JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Jajar Legowo Super (Jarwo Super) 2:1

Pin It

"Mengapa ada ruang yang kosong dan tidak tertanami di lahan sawah ini?” demikian pertanyaan yang terdengar dari pengunjung saat menyaksikan demonstrasi alat tanam padi indo jarwo 2:1 atau dikenal dengan rice transplanter indojarwo 2:1 (RTJ 2:1). Demonstrasi yang dilaksanakan di Desa Pakuli Utara Kecamatan Gumbasa pada Bulan Juli 2020 beberapa waktu lalu bertujuan memperlihatkan kepada petani dan masyarakat cara penggunaan alat tanam tersebut, dalam rangka aplikasi sistem tanam jajar legowo super"

Kerapatan tanam merupakan salah satu komponen penting dalam teknologi budidaya untuk memanipulasi tanaman dan mengoptimalkan hasil. Sistem tanam jajar legowo 2:1 merupakan sistem tanam pindah, antara dua barisan tanaman terdapat lorong kosong memanjang sejajar dengan barisan tanaman dan dalam barisan menjadi setengah jarak tanam antar baris. Tujuannya adalah untuk meningkatkan populasi tanaman per satuan luas, perluasan pengaruh tanaman pinggir, dan mempermudah pemeliharaan tanaman. Sehingga dalam hamparan sistem tanam jarwo 2:1 akan nampak ruang kosong dan tidak tertanami sebagaimana pertanyaan tersebut di atas, dan hal ini tidak mengakibatkan terjadinya penurunan populasi karena jarak tanam dalam barisan dirapatkan dan menyebabkan populasi bertambah.

Jajar legowo super atau sering disingkat menjadi jarwo super adalah teknologi yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian. Teknologi ini adalah teknologi budidaya terpadu padi sawah irigasi berbasis tanam jajar legowo 2:1. Penerapan teknologi jajar lgowo super secara utuh oleh petani diyakini mampu memberikan hasil minimal 10 ton GKG/ha per musim, sedangkan hasil padi yang diusahakan dengan sistem jajar legowo hanya 6 ton GKG/ha. Dengan demikian terdapat penambahan produktivitas padi sebesar 4 ton GKG/ha per musim.

Bagian penting dari teknologi jarwo super antara lain:

1. Varietas unggul baru dengan potensi hasil tinggi
2. Biodekomposer yang diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah atau pada saat pembajakan tanah ke dua.
3. Pupuk hayati diberikan pada benih diaplikasikan melalui perlakuan benih (seed treatment) dan pemupukan berimbang berdasarkan hasil pemeriksaan status hara tanah menggunakan perangkat uji tanah sawah (PUTS).
4. Pengendalian organisme pengganggu tanaman dengan menggunakan pestisida nabati dan pestisida anorganik berdasarkan ambang kendali.
5. Alat dan mesin pertanian, khususnya penggunaan alat tanam jarwo (rice transplanter) pada saat tanam padi, dan mesin panen (combine harvester) pada saat panen.

Beberapa keunggulan yang melengkapi cara tanam jajar legowo super antara lain:
a. Pemberian biodekomposer pada saat pengolahan tanah ke dua mampu mempercepat proses pengomposan jerami.
b. Pemberian pupuk hayati sebagai perlakuan benih yang dapat menghasilkan fitohormon (pemacu tumbuh tanaman), menambat nitrogen dan melarutkan fosfat yang sukar larut serta meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah.
c. Pestisida nabati yang efektif dalam pengendalian hama tanaman padi, seperti wereng batang coklat (WBC).
d. Penggunaan alat mesin pertanian untuk penghematan biaya tenaga kerja serta pengurangan kehilangan hasil panen.

Aplikasi teknologi jajar legowo super di Sulawesi Tengah meliputi wilayah Kabupaten Poso Kabupaten Banggai dan Kabupaten Sigi. Di Kabupaten Poso menunjukkan hasil bahwa teknologi ini mampu meningkatkan produksi padi rata-rata 10 ton GKP/ha, dari semula 5,5 ton GKP/ha, Kabupaten Banggai menunjukan hasil rata- rata 8 ton GKP/ha dari sebelumnya 5 ton GKP/ha, dan Kabupaten Sigi hasil rata-rata mencapai 11 ton GKP/ha yang biasanya 5,5 GKP ton/ha. 

Sumber :
- Hasil Litkaji BPTP Sulawesi Tengah 2019
- Petunjuk Teknis Budidaya Padi Jajar Legowo Super, Badan Litbang Pertanian 2016