JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sidondo - (19/08/21) Terlihat jelas keceriaan pada raut wajah siswa siswi SMK Negeri Balaesang jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan sejumlah 19 orang yang telah dinyatakan lulus dari kegiatan PRAKERIN (Praktik Kerja Industri) yang dilaksanakan selama tiga bulan di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Sidondo, BPTP Sulawesi Tengah.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Plh. Kepala BPTP Sulawesi Tengah (Dr. Femmi Nor Fahmi, S.Pi.,M.Si) didampingi oleh Kepala IP2TP Sidondo (I Ketut Suwitra, S.ST, M.Si) yang sekaligus menyerahkan kembali siswa tersebut kepada Kepala Sekolah yang diwakili oleh Wakasek Kesiswaan SMK Negeri 1 Balaesang.

Dalam sambutannya beliau berharap ilmu yang telah diperoleh di tempat praktek dapat diterapkan di rumah masing-masing, karena teknologi yang telah diberikan adalah teknologi unggulan Badan Litbang Pertanian, dinataranya perbanyakan bibit kopi, teknologi sambung pucuk pada tanaman kakao dan teknologi unggulan pertanian lainnya.

Selain itu Wakasek SMK N 1 Balaesang berterima kasih karena telah diperkenankan menitipkan siswa siswinya untuk mendapatkan bimbingan teknologi yang akan menambah pengalaman dan pengetahuan mereka untuk bekal sebagai generasi penerus pertanian Sulawesi Tengah. Jayalah Pertanian Indonesia

Dondo - Dalam rangka proses sertifikasi benih, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tengah bersama dengan Tim Pengawas Benih Tanaman (PBT) Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Toli-Toli Sulawesi Tengah melaksanakan pemeriksaan pertanaman padi Inpari 30 Ciherang Sub 1, Sabtu (7/8).

Pemeriksaan pertanaman dilaksanakan oleh Tim PBT Kabupaten Toli-Toli yakni Topyan, SP (Koordinator PBT), Johanna, SP dan Jayadi (Staf PBT). Perwakilan BPTP Sulawesi Tengah Dr. Ruslan Boy, SP., M.Si (Peneliti) dan Sugito (Litkayasa). Peserta yang hadir Kepala BPP, Kepala Balai Benih, Para Penyuluh Kabupaten Dondo, serta Petani Kooperator.

Pemeriksaan pertanaman padi Inpari 30 dilakukan pada fase vegetatif awal (45 hari setelah tanam) dengan sistem Tabela dengan luas kurang lebih 3 Hektare (ha) di lahan kelompok tani Tunas Baru, Gapoktan Bimalo Tani, Desa Bambapun, Kecamatan Dondo, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah.

Roguing dilaksanakan dengan tujuan untuk menghilangkan varietas yang tumbuh di luar jalur atau menyimpang dari barisan/varietas utamanya, yakni tunas, bentuk ukuran dan tinggi daun serta warna. Koordinator PBT Topyan, SP saat pemeriksaan pertanaman mengatakan bahwa kegiatan roguing menjadi hal utama agar secara fisik benih yang dihasilkan benar-benar murni.

Kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan, karena merupakan persyaratan dalam proses sertifikasi benih yang telah didahului dengan proses permohonan sertifikat dan pemeriksaan lapangan pendahuluan, Tambahnya. Jayalah Pertanian Indonesia

Pandemi Covid-19 banyak mengakibatkan kecemasan, kekhawatiran dan terhambatnya interaksi sosial, dan yang paling utama adalah penurunan tingkat kesehatan. Olehnya itu perlu ada upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat di era pandemi COVID-19. Salah satu upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan mengkonsumsi asupan yang dapat membantu mencegah terserang penyakit. Asupan tersebut dapat berupa minuman dari bahan rempah-rempah ataupun empon-emponan yang banyak dan menjadi kekayaan bangsa kita. Tanaman empon-emponan tersebut berupa tanaman rimpang, seperti jahe, kunyit, sereh, temu-temuan, dan sebagainya umumnya di tanam dan ada di sekitar rumah kita dan sering disebut tanaman obat keluarga (TOGA).

Pada Jumat, 13 Agustus 2021, BPP Gumbasa yang merupakan BPP Model Kostratani bekerjasama dengan BPTP Sulawesi Tengah melaksanakan penyuluhan mengenai Teknologi Pengolahan Tanaman Rimpang. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, pertemuan tersebut berlangsung dengan lancar dan diikuti dengan seksama oleh para peserta. Peserta terdiri atas perwakilan Kelompok Wanita Tani dan pengurus kelompok tani dari tiga desa di Kecamatan Gumbasa, Penyuluh BPP Gumbasa dan peneliti dan penyuluh BPTP Sulawesi Tengah.

Sebelum penyampaian materi Kepala BPTP Sulawesi Tengah yang di wakili oleh Sub Koordinator KSPP (Syamsyiah Gafur,SP.,M.Si), menyampaikan bahwa di era pandemi, selain menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan, hal yang perlu kita lakukan adalah tetap menjaga kesehatan dengan menjaga daya tahan tubuh atau imun. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah mengolah tanaman rimpang seperti kunyit, jahe yang bahan-bahan tersebut mudah didapat dan sehari-hari digunakan, dan BPTP Sulawesi Tengah membantu para petani utamanya Ibu-Ibu KWT menunjukkan cara pengolahan berbasis teknologi yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian, dengan menu-menu yang variatif dan sedikit berbeda dengan cara konvensional, serta akan menambah daya tahan tubuh jika dikonsumsi dengan benar, dan juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Penyuluh BPTP Sulawesi Tengah (Andi Dalapati, STP.,MP), selaku narasumber menyampaikan jenis, manfaat dan cara pengolahan tanaman rimpang. Empon-empon memiliki kandungan tertentu yang dapat menjadi obat dari beberapa penyakit dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Pemanfaatan obat tradisional di era pandemi Covid-19 sangat bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh terutama bagi ibu-ibu yang memiliki hasil tanaman obat di pekarangan rumah. Empon-empon dapat diolah menjadi berbagai macam olahan, seperti jahe instan, wedang jahe, es krim jahe, wedang jahe kunyit asam dan masih banyak lagi. Selain penyampain materi dilakukan pula praktek pengolahan es krim jahe, wedang jahe kunyit asam, wedang jahe dan kunyit susu. Setelah praktek para peserta menikmati olahan empon-empon yang telah dibuat.

Kepala BPP Gumbasa (Seprianto, SP), berharap ibu-ibu KWT dapat menindaklanjuti kegiatan ini pada safari penyuluhan dua pekan ke depan sebagai wujud penerapan dan penyebarluasan teknologi hari ini, sehingga kerabat dan keluarga petani tetap sehat dalam menjalankan aktifitas pertaniannya. Jayalah Pertanian Indonesia

Sebagai tindak lanjut Sosialisasi dan Pelaksanaan Investasi Kacang Tanah di Kabupaten Sigi beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Sigi melaksanakan pertemuan Koordinasi Rencana dan Pelaksanaan Investasi guna mendisuksikan dan membahas rencana dan implementasi kegiatan yang akan dilaksanakan oleh PT.Gunanusa Eramandiri di Sigi.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Setda Sigi, Ir. H. Iskandar Nongtji, menyampaikan bahwa tujuan rapat agar Pemkab Sigi mendapat masukan dari berbagai pihak dan dapat mengkaji terlebih dahulu seperti apa mekanisme kerjasama tersebut.

Pertemuan diikuti langsung oleh Bupati Sigi (Muhammad Irwan, S.Sos., MM) dan dihadiri oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Sigi, BPTP Sulawesi Tengah, Kepala BP3D Kabupaten Sigi, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sigi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelyanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sigi, Camat Sigi Kota, Sigi Biromaru, dan Dolo, Kepala Biromaru, Kepala BPP Dolo, serta pihak PT. Gunanusa Eramandiri Cabang Sulawesi Tengah dan Pimpinan Bank Sulteng Cabang Sigi.

BPTP Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Syamsyiah Gafur, SP., MSi dan Ir. Saidah, MP. pada kesempatan tersebut (Selasa/3 Agustus 2021) di ruang rapat Kantor Bupati Sigi memberikan masukan terkait pemaparan yang disampaikan oleh pihak PT Gunanusa Eramandiri selaku perusahaan yang akan berinvestasi sekaligus sebagai off taker dan Bank Sulteng.

Selain masukan teknis dan administrasi yang disampaikan oleh para peserta pertemuan, masukan lainnya terkait ketersediaan dan kecukupan air pada saat kegiatan berlangsung.

Demikian juga struktur pembiayaan dan Bupati Sigi dalam diskusi tersebut masih mengharapkan adanya pertemuan lanjutan guna mendengarkan penjelasan lebih detail dari pihak PT. Gunanusa Eramandiri terutama yang menyangkut teknis pelaksanaan kegiatan yang bertujuan dasar untuk memberdayakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Sigi khsusnya yang terdampak bencana agar tidak terjadi hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian kepada masyarakat Sigi. Jayalah Pertanian Indonesia