SP, Kepala BPP Model Kostratani Gumbasa sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan pendampingan yang dilakukan BPTP Sulawesi Tengah, khususnya di wilayah kerja BPP Gumbasa. Terlebih lagi materi yang disampaikan kali ini tentang Budidaya Kedelai, sangat bermanfaat dan petani pun sangat antusias. Diakui Seprianto, selama ini petani masih salah dalam mengaplikasikan rhizobium. Semoga para petani mampu menerapkan teknologi yang disampaikan tim BPTP Sulawesi Tengah, agar pada akhirnya produksi kedelai yang dihasilkan sesuai harapan.

Jayalah Pertanian Indonesia
 

PALU - Menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Produksi dan Produktiitas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah yang dilaksanakan di Hotel Grand Zuri BSD City Tangerang Selatan, maka selama dua hari ini (Kamis-Jumat/16-17 September 2021) tim Puslatan BPPSDMP Kementerian Pertanian menggelar Rakor Program Utama Kementan di Provinsi Sulawesi Tengah.

Acara tersebut dilangsungkan di Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah dan di Kabupaten Parigi Moutong dimaksudkan untuk konsolidasi data pangan terhadap capaian Luas Tambah Tanam (LTT) MT II periode April-September 2021. Selain itu kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas TPH Provinsi Sulawesi Tengah juga membahas percepatan digitalisasi polygon melalui aplikasi eReporting.

BPTP Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Sub Koordinator KSPP beserta PJ Kegiatan UPSUS) juga turut hadir bersama dengan undangan lainnya, antara lain Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat dan Balai Karantina Pertanian Klas II Palu, serta Kepala Dinas Pertanian dari Kabupaten Donggala, Sigi dan Kota Palu. Kepala Dinas TPH Provinsi Sulawesi Tengah dalam sambutan dan laporannya antara lain mengatakan bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan harus terus dilakukan oleh semua aparatur di bidang pertanian meskipun berbagai masalah dan kendala yang dihadapi di Sulawesi Tengah, karena hal tersebut sudah menjadi tugas pokok dan fungsi kita.

Surplus yang dicapai harus terus dipertahankan dan ditingkatkan, jangan sampai hanya tertulis dalam angka-angka, akan tetapi mesti sejalan dengan kenyataan di lapangan. Semangat kerja harus terus ditingkatkan dengan prinsip kita harus lebih baik dari tahun 2020 dan memastikan pencapaian target pajale babeti.

Kepada para penyuluh untuk terus mendorong para petani agar melakukan penanaman, dan menggunakan varietas unggul dari Balitbangtan sebagai produk bangsa kita. Demikian juga dengan data-data yang dilaporkan harus diperiksa kembali dan dipastikan bahwa sudah benar. Termasuk data CPCL yang diusulkan harus sesuai dengan dan sinkron dengan luasan wilayah yang ada di wilayah masing-masing. Dipesankan pula untuk selalu berada dalam koridor aturan yang berlaku. Melalui pertemuan tersebut Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP yang diwakili oleh Koordinator Kelompok Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Puslatan (Riza Fachrizal, SE., MM.) menyampaikan beberapa langkah-langkah yang perlu segera dilakukan sebagai hasil rakor di Tangerang Banten.

Hal tersebut antara lain senantiasa berkomitmen terhadap pencapaian secara bersama, segera mengidentifikasi lahan-lahan bero untuk segera ditanami, pencatatan LTT harus segera dilaporkan, mengoptimalkan penanaman bantuan benih yang telah diterima, memberdayakan fungsi BPP sebagai Kostratani, setiap penyuluh di BPPterus meng-update data pada aplikasi laporan Utama Kementerian Pertanian.

Jayalah Pertanian Indonesia
 

PALU - Sebanyak 17 orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bambalamotu resmi diterima oleh Plt. Kepala BPTP Sulawesi Tengah kemarin (Selasa/14 September 2021).

Bertempat di Auditorium BPTP Sulawesi Tengah dan disaksikan oleh Kepala Sekolah SMK Bambalamotu dan stafnya, Kasubag TU, Sub Koordinator KSPP dan Sub Koordinator Program, Kepala IP2TP Sidondo beserta seluruh staf BPTP Sulawei Tengah.

Siswa SMK yang semuanya merupakan jurusan pertanian akan melaksanakan prakerin selama kurang lebih tiga bulan yang bertempat di IP2TP Sidondo.

Dalam sambutannya Dr. Ir. Nurdiah Husnah, MSi. mengingatkan kepada para siswa agar memanfaatkan waktu sebaik mungkin, dan untuk menjadi maju mereka harus menerapkan jiwa disiplin, rajin dan beretika.

Para siswa juga wajib mengetahui lingkungan tempat mereka belajar, untuk itu materi tentang kelembagaan Kementerian Pertanian, khususnya BPTP Sulawesi Tengah perlu diberikan selama prakerin.

Jayalah Pertanian Indonesia