JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kamis 23 September 2021, dilakukan panen perdana padi Varietas Unggul Baru (VUB) Inpari 30 oleh Walikota Palu (H. Hadianto Rasyid, SE) yang didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah (diwakili oleh Kabid Penyuluhan), Kepala BPTP Sulawesi Tengah, dan Kepala BPP Baiya. Kegiatan ini merupakan kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh BPTP Sulawesi Tengah yang bekerjasama dengan BPP Baiya pada lahan petani seluas 1 ha. Lokasi pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Lambara Kecamatan Taweili, Kota Palu.

Hasil yang diperoleh dari pendampingan teknologi penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) Inpari 30 di lokasi pendampingan ini memberikan harapan dan potensi yang baik untuk dikembangkan karena hasil ubinan yang yang diperoleh mencapai 7,5 Ton/ha GKP.

Hadirnya Varietas Unggul Baru (VUB) Inpari 30 di Kelurahan Lambara nantinya akan dijadikan benih yang disertifikasi oleh BPSB dan benih turunannya adalah benih sebar (Label Biru).

Untuk mendukung kebijakan pemerintah Indonesia dalam hal ketahanan pangan, maka Kementerian Pertanian sebagai salah satu lembaga yang memiliki tugas dibidang penyiapan pangan bertekad untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi ataupun produktivitas tanaman pangan.

Badan Litbang Pertanian sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pertanian telah banyak mengeluarkan inovasi teknologi yang dapat mendukung ketahanan pangan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah hilirisasi teknologi mendukung Food Estate yang dilakukan di Kab. Sigi tepatnya di Kec. Dolo Selatan Desa Sambo yang menitikberatkan pada inovasi teknologi VUB Inpari 30 dan pola tanam Tabela Jajar Legowo.

Selasa, 21 September 2021, Kepala BPTP Sulawesi Tengah (Dr. Ir. Abdul Wahab, M.Si) didampingi Kasubag TU BPTP Sulawesi Tengah (Rudi Aksono, SP) dan Kasub Program dan Evaluasi BPTP Sulawesi Tengah (Dr. Femmy Norfahmi, S.Pi, M.Si.) melakukan kunjungan kerja pertama di Kab Sigi meninjau langsung perkembangan kegiatan BPTP Sulawesi Tengah, diantaranya kegiatan hiliriasi teknologi mendukung food estate di Desa Sambo, Kec. Dolo Selatan.

Pada kunjungan tersebut Bapak Kepala Balai bertemua langsung dengan Ketua Kelompok Tani Bunga Coklat dan Kelompok Tani Mapeleondo, serta Kepala BPP Baluase, Penyuluh Desa Sambo dan petani kooperator. Kepala BPTP Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi tempat belajar para petani untuk mengembangkan inovasi teknologi dan diharapkan dapat menularkan ilmu yang telah didapatkan pada kegiatan ini ke teman-teman petani lainnya. Kepala Balai juga mengharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya buat petani di Desa Sambo dan menjadi rujukan teknologi untuk desa disekitarnya.

Jayalah Pertanian Indonesia
 

Pada Kamis (23/09/21), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tengah mengadakan acara Pisah Sambut Kepala Balai yang bertempat di Auditorium BPTP Sulawesi Tengah. Acara pisah sambut diselenggarakan dalam rangka serah terima jabatan Kepala BPTP Sulawesi Tengah kepada Dr. Abdul Wahab, SP, MP yang sebelumnya dijabat oleh Dr. Ir. Fery Fahrudin Munier, S.Pt, M.Sc.
Kegiatan pisah sambut tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Sigi, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Kapolres Sigi, Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Badan Karantina Pertanian Kelas II Palu, Kepala UPTD Diklat, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sigi, Ketua KPU Sigi, Kepala Dinas Pangan Kab. Sigi, NGO yang menjadi mitra BPTP Sulawesi Tengah (GIZ dan Yayasan Pusaka Indonesia), seluruh Pegawai BPTP Sulawesi Tengah, dan stakeholder lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Ir. Fery Fahrudin Munier, S.Pt, M.Sc yang sekarang mengemban tugas sebagai Kepala BBP2TP menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh staf BPTP Sulawesi Tengah, Stakeholders, NGO, dan semua pihak yang terkait atas kerjasama yang luar biasa selama beliau menjabat sebagai Kepala BPTP Sulawesi Tengah dalam menjalankan Program Kementerian Pertanian untuk memajukan pertanian Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah. Pesan beliau kepada Kepala BPTP yang baru agar apa yang telah dirintis selama ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan sebaik-baiknya termasuk program-program kerjasama.
Dr. Abdul Wahab, SP, MP yang merupakan pimpinan baru BPTP Sulawesi Tengah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BPTP Maluku Utara menyampaikan dalam sambutannya bahwa dalam melanjutkan perjuangan untuk memajukan pertanian Sulawesi Tengah yang telah diamanahkan merupakan suatu tanggung jawab yang besar. Sehingga, dibutuhkan dukungan dan sinergi yang solid dari para pejuang pangan Sulawesi Tengah untuk bersama-sama menahkodai peningkatan pertumbuhan pertanian Sulawesi Tengah yang sesuai dengan cita-cita pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikulturan Provinsi Sulawesi Tengah (Ir. Trie Iriani Lamakampali, MM) atas kerjasama dalam menjalankan Program Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah , utamanya peran BPTP Sulawesi Tengah sebagai motor penerapan inovasi teknologi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi petani.
Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian yang diwakili oleh Kepala BBP2TP juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada OPD Sulawesi Tengah untuk sinergitas dalam menjalankan Program Kementerian Pertanian. Sulawesi Tengah memiliki potensi yang besar dalam pembangunan pertanian Indonesia dan terdapat +- 27 juta petani Indonesia yang menjadi tanggung jawab kita untuk terus dilakukan pengawalan pemanfaatan inovasi teknologi pertanian. Untuk itu, mari tingkatkan sinergitas dan semangat kerja yang lebih giat lagi dengan memaksimalkan segala potensi sumberdaya yang dimiliki.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sigi (Dr. Samuel Yansen Pongi, SE, M.Si) menyampaikan dalam sambutannya bahwa berdasarkan data BPS, Kabupaten Sigi mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 5.6%, dimana 54% dari persentase tersebut merupakan sumbangan dari sektor pertanian. Hal tersebut menjadikan sektor pertanian sebagai sektor utama dalam pembangunan perekonomian Kabupaten Sigi. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sigi berharap kebijakan di sektor pertanian yang akan diambil merupakan kebijakan berbasis penelitian dalam hal ini hasil inovasi teknologi Badan Litbang Kementerian Pertanian.
Acara pisah sambut Kepala BPTP Sulawesi Tengah berjalan dengan lancar dan khidmat. Semoga cita-cita yang diharapkan para pejuang pangan untuk memajukan pertanian yang maju, mandiri, dan modern dapat segera tercapai.

Selamat datang di Provinsi Sulawesi Tengah Bapak Dr. Abdul Wahab, SP, M.Si. Selamat mengemban amanah baru Bapak Dr. Ir. Fery Fahrudin Munier, S.Pt, M.Sc

Selasa, 21 September 2021, Kepala BPTP Sulawesi Tengah yang baru (Dr. Abdul Wahab, SP., MP.) melakukan kunjungan perdana di wilayah Kabupaten Sigi didampingi Kasubag Tata Usaha, Subkoordinator Program, Penanggungjawab Kegiatan Perbenihan Jagung dan LO Kabupaten Sigi. Salah satu lokasi yang dikunjungi oleh Kepala BPTP Sulawesi Tengah adalah perbenihan jagung hibrida kerjasama Balitserealia di Desa Kabobona, Kecamatan Dolo. Kegiatan perbenihan di lokasi tersebut seluas 2,5 hektar dengan aplikasi benih hibrida varietas NASA 29 dan merupakan wujud hilirisasi inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian.

Hilirisasi inovasi teknologi menjadi salah satu pendukung dalam strategi pembangunan pertanian yang disokong oleh berbagai inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian. Terobosan yang dilakukan Badan Litbang Pertanian adalah memproduksi benih jagung di tingkat petani penangkar. Hal ini bertujuan untuk ketersediaan pangan dan daya saing produksi pertanian yang menjadi fokus Kementerian Pertanian pada tahun 2021.

Kunjungan tersebut sekaligus ditujukan untuk monitoring pelaksanaan kegiatan, dan pada kesempatan itu Kepala BPTP Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa teknologi yang telah direkomendasikan oleh Balitserealia agar dapat diterapkan sehingga hasil yang diperoleh sesuai dengan harapan. Mengingat ini adalah benih maka teknologi anjuran merupakan keharusan yang harus betul-betul diterapkan agar benih yang dihasilkan dan disertifikasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh BPSB. Beliau berharap kendala apapun yang dihadapi dalam produksi benih ini agar dikomunikasikan dengan penanggungjawab atau BPTP Sulawesi Tengah. Sangat diharapkan agar benih yang ditanam hari ini dapat dipanen hasilnya dan petani mendapatkan keuntungan, dan terutama dapat menyediakan kebutuhan petani di Sulawesi Tengah.

Peneliti BPTP Sulawesi Tengah sekaligus penanggungjawab kegiatan Pebenihan Jagung (Muh. Afif Juradi, SP., MP.) menjelaskan pada Kelompoktani Syukur Tani 2, tata cara dan prosedur teknologi yang harus dilakukan sebelum penanaman. Antara lain perlu perlakuan benih dengan melapisi benih menggunakan fungisida untuk menghindarkan benih dari penyakit tanaman, terutama penyakit bulai. Cara pemberiannya adalah fungisida sesuai dosis dimasukkan ke dalam wadah percampur (seed coater), tambahkan air secukupnya, aduk hingga rata kemudian benih dimasukkan ke dalam wadah tersebut dan dicampurkan merata, setelah itu benih dikering-anginkan selama beberapa jam sebelum benih digunakan.

Selanjutnya penanaman tanaman jantan dan betina dilakukan dengan perbandingan jantan dan betina 1:4 atau dapat dimodifikasi, sehingga memungkinkan optimalisasi penyerbukan. Jarak tanam 70 x 20 cm atau 70 x 25 cm dengan 1 tanaman per lubang dan lubang tanam ditutup dengan tanah/pupuk organik. Pada umur 2 minggu setelah tanam dilakukan pemeriksaan tanaman untuk menjaga kemurnian pertanaman, yakni dengan membuang tanaman volunteer (sisa biji yang tumbuh dari pertanaman sebelumnya).

Jayalah Pertanian Indonesia