JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Drone Mendukung Kostratani di Sulawesi Tengah

Pin It

Teknologi drone saat ini berkembang dengan pesat. Dulu, pemanfaatan drone hanya dilakukan secara terbatas, seperti dalam militer. Namun revolusi industri sekarang sudah jauh berbeda. Drone sudah menjadi produk teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, tidak terkecuali oleh para petani. Drone digunakan terutama untuk pertanian dengan lahan skala luas. Seperti lahan padi, jagung dan perkebunan. Keterbatasan mata manusia untuk mengawasi hamparan luas, dapat diatasi dengan menggunakan drone pertanian yang dapat menangkap citra dari atas dan memberikan informasi penting mengenai kondisi tanaman dan lingkungan disekitarnya sehingga lebih akurat dan lebih jelas dibandingkan foto citra satelit bahkan secara live.

Tahun 2019 pemerintah menargetkan penumbuhan 534 komando strategis pembangunan pertanian yang terdiri dari 400 Kostratani, 100 Kostrada, dan 34 Kostrawil. Sedangkan jumlah BPP yang menjadi target percontohan sebanyak 100 BPP di 13 Provinsi sentra pangan dan pertanian lainnya. Ke-13 provinsi itu yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Drone adalah pesawat terbang tanpa awak kapal atau disebut juga dengan UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Drone sendiri merupakan jenis pesawat dengan perangkat flight control menggunakan GPS dan kamera standar yang dikendalikan oleh perangkat autopilot itu sendiri menggunakan waypoint yg sudah di tetapkan melalui ground control dari darat sehingga bisa membuat foto udara untuk peta atau gambar dengan resolusi yang tinggi.

4 Manfaat Penting Drone Yang Bisa di Aplikasikan Petani

  1. Analisis Lahan dan Kesuburan Tanah
    Drone juga memiliki kemampuan dalam melakukan pemetaan kondisi lahan secara 3 dimensi. Selanjutnya, petani bisa menggunakan data tersebut untuk analisis kondisi lahan. Hasil analisis bisa dipakai untuk menentukan pola penanaman bibit yang maksimal untuk melakukan penanaman bibit. Selain itu Drone dapat digunakan untuk mengambil citra permukaan tanah sekaligus menganalisis kondisi kandungan tanah. Jika dalam satu hamparan terdeteksi mengandung unsur hara tidak merata, maka dosis pemberian pupuk bisa diberikan sesuai dengan kondisi tanah. Artinya dalam satu blok bisa diberikan lebih banyak pupuk dibandingkan blok lainnya jika terdeteksi kurang hara.

  2. Aplikasi Penanaman Benih Otomatis
    Penanaman benih menggunakan drone memungkinkan proses penanaman berlangsung dengan lebih cepat kemampuan untuk menembakkan benih ke permukaan tanah dengan menentukan jalur terbang dan luasan area yang ditentukan sehingga penanaman akan jauh lebih akurat dan presisi.

  3. Aplikasi Sprayer Pemberian Nutrisi Pupuk atau Pestisida
    Berbeda dengan fungsi pencitraan, fungsi aplikasi penyemprotan bisa digunakan untuk mengganti tenaga penyemprotan secara manual. Dengan drone penyemprotan bisa lebih cepat, hemat air dan merata di waktu yang sama juga berguna untuk mengurangi biaya untuk ongkos penanaman mencapai 85 persen.

  4. Analisis Kesehatan Tanaman dan Identifikasi Hama/Penyakit
    Drone yang disertai dengan sensor thermal, hyperspectral, atau multispectral, bisa Anda manfaatkan untuk melihat kondisi pertanaman anda. hasil pencitraan dari drone dapat menilai apakah target yang diamati mengandung vegetasi hijau hidup atau tidak. Tanaman yang sakit akan terlihat menunjukkan suatu warna yang berbeda dibandingkan tanaman normal. Kemudian identifikasi perkembangan hama, gulma atau penyakit bisa terdeteksi lebih akurat melalui hasil pencitraan yang akan menunjukan bentuk, rona dan warna berbeda. Sehingga titik penyebaran hama/penyakit bisa terdeteksi dan segera dilakukan pencegahan secepatnya.

Kehadiran teknologi drone di sektor pertanian memberikan harapan yang besar bagi petani dalam pengelolaan lahannya secara lebih efektif akurat dan ramah lingkungan, terlebih lagi dengan adanya program komando strategis pembangunan pertanian yang terdiri dari 400 Kostratani, 100 Kostrada, dan 34 Kostrawil akan mampu menunjang pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern.

 

 

 

 

 

 


Sumber:

-DJI. 2019. Drone Dengan Pencitraan Multispektral Untuk Agrikultur.
-Kementerian Pertanian. 2019. Pedoman Kostratani.
-Khoirunisa H, Kurniawati F. 2019. Penggunaan Drone Dalam Mengaplikasikan Pestisida di Daerah Sungai Besar. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat. Vol 1 (1) 2019: 87–91
-Shofiyanti, R.2011. Teknologi Pesawat Tanpa Awak Untuk Pemetaan Dan Pemantauan Tanaman Dan Lahan Pertanian. Informatika Pertanian, Vol. 20 (2) 2011 : 58 - 64