JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sebagai salah satu bentuk dan tindak lanjut pengembangan Jaringan Petani Nasional (JPN) melalui platform LUMBUNG-IN Kementerian Pertanian, Badan Litbang Pertanian melakukan pengukuhan Komda JPN lingkup Balitbangtan. Pelaksanaan pengukuhan Komda JPN lingkup Balitbangtan dilaksanakan sebagai salah satu bentuk rangkaian peringatan HUT ke-47 Badan Litbang Pertanian. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis (09/09/21) yang berlokasi di Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Kab. Cianjur yang juga diikuti oleh seluruh anggota JPN di seluruh Indonesia melalui daring. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pembina Nasional JP dalam hal ini Menteri Pertanian (Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., MH.) ditandai dengan penyematan pin kepada Komda JPN seluruh Indonesia. Turut hadir dan dikukuhkan pengurus Komda JPN Sigi Sulawesi Tengah yang mengikuti secara virtual didampingi oleh Plh. Kepala BPTP Sulawesi Tengah beserta staf, serta petugas lapangan (Kepala BPP dan penyuluhnya).

Menteri Pertanian selaku Ketua Dewan Pembina Nasional JPN antara lain menyampaikan bahwa JPN merupakan infrastruktur yang menjadi kekuatan-kekuatan masyarakat, menjadi mata petani, mulut petani dan telinga petani yang teragregasi dalam Komda dan saling terkontaminasi dalam pembangunan pertanian. JPN juga menjadi harapan dan kebutuhan jajaran Kementerian Pertanian dalam memecahkan masalah di setiap daerah terutama di tingkat petani. Selanjutnya dipesankan agar Komda ini dapat segera bergerak dan menunjukkan kemajuan pertanian di daerahnya setelah pengukuhan tersebut, dan akan terus dimonitor dalam tiga bulan ke depan.

Kegiatan pengukuhan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Open House Balai Penelitian Tanaman Hias dan Agro Inovasi Fair (AF), yang juga merupakan agenda tahunan Badan Litbang Pertanian yang bertujuan untuk memperkenalkan berbagai varietas unggulan tanaman hias yang bernilai ekonomi tinggi. Saat ini Badan Litbang juga terus berinovasi menemukan jenis tanaman hias unggul dan laku di pasaran, erutama pasar ekspor. Pada kesempatan itu juga Menteri Pertanian berkenan memberikan nama pada jenis tanaman hias unggulan, masing-masing dengan nama Mojang Timo dan Gincu Perempuan. Jayalah Pertanian Indonesia

Dimasa pandemi banyak masyarakat kesulitan dengan roda perputaran keuangan mereka, begitu pula salah satu desa di Kabupaten Sigi, tepatnya di Desa Karawana Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Semenjak irigasi rusak akibat gempa ditahun 2018, petani setempat tidak dapat mengolah lahan mereka lagi karena tidak mendapatkan suplay air.

Oleh karena itu Bank Indonesia memberikan bantuan ke kelompok Tani Tunas Muda Desa Karawana untuk membantu permasalahan pertaniannya. Kamis (2 September 2021) didampingi BPTP Sulawesi Tengah, kelompok menerima bantuan dari Bank Indonesia berupa satu paket pembuatan sumur kedalaman 40m sebagai sumber pengairan, satu unit hand traktor, dua unit kultivator, dua unit hand sprayer, satu unit mesin pompa air, serta dua buah tandon air kapasitas 5500 liter.

Wakil Deputi BI Perwakilan Sulteng, menuturkan peralatan pertanian dari Bank Indonesia diharapkan memberi manfaat dalam menggarap lahan pertanian agar para petani dapat mengolah lahannya kembali serta para petani dapat menerima manfaatnya. “Sehingga pada waktu panen tiba para petani akan memperoleh hasil pertanian maksimal, dan menguntungkan para petani,” kata Wakil Deputi BI Perwakilan Sulteng, usai menyerahkan bantuan kepada petani di Desa Karawana.

Dalam kesempatannya Plh. Kepala Balai Sulawesi Tengah (Rudi Aksono, SP) juga memberikan motivasi kepada para petani untuk tetap semangat dalam melakukan kegiatan usaha tani dan betul-betul memanfaatkan bantuan yang di berikan Bank Indonesia. Selain itu BPTP Sulawesi Tengah akan terus mendampingi dari segi teknologi yang dibutuhkan oleh para petani di Desa Karawana. Harapannya dengan adanya pendampingan teknologi tersebut lahan pertanian di Desa Karawana dapat termanfaatkan dan mengurangi lahan yang tidur. Jayalah Pertanian Indonesia

Setelah mengikuti prakerin selama kurang lebih tiga bulan di BPTP Sulawesi Tengah, para siswa SMK Basidondo dilepas dan dikembalikan secara resmi oleh Plh Kepala Balai (Kamis/2 September 2021).

Pelepasan dilakukan di IP2TP Sidondo diterima kebali oleh Kepala Sekolah SMK Basidondo, dan disaksikan oleh Sub Koordinator KSPP, Kepala IP2TP Sidondo dan para tenaga teknis lainnya. Siswa tersebut terdiri atas 21 orang yang telah belajar dan menimba ilmu sejak bulan Juni 2021 yang lalu khususnya di bidang peternakan. Praktek pemanfaatan limbah pertanian, pengolahan pakan dan keterampilan lainnya merupakan teknologi yang diperoleh, dan tercatat terjadi peningkatan keterampilan dan perubahan sikap dari para siswa. Terdapat 3 siswa yang menunjukkan peningkatan prestasi yang cukup signifikan setelah mengalami pengalaman prakerin.

Plh. Kepala Balai (Rudi Aksono, SP.) menyatakan apresiasi atas kepercayaan dari guru dan orang tua siswa sehingga prakerin dilaksanakan di IP2TP Sidondo. Kepada para siswa dipesankan agar teus mengasah dan memperkaya diri dengan ilmu serta belajar, karena tidak ada umur yang membatasi untuk belajar, mereka diharapkan dapat mengembangkan diri dengan bekal dari IP2TP.

Hasil yang ditunjukkan oleh siswa SMK Basidondo menjadi salah satu penilaian untuk penerimaan siswa prakerin dari SMK Basidondo selanjutnya. Kepala Sekolah SMK I Basidondo menyampaikan terima kasih atas pelayanan yang telah diberikan oleh BPTP Sulawesi Tengah serta melaporkan bahwa untuk angkatan sebelumnya para siswa SMK Basidondo yang pernah mengikuti magang di BPTP Sulawesi Tengah memiliki prestasi yang sangat baik, karena rata-rata 5-10 siswa dapat melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, serta berharap agar kerjasama ini dapat terus berlanjut. Jayalah Pertanian Indonesia

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BP2TP) bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Sulawesi Tengah tahun 2021 ini akan melakukan kajian Pemanfaatan Hasil Ikutan Pertanian sebagai Bahan Penyusun Pakan Lokal untuk Perbaikan Penampilan Indukan Sapi Potong di Sulawesi Tengah. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari Program Akselerasi Kontingensi Penelitian dan Pengembangan Startegis lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) TA 2021.

Terkait hal itu, Kepala BBP2TP, Dr. Ir. Fery Fahruddin Munier, M.Sc. IPU sebagai Penanggung Jawab kegiatan bersama tim, pada Minggu (29/08/2021) telah melakukan pertemuan dengan kelompok peternak selaku pelaksana utama (kooperator) di Desa Sausu Torono Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong, yakni kelompok ternak Karya Bersama. Selain itu, dilakukan juga kajian kebutuhan dan peluang (KKP) pada dua kelompok tani yang merupakan pengembangan dari yang ada di Desa Sumber Sari Kecamatan Parigi Selatan yakni pada kelompok peternak Sumber Mulyo dan kelompok tani Harapan Baru 2. Hal ini berarti bukan hanya terjadi difusi inovasi teknologi di tingkat kelompok tani tetapi juga sudah terdifusi ke wilayah lainnya. KKP dilaksanakan dengan melibatkan dan mengaktifkan kelompok tani/ternak di awal penerapan inovasi teknologi dengan menggali informasi berupa teknologi existing, permasalahan dan solusinya, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan penyusunan inovasi teknologi sesuai kebutuhan usahatani spesifik lokasi.

Melalui arahannya, Penanggung Jawab kegiatan Dr. Ir. Fery Fahruddin Munier, M.Sc. IPU menyampaikan bahwa dalam rangka percepatan peningkatan populasi sapi potong khususnya sapi lokal di Sulawesi Tengah maka upaya yang perlu dilakukan adalah dengan mengembangkan usaha perbibitan sapi potong di sentra pengembangan sapi potong. Menurutnya, selama ini pemanfaatan hasil ikutan dari panen dan pasca panen buah kakao berupa debu kakao dan sortiran biji kakao serta bungkil kelapa sawit sangat berpotensi untuk dijadikan bahan utama penyusun pakan konsentrat sapi potong.

Ada empat poin yang menjadi tujuan dari kegiatan ini, yakni pengembangan pilot plan optimalisasi hasil ikutan tanaman kakao dan bungkil inti sawit (BIS) sebagai bahan pakan untuk perbaikan nutrisi ternak pada pengembangan model perbibitan sapi potong di lahan kering berbasis zero waste, mengoptimalkan nilai tambah dan pengelolaan hasil ikutan tanaman kakao dan bungkil inti sawit (BIS) sebagai bahan utama penyusun pakan ternak, memanfaatkan limbah ternak sapi (feces, urine dan sisa pakan) untuk pembuatan pupuk organik dan menguatkan peran kelembagaan peternak dengan kelembagaan pendukung lainnya. Oleh karena itu, secara teknis pelaksanaan kajian ini nantinya akan didukung oleh peneliti, penyuluh dan teknisi litkayasa handal dari BBP2TP dan BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah.

Merespon hal tersebut, seluruh anggota kelompok tani-ternak yang terpilih sebagai pelaksana kegiatan sangat antusias dan optimis akan mampu melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir, utamanya yang terkait dengan pengelolaan limbah ternak untuk pupuk organik. Hal ini karena petani/peternak menyadari sepenuhnya bahwa kegiatan pengolahan pupuk organik diyakini akan mampu mendongkrak kegiatan ekonomi kelompok, tidak saja bermanfaat bagi kelompok tani setempat namun juga akan menyebar wilayah dan kelompok tani-ternak lainnya, sehingga pada akhirnya akan turut mendukung pengembangan kawasan pertanian berwawasan lingkungan secara berkelanjutan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Jayalah Pertanian Indonesia