JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pada Hari Senin, 27 September 2021, BPTP Sulawesi Tengah menghadiri kegiatan GAMJAK (Gerakan Menanam Mitra Kejaksaan). Kegiatan ini bertempat di Kelompok Tani Sintuwu Maroso. Acara ini dihadiri oleh Bupati Sigi, Kajati Sulawesi Tengah, Kepala Balai Sulawesi Tengah, serta stakholder terkait. Kegiatan ini merupakan suatu terobosan terbaru dari Kejaksaan Tinggi khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah. GAMJAK merupakan suatu program pemberdayaan petani di masa pandemi Covid-19. Dengan menggandeng Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi, harapannya Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Tengah dapat bersinergi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Sigi, khususnya petani. Diketahui bahwa perekonomian masyarakat menurun setelah terjadi gempa 3 tahun yang lalu. Maka dari itu, besar harapannya kegiatan ini dapat membantu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Di sela-sela sambutannya, Bupati Sigi (Mohamad Irwan Lapatta, S.Sos, M.Si) menyatakan kerjasama Kejaksaan Tinggi dengan Pemerintah Daerah merupakan wujud untuk meningkatkan pertanian dan pendapatan petani yang ada di Kabupaten Sigi, khususnya pada sektor tanaman pangan. Mohamad Irwan Lapatta juga menyatakan bahwa Pemerintah Daerah akan terus menggandeng BPTP Sulawesi Tengah untuk melakukan pendampingan dari segi teknologi dan inovasinya. Selain itu, Kejati Sulawesi Tengah juga memberikan arahan bahwa dengan adanya kegiatan GAMJAK kita ingin merombak pemikiran masyarakat tentang sisi lain tugas dan program-program yang ada di Kejaksaan Tinggi. Beliau juga memaparkan semoga dengan terjalinnya kegiatan GEMJAK ini dapat sedikit mendorong pertumbuhan ekonomi petani yang ada di Kabupaten Sigi. Jayalah Pertanian Indonesia.

BPTP Balitbangtan Sulawesi Tengah dalam melaksanakan tupoksinya turut serta mendampingi mengawal dan merakit kebutuhan inovasi teknologi spesifik lokasi di daerah. Peran ini dilaksanakan salah satunya melalui keterlibatan dalam Pelatihan Penyegaran Manajemen Rantai Nilai (Value Chain) produk pertanian bagi penyuluh pertanian pendamping READSI angkatan ke III Kabupaten Banggai, Buol dan Toli-Toli. Kegiatan dilaksanakan selama enam hari, tanggal 20-26 September 2021 di UPT Pendidikan dan Pelatihan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, dengan peserta 56 orang dengan 3 angkatan masing-masing dari kabupaten Toli-Toli, Buol dan Banggai

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan Penyuluh Pertanian Pendamping Readsi agar mampu membuat peta rantai nilai untuk komoditas tanaman pangan, tanaman hortikultura dan tanaman perkebunan. Serta memberi wawasan berpikir secara komprehensif bagi penyuluh Pertanian pendamping READSI (Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Initiative).

Dalam kegiatan tersebut BPTP Sulawesi Tengah hadir sebagai Tim Fasilitator Utama (Dr Herawati SP MSi)  dan Fasilitator Pendukung (Sri Kayati SP) untuk menyampaikan dan membahas materi tentang  Konsep Rantai Nilai, Pemetaan Rantai Nilai, Validasi Rantai Nilai, Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Rantai Nilai. Selain materi tersebut juga dilaksanakan praktek membuat peta rantai nilai komoditas tanaman pangan, tanaman hortikultura dan perkebunan.            

#Jayalah Pertanian Indonesia

Kegiatan Kerjasama Kemitraan Lingkup Balitbangtan yang dilaksanakan Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2021 ini, telah memasuki tahap penyusunan pakan perlakuan. Kepala BBP2TP (Dr. Ir. Fery Fahrudin Munier, M.Sc., IPU) yang juga sebagai Penanggungjawab Kegiatan hadir langsung melakukan pendampingan penyusunan formulasi dan pengolahan pakan yang akan dicobakan pada ternak di Kelompok Karya Bersama Desa Sausu Torono Kecamatan. Sausu pada hari Jum’at lalu (24/09/21).

Kepala BBP2TP didampingi Peneliti dan Penyuluh BPTP Sulawesi Tengah (Moh. Takdir, S.Pt., M.Sc dan Arif Cahyono, S.ST) bersama-sama anggota kelompok Karya Bersama melakukan pengolahan pakan berbasis sawit dan kakao. Pengolahan pakan dibuat dalam beberapa formulasi yang berbeda sesuai jumlah perlakuan pada penelitian ini dan nantinya akan dicobakan pada ternak sapi Bali betina sebanyak 20 ekor.

Penyusunan formulasi dan pengolahan pakan merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan kajian Pemanfaatan Hasil Ikutan Pertanian sebagai Bahan Penyusun Pakan Lokal untuk Perbaikan Penampilan Indukan Sapi Potong di Sulawesi Tengah, yang pelaksananya adalah BBP2TP bekerjasama dengan BPTP Sulawesi Tengah terkait Program Akselerasi Kontingensi Penelitian dan Pengembangan Strategis lingkup Balitbangtan TA 2021. Seperti diketahui, pada kegiatan kajian ini nantinya akan melibatkan 3 kelompok peternak di Kabupaten Parigi Mutong, yang penetapannya berdasarkan hasil identifikasi CPCL yang telah dilakukan oleh Tim BBP2TP di awal kegiatan. Ketiga kelompok tersebut adalah Kelompok Peternak Karya Bersama Desa Sausu Torono Kec. Sausu sebagai pelaksana utama, serta kelompok tani Harapan Baru II dan Sumber Mulyo Desa Sumber Sari Kecamatan Parigi Selatan.

Selain melakukan pendampingan pengolahan pakan di kelompok Karya Bersama, Kepala BBP2TP bersama Peneliti dan Penyuluh BPTP Sulawesi Tengah juga melakukan evaluasi dan monitoring terhadap kesiapan kelompok tani Harapan Baru II dan Sumber Mulyo, Desa Sumber Sari Kecamatan Parigi Selatan. Dalam pelaksanaannya, kedua kelompok ini nantinya akan dilibatkan dalam kegiatan kajian sebagai kelompok pengembangan, yang kegiatannya difokuskan pada pengolahan limbah ternak (faeces dan urine) menjadi pupuk organik padat (POP) dan pupuk organik cair (POC), pengembangan hijauan pakan ternak unggul, serta pembinaan dan penguatan kelembagaan.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan Pelatihan Penyegaran Manajemen Rantai Nilai (Value Chain) Produk Pertanian Bagi Penyuluh Pertanian Pendamping READSI Angkatan III Tahun 2021 pada tanggal 20 – 26 September 2021 dengan pelaksana kegiatan UPT Pendidikan dan Pelatihan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah di Sidera. Kegiatan ini diikuti oleh 56 orang penyuluh lapangan yang berasal dari Kabupaten Banggai, Buol dan Toli-toli. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah (Ir Trie Iriany Lamakampali, MM). Pelaksanaan kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan penyuluh pertanian pendamping READSI agar mampu membuat peta rantai nilai untuk komoditas pertanian.

BPTP Sulawesi Tengah ikut berperan sebagai tim fasilitator materi kegiatan (Dr Herawati SP, MSi) dan fasilitator pendamping (Sri Kayatin, SP). Adapun materi yang disampaikan sebagai tim fasilitator pada kegiatan pelatihan adalah (1) Konsep Rantai Nilai; (2) Pemetaan Rantai Nilai; (3) Validasi Ranta Nilai; dan (4) Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Rantai Nilai dan (5) Pembuatan Peta Rantai Nilai Komoditas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan. Untuk memberikan pemahaman, kemampuan dan keterampilan kepada peserta, menggunakan metode pembelajaran pendekatan belajar orang dewasa (andragogy) dimana peserta pelatihan berpartisipasi aktif untuk mengalami, mengemukakan, mengolah, menyimpulkan dan mengaplikasikan. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan kegiatan dilakukan tatap muka langsung penyampaian materi dengan metode ceramah, kemudian dilanjutkan dengan diskusi/tanya jawab dan praktek.

Praktek kegiatan dilaksanakan ke petani, pelaku usaha (gilingan, toko saprodi, pengumpul/pedagang hasil bumi) dan pasar Biromaru. Hasil ini memberikan pemahaman pada peserta tentang alur pelaksanaan Pemetaan Awal Rantai Nilai, melakukan validasi sesuai kenyataan di lapangan, dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Setelah diperoleh hasil dari wawancara kemudian memaparkan hasil diskusi di depan untuk mendapatkan tanggapan dari peserta lain dan narasumber. Pelatihan ini menghasilkan pembuatan peta rantai nilai untuk komoditas tanaman pangan (padi), tanaman hortikultura (Tomat) dan tanaman perkebunan (kakao). #Jayalah Pertanian Indonesia